Berita

Pramono Perintahkan DLH Bersihkan Gunungan Sampah Dekat SD Kedaung Kali Angke

Pramono Perintahkan DLH Bersihkan Gunungan Sampah yang menumpuk di kawasan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan

Desk Berita
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Pramono Perintahkan DLH Bersihkan Gunungan Sampah Kedaung
  2. Related Reading

Pramono Perintahkan DLH Bersihkan Gunungan Sampah Kedaung

Wahanaberita.com – Pramono Perintahkan DLH Bersihkan Gunungan Sampah yang menumpuk di kawasan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan instruksi mendesak kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menyingkirkan tumpukan sampah besar yang menghalangi akses jalan di sekitar SDN Kedaung Kali Angke 12. Kondisi ini dinilai telah mengganggu kenyamanan warga, terutama para siswa dan orang tua yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut. Tumpukan sampah yang tinggi ini tidak hanya menghalangi jalur pejalan kaki, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Respons Cepat Setelah Melihat Rekaman Video

Pada Jumat pagi, tanggal 7 Agustus 2026, Pramono menerima rekaman video yang menunjukkan kondisi gunungan sampah di Kedaung Kali Angke. Melihat tayangan tersebut, gubernur segera menghubungi Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, untuk melakukan tindakan nyata di lapangan. Instruksi ini diberikan dengan segera karena kondisi yang terlihat dalam video cukup memprihatinkan dan membutuhkan penanganan cepat.

Menurut rekaman yang beredar luas di media sosial, tumpukan sampah di Kelurahan Kedaung Kali Angke meluas hingga menutupi jalur menuju dua sekolah, yaitu SDN Kedaung Kali Angke 12 Pagi dan SDN Kedaung Kali Angke 03 Pagi. Hal ini tentu menjadi perhatian khusus karena akses pendidikan anak-anak terganggu oleh keberadaan sampah tersebut.

Tadi pagi kebetulan saya mendapatkan video tentang itu dan saya langsung meminta kepada Dinas LH, Pak Dudi, untuk segera membersihkan, kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.

Identifikasi Sumber Sampah Ilegal dari Sektor Swasta

Pramono menjelaskan bahwa sumber tumpukan tersebut berasal dari kegiatan pihak swasta yang membuang limbah secara tidak sah. Ia menekankan bahwa praktik ini harus segera dihentikan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang. Dalam pernyataannya, gubernur menyebutkan bahwa pihak swasta memanfaatkan layanan pengangkutan dari sektor horeka—hotel, restoran, dan kafe—kemudian membuang limbah di tempat yang tidak seharusnya.

Memang sekali lagi yang melakukan adalah swasta. Dan yang seperti ini tidak boleh terjadi, ujarnya tegas.

Gubernur juga telah memerintahkan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta untuk mempublikasikan nama-nama pelaku penimbunan sampah ilegal. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat. Dengan pengumuman publik, diharapkan para pelaku akan lebih bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Saya sudah minta kepada Kominfotik untuk segera mengumumkan siapa pun pelaku yang kemudian menikmati, mengambil sampah dari Horeka (hotel, restoran, kafe), menimbun di satu tempat yang ilegal dan tidak bertanggung jawab, jelasnya.

Tindakan Tegas dan Pencegahan Jangka Panjang

Pramono menyoroti bahwa ketika masalah muncul, para pelaku cenderung menghilang dan membiarkan pemerintah DKI Jakarta yang membersihkan. Fenomena serupa telah terjadi di tiga hingga empat lokasi yang belakangan menjadi perbincangan publik. Hal ini menunjukkan bahwa masalah sampah ilegal bukan hanya terjadi di satu tempat, tetapi merupakan masalah sistemik yang perlu penanganan komprehensif.

Kemudian begitu ada persoalan, mereka seakan-akan menghilang. Dan Pemerintah DKI Jakarta yang harus melakukan pembersihan, katanya.

Sebagai langkah awal, gubernur telah meminta agar tindakan tegas diambil terhadap para pelaku. Selain itu, ia juga akan meminta pelaku usaha horeka untuk tidak lagi menggunakan jasa perusahaan pengangkut sampah yang terbukti melakukan pembuangan ilegal. Langkah preventif ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Yang kedua, pada saatnya nanti semua akan kita umumkan kepada publik. Dan kami akan minta kepada Horeka, hotel, restoran, kafe yang selama ini dilayani oleh mereka untuk tidak menggunakan jasa mereka, pungkasnya.

FAQ: Informasi Penting tentang Kasus Sampah Kedaung

Berapa banyak lokasi yang terdampak kasus sampah ilegal? Saat ini terdapat tiga hingga empat lokasi yang menjadi perhatian dan telah menjadi perbincangan publik terkait pembuangan sampah ilegal.

Apa yang akan dilakukan terhadap pelaku sampah ilegal? Pemerintah DKI Jakarta akan mengumumkan nama-nama pelaku melalui Diskominfotik dan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Bagaimana peran sektor horeka dalam kasus ini? Sektor horeka (hotel, restoran, kafe) menjadi sumber sampah yang kemudian dibuang secara ilegal oleh perusahaan pengangkut. Pemerintah akan meminta horeka untuk tidak lagi menggunakan jasa perusahaan yang terbukti melakukan pembuangan ilegal.

Kapan pembersihan gunungan sampah akan selesai? DLH DKI Jakarta telah menerima instruksi langsung dari Gubernur Pramono Anung untuk segera membersihkan tumpukan sampah di Kedaung Kali Angke. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas yang tersedia.

Apakah ada sanksi bagi pelaku yang membuang sampah ilegal? Ya, pelaku yang terbukti membuang sampah secara ilegal akan dikenakan sanksi sesuai peraturan daerah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di DKI Jakarta.

Leave a Comment