Satgas Dalami Keterlibatan KKB Ndugama dalam Kematian Sopir Travel di Wamena
Wahanaberita.com – Satgas Dalami Keterlibatan KKB Ndugama terkait tewasnya Aris Sanda, seorang sopir travel asal Toraja, di jalur Trans Wamena-Nduga, Papua Pegunungan. Aparat Operasi Damai Cartenz masih memverifikasi informasi mengenai pihak yang berada di sekitar lokasi sebelum korban ditemukan meninggal.
Aris ditemukan setelah kendaraannya diduga dihentikan saat perjalanan. Informasi awal menyebut adanya kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama di sekitar lokasi, tetapi aparat belum menetapkan kesimpulan mengenai keterlibatan kelompok tersebut.
“Memang ada informasi yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo, Rabu (16/9/2026).
Investigasi dan Pemeriksaan Bukti di Lokasi
Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa, mengidentifikasi pihak yang diduga terkait, serta mencocokkan bukti fisik dengan keterangan yang diperoleh penyidik. Satgas Dalami Keterlibatan KKB Ndugama juga melalui pemeriksaan tempat kejadian perkara dan barang bukti yang ditemukan di sekitar kendaraan korban.
Aparat menegaskan bahwa proses pendalaman masih berjalan. Informasi yang berkembang di masyarakat akan diperiksa lebih lanjut agar tidak muncul kesimpulan sebelum seluruh bukti dan keterangan dapat diuji.
Aris Sanda Disebut Warga Sipil
Yusuf membantah informasi yang menyebut Aris sebagai anggota intelijen aparat keamanan. Menurutnya, korban merupakan warga sipil yang telah lama bekerja sebagai sopir angkutan lajur atau travel di wilayah tersebut.
“Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lanjuran ini merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” tegas Yusuf.
Aris diketahui telah bekerja di jalur itu sekitar 13 tahun. Ketika dicegat, ia sedang membawa penumpang dalam perjalanan di jalur Trans Wamena-Nduga. Para penumpang dilaporkan diperintahkan kembali menuju Wamena, sedangkan Aris dibawa ke arah kawasan Danau Habema.
“Setelah itu, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa menuju kawasan Danau Habema,” ujar Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna, Rabu (16/9).
Mobil Terbakar Ditemukan Dekat Jurang
Tim kemudian menemukan kendaraan milik Aris dalam keadaan terbakar di dekat jurang. Mobil tersebut terperosok sekitar 13 meter dari bahu jalan, sementara jenazah korban ditemukan di dalam kendaraan.
“Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya,” jelas M. Wirya Arthadiguna.
Pemeriksaan awal menunjukkan jenazah korban mengalami luka bakar berat, dengan sejumlah bagian tubuh mengalami karbonisasi. Di lokasi, petugas menemukan satu selongsong amunisi senjata laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta sebuah tas berisi identitas korban.
“Pada saat olah TKP, ditemukan jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bagian tubuh korban mengalami karbonisasi. Selain itu, ditemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas yang berisi identitas korban,” kata Yusuf.
Temuan ini menjadi bagian dari penyelidikan untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi setelah Aris dipisahkan dari para penumpangnya. Aparat akan menghubungkan bukti di lokasi dengan keterangan mengenai perjalanan terakhir korban.
Video Penyanderaan Turut Diperiksa
Sebelum ditemukan meninggal, Aris disebut sempat disandera. Dalam video yang beredar, ia tampak mengenakan jaket hitam dan celana pendek krem, memegang bendera bintang kejora, serta diminta menyampaikan pernyataan mengenai Papua.
Rekaman itu juga memperlihatkan sejumlah orang yang disebut anggota KKB berada di sekeliling korban. Beberapa di antaranya tampak membawa senjata api laras panjang dan panah. Aris disebut dipaksa mengucapkan dukungan terhadap kemerdekaan Papua, sementara salah seorang pria mengarahkan senjata laras panjang ke kepalanya.
Video tersebut menjadi salah satu materi yang dapat membantu penyidik memahami situasi yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal. Namun, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan konteks, waktu perekaman, dan pihak-pihak yang terlihat dalam rekaman.
FAQ Kematian Sopir Travel di Jalur Wamena-Nduga
Apakah keterlibatan KKB Ndugama sudah dipastikan?
Belum. Aparat menerima informasi yang mengarah kepada KKB Kodap III Ndugama, tetapi masih melakukan pendalaman dan verifikasi sebelum menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu.
Siapa Aris Sanda?
Aris Sanda adalah warga sipil asal Toraja yang bekerja sebagai sopir travel atau angkutan lajur. Ia disebut telah menjalankan pekerjaan tersebut sekitar 13 tahun di jalur Wamena-Nduga.
Apa saja barang bukti yang ditemukan di lokasi?
Petugas menemukan kendaraan korban dalam kondisi terbakar, jenazah Aris di dalam kendaraan, satu selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter, dan tas yang berisi identitas korban.

