Berita

Special Plan: Lagu ‘Bung Karno Bapak Marhaenisme’ Menggema di Bimtek PDIP

Lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme' Menggema di Bimtek PDIP Special Plan - Dalam rangka menerapkan Special Plan strategi partai, acara Pembekalan dan

Desk Berita
Published Mei 30, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Lagu ‘Bung Karno Bapak Marhaenisme’ Menggema di Bimtek PDIP

Special Plan – Dalam rangka menerapkan Special Plan strategi partai, acara Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PDIP seluruh Indonesia periode 2024–2029 berlangsung dengan nuansa khusus. Acara pembukaan digelar di Novotel Mangga Dua, Jakarta Utara, pada hari Sabtu, 29 Mei 2026, di mana lagu nasional yang mengabadikan perjuangan Bung Karno kembali menjadi sorotan utama. Lagu tersebut dipilih sebagai bagian dari protokol kepartaian, memperkuat pengaruh Special Plan dalam membangun kesadaran kader tentang nilai-nilai ideologi yang dipegang oleh PDI Perjuangan.

Nilai Filosofis Lagu dalam Gerakan Marhaenisme

Bung Karno, sebagai proklamator kemerdekaan dan tokoh sentral dalam sejarah bangsa Indonesia, dianggap sebagai simbol perjuangan rakyat kecil atau kaum Marhaen. Dalam Special Plan ini, pemutaran lagu “Bung Karno Bapak Marhaenisme” tidak hanya menjadi pengantar acara, tetapi juga mengingatkan kader PDIP akan esensi filosofi politik yang ingin dipegang partai. Lirik lagu yang dihiasi oleh para kader tersebut menggarisbawahi pentingnya persatuan, keadilan, dan keterlibatan langsung dalam membangun masyarakat yang berkeadilan.

“Rakyat Marhaen majulah bersatu, membangun dunia yang baru. Satukanlah gerak langkahmu, turut komando yang satu. Hiduplah Bung Karno kita, bapak marhaenisme. Jaya, hiduplah pemimpin kita marhaenisme pastilah jaya,”

dengan nada penuh semangat, kader PDIP menyanyikan lagu yang menjadi representasi keyakinan mereka terhadap Special Plan sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan.

Implementasi Special Plan dalam Bimtek PDIP

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa Special Plan ini dirancang untuk memastikan seluruh anggota DPRD PDIP memahami dan menerapkan ajaran Bung Karno dalam setiap tugas kebijakan. Dalam wawancara dengan media, Djarot menjelaskan bahwa lagu tersebut dianggap sebagai pengingat dalam menjalankan fungsi wakil rakyat. “Lagu ini adalah pengingat bagi kita semua, terutama para wakil rakyat yang baru dilantik, bahwa esensi perjuangan PDI Perjuangan adalah memihak dan berjuang demi kepentingan rakyat kecil atau kaum Marhaen,” ujarnya.

“Dalam setiap acara dengan protokol kepartaian, lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme wajib kita nyanyikan,” tambah Djarot, yang menekankan bahwa Special Plan ini bukan sekadar formalitas, tetapi memiliki dampak nyata dalam menyatukan tujuan partai.

Selain itu, Djarot menyatakan bahwa dalam Bulan Bung Karno, kader PDIP diminta memperkuat komitmen untuk tetap tegak lurus pada arahan partai. Special Plan ini bertujuan menciptakan kesatuan tindakan, agar para wakil rakyat dapat menghadapi tantangan politik dengan solidaritas dan kekuatan ideologis.

Kader PDIP: Pengawal Ideologi dalam Era Baru

Acara Bimtek dihadiri oleh sejumlah tokoh PDIP, termasuk Andreas Hugo Pareira, Ribka Tjiptaning, Wiryanto Sukamdani, Darmadi Durianto, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Yuke Yurike, dan Sri Rahayu. Para peserta diberikan pembekalan mengenai cara mengintegrasikan Special Plan ke dalam praktik kebijakan sehari-hari. Pembagian acara ke enam wilayah—Jakarta, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar, dan Papua—dilakukan untuk memudahkan penyelenggaraan sesuai kapasitas anggota DPRD PDIP yang berjumlah sekitar 4.000 orang.

Penyelenggaraan Special Plan ini juga melibatkan diskusi tentang tantangan politik masa kini, seperti pergeseran nilai-nilai sosial dan ekonomi. Para kader diberi petunjuk bagaimana menjaga prinsip Marhaenisme di tengah dinamika kehidupan demokrasi modern. Hal ini menjadi bagian dari upaya PDI Perjuangan untuk menjaga relevansi ideologi dalam pemilu dan pembangunan nasional.

Secara keseluruhan, Special Plan dalam Bimtek PDIP menunjukkan komitmen partai untuk memperkuat identitas kader sebagai pelaku perjuangan rakyat. Dengan menyematkan lagu nasional yang mengenang Bung Karno, acara ini menciptakan suasana yang membangun, menegaskan bahwa Special Plan bukan sekadar rencana, tetapi visi yang ingin diwujudkan dalam setiap langkah politik PDIP.

Leave a Comment