Berita

Pagar Mal Kokas Disorot Pramono Berujung Dibongkar

Pemasangan pagar tinggi di berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta, khususnya Mal Kota Kasablanka atau yang dikenal sebagai Kokas di kawasan Jakarta Selatan

Desk Berita
Published Agustus 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Pramono Anung Perintahkan Pembongkaran Pagar Tinggi Mal di Jakarta
  2. Related Reading

Pramono Anung Perintahkan Pembongkaran Pagar Tinggi Mal di Jakarta

Wahanaberita.com – Pemasangan pagar tinggi di berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta, khususnya Mal Kota Kasablanka atau yang dikenal sebagai Kokas di kawasan Jakarta Selatan, menarik perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Respons cepat dari sang gubernur akhirnya membawa dampak berupa pembongkaran pagar-pagar tersebut di pusat perbelanjaan. Langkah ini diambil untuk memperbaiki citra ibu kota yang dinilai terganggu oleh keberadaan pagar-pagar tinggi tersebut.

Pramono menilai langkah pemasangan pagar secara berlebihan ini justru menciptakan persepsi bahwa ibu kota sedang mengalami ketidakamanan. Ia menjelaskan bahwa dirinya memantau ketat perkembangan pemasangan pagar-pagar yang kemudian tumbuh menjadi sangat tinggi di beberapa lokasi. Menurut gubernur, kondisi ini tidak mencerminkan situasi sebenarnya di Jakarta.

“Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan, apa pun, Jakarta itu aman, nyaman,” ujar Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta Pusat pada Sabtu (1/8/2026).

Manajemen Lokal yang Mengambil Keputusan

Menurut informasi dari Alexander Tedja, pendiri Pakuwon Group, pagar yang terpasang di Kokas merupakan hasil keputusan manajemen lokal. Langkah ini diambil tanpa arahan khusus dari pemegang saham maupun kantor pusat perusahaan. Keputusan tersebut murni berasal dari tim pengelola mal yang ingin memastikan keamanan pengunjung.

“Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar,” kata Alexander Tedja dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip pada Minggu (2/8).

Pramono menekankan bahwa para pelaku usaha, pengelola mal, pemilik properti, hingga perkantoran tidak perlu memasang pagar secara berlebihan. Kondisi tersebut justru berpotensi memunculkan persepsi negatif terhadap citra Jakarta di mata publik. Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi dengan aparat keamanan sudah berjalan baik.

“Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu,” tambahnya.

Pagar Telah Dibongkar

Kini, pemandangan pagar tinggi di Mal Kokas sudah tidak lagi terlihat. Pemasangan pagar besi yang sempat menghiasi area depan mal telah dihapuskan. Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi pada Minggu (2/8/2026), bagian depan mal telah kembali seperti kondisi semula. Yang tersisa hanyalah bekas fondasi tiang pagar di lokasi.

Pengunjung mal tampak beraktivitas secara normal tanpa hambatan apapun. Suasana kembali kondusif dan nyaman bagi para pengunjung yang datang untuk berbelanja maupun bersantai. Pembongkaran dilakukan dengan cepat dan efisien oleh tim yang ditunjuk.

Kesaksian Warga Sekitar

Hamdan, seorang pedagang di sekitar Kokas, mengungkapkan bahwa ia masih melihat pagar tersebut pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, saat pagi harinya hendak berjualan, pagar itu sudah tidak terlihat lagi. Kecepatan pembongkaran ini menjadi perhatian warga sekitar.

“Kemarin sih malam masih ada pulang dagang, tapi besokannya lagi (pagi ini) berangkat udah nggak ada,” kata Hamdan saat ditemui di sekitar lokasi pada Minggu (2/8).

Zaidin Santoso, warga lain yang tinggal di sekitar lokasi, memberikan kesaksian yang serupa. Ia menyatakan masih melihat pagar berdiri pada pukul 23.00 WIB. Zaidin menambahkan bahwa pagar tersebut sudah terpasang sejak sekitar satu minggu sebelumnya.

“Kalau tahunya kapan (dibongkar) nggak, cuma semalam sampai jam 11 udah nggak ada,” ucap Zaidin.

Menurut Zaidin, Mal Kokas terlihat lebih bagus tanpa kehadiran pagar tinggi. Ia juga menyebutkan bahwa pemasangan pagar mungkin berkaitan dengan isu-isu kerusuhan yang beredar di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi publik sangat dipengaruhi oleh informasi yang beredar.

“Karena biasanya gak ada pagernya ya bagusan begitu. Kadang kita lihat medsosnya, ada isu-isu (kerusuhan) itu, mungkin karena isu-isu itu,” ungkapnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pembongkaran Pagar Mal Kokas

Kapan pagar Mal Kokas mulai dipasang? Pagar tersebut sudah terpasang sejak sekitar satu minggu sebelum pembongkaran dilakukan, tepatnya pada awal Agustus 2026.

Siapa yang mengambil keputusan pembongkaran? Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan arahan untuk segera membongkar pagar-pagar yang terpasang secara berlebihan di pusat perbelanjaan.

Apakah ada biaya pembongkaran yang ditanggung pihak mal? Pembongkaran dilakukan oleh manajemen lokal Mal Kokas sebagai bagian dari kebijakan internal mereka tanpa bantuan tambahan dari pemerintah daerah.

Bagaimana reaksi pengunjung setelah pagar dibongkar? Pengunjung mal tampak beraktivitas secara normal dan merasa lebih nyaman tanpa hambatan pagar tinggi di area depan mal.

Apakah pagar-pagar di mal lain juga akan dibongkar? Pramono menyatakan akan segera mengoordinasikan penertiban pagar-pagar di berbagai lokasi, termasuk mal-mal lain di Jakarta.

Pramono kembali menegaskan bahwa jangan sampai keberadaan pagar-pagar tinggi membentuk citra bahwa Jakarta sedang dalam kondisi tidak aman. Ia meyakini bahwa situasi Jakarta saat ini kondusif dan aman, sebagaimana hasil koordinasi dengan aparat keamanan dan penegak hukum di berbagai sektor. Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan Jakarta, pembaca dapat mengunjungi artikel lengkap di detik.com.

Leave a Comment