Berita

Residivis Kambuhan di Bogor: Hunting Masjid Sepi, Kotak Amal Jadi Incaran

Seorang pria yang pernah mendekam di penjara karena kasus penipuan kembali melakukan tindak pidana pencurian di wilayah Bogor. Kali ini, korban adalah kotak

Desk Berita
Published Agustus 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
residivis-ditangkap-lagi-usai-bobol-4-kotak-amal-di-bogor-1786011251674_169-1
Foto : Mary Davis - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Pelanggaran Ulang di Bogor: Mantan Narapidana Targetkan Masjid Sepi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Pelanggaran Ulang di Bogor: Mantan Narapidana Targetkan Masjid Sepi

Wahanaberita.com – Seorang pria yang pernah mendekam di penjara karena kasus penipuan kembali melakukan tindak pidana pencurian di wilayah Bogor. Kali ini, korban adalah kotak amal yang ditempatkan di berbagai masjid. Yang menarik, pelaku tidak asal memilih lokasi. Ia terlebih dahulu melakukan survei untuk menemukan tempat ibadah yang sepi agar aksinya berjalan lancar.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hillal Adi Himawan, mengonfirmasi bahwa pria berinisial R telah diamankan. Pria ini dituduh mencuri empat kotak amal dari beberapa tempat ibadah. Saat ini, tersangka sedang menjalani penyelidikan lebih lanjut di kantor Polsek Gunung Putri.

Modus dan Waktu Pelanggaran

Berdasarkan catatan polisi, aksi terakhir tersangka terjadi pada 2 Agustus 2026 di Desa Cikeas Udik. Sebelumnya, ia juga melakukan hal serupa di Desa Karanggan pada 23 Juli 2026. Cara kerjanya cukup sistematis. Setelah memastikan kondisi sekitar aman, tersangka membongkar kotak amal menggunakan obeng. Uang yang terkumpul kemudian diambil, sementara kotak amal dibuang ke lahan kosong.

“Tim Polsek Gunung Putri berhasil mengungkap kasus pencurian kotak amal yang meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Gunung Putri. Seorang pria berinisial R berhasil diamankan dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” kata Kapolsek Gunung Putri Kompol Hillal Adi Himawan, Kamis (6/8).

Kerugian yang dialami pengurus masjid cukup signifikan. Setiap kotak amal yang hilang membawa nilai sekitar Rp 3 juta dan Rp 2 juta. Uang hasil curian tersebut sebagian besar sudah digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Latar Belakang Pelanggar

Pria ini bukan pertama kalinya berurusan dengan hukum. Ia merupakan residivis yang pernah menjalani hukuman di wilayah hukum Polres Metro Depok. Kasus sebelumnya berkaitan dengan penipuan dengan modus mengaku sebagai letnan kolonel TNI Angkatan Darat. Tujuannya adalah untuk meyakinkan korban dalam proses pengurusan sertifikat atau kepengurusan tanah.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku menjalankan aksinya dengan cara terlebih dahulu melakukan survei terhadap lokasi masjid maupun musala yang dinilai sepi,” bebernya.

Polisi juga mengungkap strategi lain yang digunakan tersangka. Ia memetakan masjid-masjid yang relatif sepi dan kemungkinan tidak terkunci. Setelah masuk ke dalam musala atau masjid, ia langsung mengambil kotak amal tanpa menimbulkan kecurigaan.

Barang Bukti dan Penetapan Tersangka

Selama proses penangkapan, petugas menyita berbagai barang bukti. Di antaranya adalah obeng yang digunakan untuk membongkar kotak, pakaian, jaket, tas, serta uang tunai. Jumlah uang yang ditemukan sekitar Rp 200 ribu. Sisanya sudah habis digunakan tersangka.

“Berdasarkan keterangan dari pelaku, pelaku itu melihat masjid yang kondisinya sepi, yang mungkin setelah dilakukan pengecekan sama pelaku tidak terkunci, sehingga pelaku masuk. Kemudian masuk ke dalam musala atau masjid dan mengambil kotak amal,” kata Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri Ipda Rudolf Pasaribu, Sabtu (8/8).

Tersangka R kini dijerat dengan Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pasal tersebut mengatur tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun. Polisi telah menyelesaikan tahap penyelidikan awal dan tersangka siap menghadapi proses hukum selanjutnya.

Frequently Asked Questions

What is Residivis Kambuhan di Bogor?

Residivis Kambuhan di Bogor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Residivis Kambuhan di Bogor matter?

Residivis Kambuhan di Bogor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment