Polisi Ungkap Peran 3 Pria di NTT yang Bakar Hidup-hidup Burung Hantu
Tiga laki-laki yang tinggal di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, akhirnya diamankan oleh pihak berwajib. Mereka dituduh melakukan penyiksaan berat
Table of Contents
Tiga Warga Manggarai Barat Ditangkap Usai Bakar Hidup-hidup Burung Hantu
Wahanaberita.com – Tiga laki-laki yang tinggal di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, akhirnya diamankan oleh pihak berwajib. Mereka dituduh melakukan penyiksaan berat hingga membakar seekor burung hantu dalam keadaan masih hidup. Aksi kejam yang terekam dan viral di platform media sosial kini telah diungkap secara detail oleh kepolisian.
Kronologi Kejadian di Kampung Bajak
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, memberikan rincian lengkap mengenai peristiwa tersebut. Insiden ini terjadi pada tanggal 7 Agustus 2026, tepatnya sekitar pukul 20.00 WITA. Lokasinya berada di area Kampung Bajak, Desa Benteng Ndope, Kecamatan Pacar, Manggarai Barat.
Ketiga tersangka yang terlibat berasal dari Kampung Bajak sendiri. Identitas mereka adalah GJ berusia 30 tahun, SB berusia 41 tahun, serta VJ berusia 25 tahun.
Menurut keterangan Lufthi, awal mula kejadian bermula ketika GJ melihat seekor burung hantu sedang bertengger di tiang dapur milik SB. Melihat kesempatan itu, GJ segera memanggil SB dan VJ untuk membantu menangkap burung tersebut tanpa menggunakan alat apapun.
Setelah berhasil ditangkap dengan tangan kosong, burung hantu dibawa ke area depan kios. Di sana, ketiga pria tersebut mulai menyiksa satwa langka itu sebelum akhirnya membakarnya hingga hangus.
Di lokasi depan kios, perlakuan kejam terhadap satwa tersebut dimulai. Terduga pelaku VJ memegang kedua sayap burung hantu, sementara GJ mengambil sepotong kayu kecil dan memukul bagian kepala burung hantu tersebut secara berulang kali.
Proses penyiksaan tidak berhenti di situ. VJ kemudian menyalakan api dan membakar burung hantu yang masih bernapas hingga menjadi abu. Sementara itu, SB tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan aksi tersebut. Sebaliknya, pria berusia 41 tahun itu justru merekam seluruh momen dengan telepon genggamnya.
Sangat disayangkan, bukannya mencegah, terduga pelaku SB justru merekam seluruh proses pemukulan hingga pembakaran burung hantu tersebut dari awal hingga akhir.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan sikap tidak peduli terhadap satwa. Ketiga pria kini menghadapi proses hukum atas perbuatan sadis mereka terhadap burung hantu tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Polisi Ungkap Peran 3 Pria di NTT?
Polisi Ungkap Peran 3 Pria di NTT is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Polisi Ungkap Peran 3 Pria di NTT matter?
Polisi Ungkap Peran 3 Pria di NTT matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
