Titiek Soeharto Puji Kepercayaan Publik Tinggi terhadap Polri: New Policy sebagai Pendorong Perbaikan
New Policy kembali menjadi sorotan setelah Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi kenaikan signifikan kepercayaan publik terhadap Polri. Menurut Titiek, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin yakin akan efektivitas dan konsistensi lembaga tersebut dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai, New Policy menjadi fondasi penting dalam membentuk kepercayaan yang terus meningkat.
Dalam wawancara terbarunya, Titiek menyampaikan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri telah mencapai level yang menggembirakan, terutama setelah upaya-upaya perbaikan yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir. “Hasil survei menunjukkan bahwa New Policy berhasil memperkuat kepercayaan masyarakat, karena keberhasilan Polri dalam menjaga keamanan dan kualitas pelayanan,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (27/6/2026).
“Kepuasan publik terhadap Polri bukan sekadar angka, tetapi bentuk apresiasi terhadap hasil kerja keras yang berkelanjutan. New Policy menjadi wadah untuk mengukur kemajuan tersebut, serta memberikan arah yang jelas bagi perbaikan lebih lanjut,” kata Titiek.
Survei Litbang Kompas: Kenaikan Kepercayaan Masyarakat terhadap Polri
Survei Litbang Kompas, yang dilakukan antara 9 hingga 18 April 2026, mengungkapkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri meningkat hingga 82,4 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 6,2 persen dari survei tahun sebelumnya yang mencatat 76,2 persen. Dalam survei tersebut, responden diwawancara mengenai keyakinan mereka terhadap kemampuan Polri dalam menjalankan tugasnya dalam rangka New Policy yang ditetapkan pemerintah.
Hasil survei menunjukkan bahwa:
- 82,4% responden menyatakan yakin Polri akan terus meningkatkan kinerja di masa depan
- 12,1% responden tidak yakin
- 5,5% responden tidak tahu
Survei menggunakan metode wawancara tatap muka dengan 1.200 partisipan, yang dipilih secara acak melalui teknik pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, menunjukkan bahwa hasil ini cukup meyakinkan. Kenaikan ini dianggap sebagai bukti bahwa New Policy yang dijalankan Polri berhasil mencapai tujuannya.
Manfaat New Policy untuk Kinerja Polri
Titiek Soeharto menekankan bahwa New Policy memberikan dampak nyata dalam menyejajarkan kinerja Polri dengan harapan masyarakat. “Kepercayaan publik meningkat karena New Policy memastikan setiap tindakan Polri didasarkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang responsif,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa kebijakan baru ini memberikan kerangka kerja yang lebih jelas bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dalam konteks New Policy, Titiek juga menyoroti beberapa inisiatif yang berhasil mengubah citra Polri di mata masyarakat. Contohnya adalah pengembangan sistem pelaporan kasus secara digital, yang mempercepat proses penanganan kejahatan dan meminimalkan kesalahan administratif. “Penerapan New Policy dalam operasional Polri membuatnya lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, sehingga mendorong peningkatan kepercayaan,” imbuhnya.
“New Policy tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga menjadi bimbingan untuk menjalankan tugas dengan lebih baik. Karena itu, keberhasilan ini patut diapresiasi, dan kita harus terus memperkuat komitmen terhadap kebijakan tersebut,” tegas Titiek.
Menurut Titiek, kenaikan kepercayaan ini juga menjadi momentum untuk mengukur efektivitas New Policy dalam jangka panjang. Ia menyarankan agar kebijakan tersebut terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk masyarakat luas. “Kita harus mengingat bahwa New Policy adalah cermin dari komitmen Polri untuk memberikan yang terbaik kepada rakyat,” lanjutnya.
Titiek juga mengapresiasi peran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mendorong penerapan New Policy. Ia menilai, upaya Kapolri untuk membangun kedaulatan pangan nasional, seperti pengembangan produksi jagung, menjadi contoh nyata keberhasilan New Policy. “Ini menunjukkan bahwa New Policy tidak hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang peran Polri dalam mendukung pembangunan nasional,” tambahnya.
