Pramono Sindir ASN Curi-curi Hindari Angkutan Umum Hari Rabu
ASN Masih Mengakali Aturan Transportasi Umum
Wahanaberita.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kembali menyoroti fenomena sebagian aparatur sipil negara (ASN) yang masih mengakali ketentuan wajib menggunakan transportasi umum pada hari Rabu. Dalam pernyataannya, ia secara halus menyindir bahwa masih ada pegawai yang “curi-curi” dengan membawa kendaraan pribadi ke kantor meskipun aturan sudah ditegakkan dengan tegas.
Komentar ini disampaikan Pramono saat menghadiri Entry Meeting Penilaian Opini Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026. Dalam kesempatan ini, Gubernur menjelaskan bahwa kebijakan wajib angkutan massal bagi ASN mulai menunjukkan hasil positif, namun masih ada beberapa pegawai yang berusaha menghindari ketentuan tersebut.
Pramono mengungkapkan bahwa ia menyadari betul adanya ASN yang tetap menggunakan kendaraan pribadi. Namun, cara mereka menghindari aturan cukup unik. Mereka biasanya menitipkan mobil di kawasan permukiman sekitar kantor sebelum berjalan kaki menuju gedung Balai Kota. Setelah pekerjaan selesai dan suasana sudah sepi, barulah mereka mengambil kembali kendaraan yang dititipkan.
“Dan itu tercermin dalam setiap hari Rabu saya memutuskan semua ASN Balai Kota wajib menggunakan transportasi umum,” kata Pramono.
Strategi ASN Menghindari Aturan
Meskipun kebijakan sudah diterapkan, Gubernur mengakui masih ada ASN yang menghindari aturan tersebut. Mereka biasanya menitipkan mobil di kawasan permukiman sebelum berjalan kaki menuju kantor, lalu mengambilnya kembali saat suasana sudah sepi. Cara ini memungkinkan mereka tetap terlihat taat aturan sambil tetap menggunakan kendaraan pribadi.
“Walaupun kadang-kadang banyak yang curi-curi juga. Bukannya saya tidak tahu, saya juga tahu. Mobilnya biasanya dititipin di IRTI itu, ke sininya jalan kaki, baru kemudian kalau sudah sepi mobilnya diambil,” ujarnya disambut tawa peserta.
Data BPS Konfirmasi Peningkatan Pengguna
Pramono menjelaskan bahwa kewajiban ASN menggunakan transportasi umum setiap Rabu merupakan salah satu langkah strategis membangun budaya angkutan massal di Jakarta. Ia juga meyakini bahwa kebijakan Pemprov DKI dalam pengembangan transportasi umum telah memberikan hasil nyata yang dapat diukur secara statistik.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengguna transportasi umum mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Pramono menyebutkan bahwa pengguna TransJakarta bertambah 14,99 persen, LRT Jakarta meningkat 26,42 persen, dan MRT Jakarta naik 17,57 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
“Artinya apa? Kebijakan itu sudah on the right track,” lanjutnya.
Kepuasan Pemimpin Terukur dari Respons Publik
Menurut Gubernur, kepuasan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kelancaran prosedur dan standar operasional, tetapi juga dari kemampuan masyarakat merasakan manfaat kebijakan serta beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Pramono menekankan bahwa keberhasilan sebuah kebijakan terlihat dari perubahan perilaku masyarakat.
“Bagi saya pribadi kepuasan itu kalau kemudian secara prosedur SOP-nya bisa dijalankan dan publiknya, masyarakatnya memberikan respons yang cukup baik dan kemudian mereka mau shifting, berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum,” pungkasnya.
FAQ: Pramono Sindir ASN Curi-curi Transportasi Umum
Apa yang dimaksud ASN dalam konteks ini? ASN atau Aparatur Sipil Negara adalah pegawai pemerintah yang bekerja di lingkungan pemerintahan, termasuk di Balai Kota DKI Jakarta.
Kapan aturan wajib transportasi umum untuk ASN berlaku? Aturan ini berlaku setiap hari Rabu sebagai bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta meningkatkan penggunaan angkutan umum.
Bagaimana cara ASN menghindari aturan tersebut? Beberapa ASN menitipkan mobil di kawasan permukiman sekitar kantor, berjalan kaki ke kantor, lalu mengambil mobil kembali saat suasana sepi.
Berapa persen kenaikan pengguna transportasi umum? TransJakarta naik 14,99 persen, LRT Jakarta meningkat 26,42 persen, dan MRT Jakarta naik 17,57 persen menurut data BPS.
