Berita

Main Agenda: Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen Main Agenda - Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif dan kesetaraan

Desk Berita
Published Juli 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen

Main Agenda – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif dan kesetaraan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan bahwa Main Agenda pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menjadi langkah strategis dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Acara ini, yang dihadiri oleh para calon peserta didik dan tamu undangan, menggambarkan upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih merata, khususnya di daerah yang kurang terlayani oleh sistem pendidikan formal.

Kegiatan MPLS dengan Fokus pada Penjangkauan

MPLS yang dibuka oleh Gus Ipul pada Selasa, 14 Juli 2026, tidak hanya sekadar acara pembukaan, tapi juga menandai implementasi model pendidikan Sekolah Rakyat yang bertujuan menjangkau keluarga miskin dan anak-anak dari latar belakang sosial yang beragam. Proses penerimaan peserta didik tidak melalui sistem pendaftaran yang rumit, melainkan melalui penggalangan oleh pendamping sosial Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tim pendidikan lokal. Main Agenda pada acara ini adalah memberikan akses pendidikan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, tanpa hambatan birokrasi.

Dalam MPLS, siswa dan siswi Sekolah Rakyat Tahun 78 (SRT 78) Sragen serta Sekolah Rakyat Madrasah Aliyah (SRMA) 17 Surakarta menghadirkan berbagai pertunjukan seni, termasuk baris-berbaris dan yel-yel yang menunjukkan semangat para calon peserta didik. Aktivitas ini bertujuan membangun keakraban antara siswa dan lingkungan belajar, serta menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah tempat yang membuka peluang belajar bagi semua.

Interaksi Gus Ipul dengan Calon Peserta Didik

Pada acara tersebut, Gus Ipul secara langsung berinteraksi dengan para calon siswa, menggali aspirasi dan kesungguhan mereka menghadapi proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Main Agenda dari pertemuan ini adalah memastikan bahwa para peserta didik merasa siap dan antusias untuk mengikuti program yang diberikan. Ia mengatakan, “Kita ingin membuktikan bahwa Sekolah Rakyat bisa menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung, dengan menawarkan pembelajaran yang berkualitas dan bisa diakses oleh siapa pun.”

“Siap sekolah?” tanya Gus Ipul kepada para calon peserta didik, dikutip dari siaran pers.

“Siap!” jawab mereka secara serempak dengan semangat.

“Ada yang ingin mundur?” tanya Gus Ipul kembali.

“Tidak!” jawab para siswa dengan tegas.

“Alhamdulillah, semuanya sudah bersemangat untuk mengikuti proses belajar mengajar,” ujar Gus Ipul.

Sekolah Rakyat di Sragen, yang menjadi contoh nyata dari kebijakan Main Agenda ini, menerapkan sistem pembelajaran yang menekankan keaktifan dan keberagaman. Selain itu, acara MPLS juga memperlihatkan kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Dinas Pendidikan, sehingga seluruh lapisan masyarakat bisa terlibat dalam upaya membangun pendidikan yang lebih inklusif. Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tergantung pada keterlibatan masyarakat dan sinergi antar lembaga.

Peran Sekolah Rakyat dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Menurut Gus Ipul, jumlah siswa baru yang bergabung di Sekolah Rakyat mencapai sekitar 28 ribu orang, yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA, tersebar di beberapa lokasi. Main Agenda dari kebijakan ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga memberikan fasilitas pendidikan yang komprehensif. Dengan program MPLS, para siswa bisa lebih dikenalkan dengan kurikulum dan metode pengajaran yang berbeda dari sekolah formal, sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan belajar mereka.

“Dan ini jumlahnya masih akan terus bertambah,” tambah Gus Ipul.

Di sisi lain, seorang ibu dari calon siswa, Murni, menyampaikan kegembiraannya karena putrinya Septiana Selfi Safira (12 tahun) berhasil masuk ke Sekolah Rakyat. Main Agenda dari program ini, menurutnya, adalah memberikan peluang pendidikan yang layak tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga. “Anak saya walaupun lahir dari keluarga tidak mampu, Alhamdulillah mendapat peringkat pertama terus, jadi senang dengan matematika,” ungkap Murni.

Acara pembukaan MPLS juga dihadiri oleh Sekjen Kementerian Sosial Robben Rico, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, serta pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar yang menghadiri secara daring melalui Zoom. Hadirnya tokoh-tokoh ini menegaskan bahwa Main Agenda dari Sekolah Rakyat adalah menjadi bagian dari upaya nasional untuk menekan kesenjangan pendidikan dan meningkatkan kualitas belajar bagi semua lapisan masyarakat. Gus Ipul menambahkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya tentang jumlah siswa, tapi juga tentang dampak yang dihasilkan terhadap kualitas hidup mereka.

Leave a Comment