Berita

Key Discussion: Plt Sekjen MPR Ungkap Sejumlah Inovasi dalam Gelaran LCC Empat Pilar

mpat Pilar 2026 di Kalimantan Tengah: Key Discussion MPR RI Key Discussion menjadi sorotan utama dalam gelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI

Desk Berita
Published Juni 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Inovasi LCC Empat Pilar 2026 di Kalimantan Tengah: Key Discussion MPR RI

Key Discussion menjadi sorotan utama dalam gelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026, yang dilaksanakan di Kalimantan Tengah. Plt Sekjen MPR RI, Siti Fauziah (dikenal sebagai Titi), menjelaskan sejumlah perubahan signifikan dalam penyelenggaraan lomba tahun ini. Pembaruan tersebut mencakup peningkatan sistem penilaian, penguatan mekanisme pengawasan, dan penambahan kategori penghargaan baru untuk meningkatkan kualitas kompetisi serta keterlibatan peserta.

Dalam Key Discussion yang disampaikan Titi, terungkap bahwa inovasi-inovasi ini diusung sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai empat pilar kebangsaan, yaitu keadilan, kesatuan, kesejahteraan, dan keamanan. Lomba yang digelar di tingkat SMA tersebut diharapkan menjadi wadah edukasi sekaligus ajang membangun rasa nasionalisme di kalangan pelajar. Dalam acara penyerahan penghargaan, Titi menyerahkan gelar juara pertama kepada SMAN 2 Katingan Kuala, yang dinilai telah menunjukkan kinerja terbaik di babak penyisihan tingkat Kalimantan Tengah.

Inovasi dalam Sistem Penilaian dan Mekanisme Pengawasan

Salah satu inovasi utama yang diaplikasikan adalah sistem pemantauan selama proses penilaian. Titi menjelaskan bahwa hal ini memungkinkan dewan juri dan panitia untuk meninjau ulang jawaban peserta jika terjadi perbedaan pendapat. “Dalam kejuaraan LCC, sekarang ada sistem Monitoring. Apabila ada permasalahan atau ketidaksepahaman dalam penilaian, kita bisa melihat rekam ulangnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).

Sistem ini juga memperkuat transparansi dan objektivitas dalam penilaian. Titi menambahkan bahwa seluruh juri wajib menggunakan headphone monitor selama lomba berlangsung, agar semua jawaban peserta terdengar jelas dan terhindar dari kesalahan interpretasi. “Banyak teknis lomba yang kami evaluasi. Sekarang, juri juga harus menggunakan Headphone. Itu menjadi kewajiban agar lebih jelas mendengarkan jawaban-jawaban peserta,” katanya.

Dengan adanya mekanisme ini, Titi berharap kualitas kejuaraan bisa terus meningkat. Pembaruan sistem penilaian dan pengawasan ini juga diharapkan memberikan manfaat kepada peserta lomba, karena memastikan proses kompetisi lebih adil dan bisa diperiksa kembali jika diperlukan. Selain itu, Titi menyebut bahwa kehadiran juri daerah menjadi poin penting untuk memperkaya perspektif penilaian.

Kategori Baru: Apresiasi Yel-Yel Terbaik

Sejumlah inovasi lainnya adalah peluncuran kategori baru bernama Apresiasi Yel-Yel Terbaik. Kategori ini ditujukan untuk menilai kreativitas peserta dalam menampilkan semangat kebangsaan melalui yel-yel yang dibawakan di awal perlombaan. “Yel-yel ini sekarang kami nilai dengan harapan para peserta menampilkan kreasi yang berbau kedaerahan, nasional, dan internasional,” tuturnya.

Titi menjelaskan bahwa penilaian terhadap yel-yel mencakup penggunaan bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa Indonesia yang baik. “Saya pribadi melihat penggunaan bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa Indonesia yang baik dari materi yang ditampilkan,” pungkasnya. Kategori ini diharapkan bisa menjadi alat untuk menggali kebanggaan terhadap budaya lokal sekaligus menunjukkan keanekaragaman nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

Berikut adalah daftar SMAN yang meraih penghargaan Apresiasi Yel-Yel Terbaik dalam LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Tengah:

  • Apresiasi Yel-Yel Terbaik di Babak Penyisihan 1 diberikan kepada SMAN 1 Pangkalan Bun.
  • Apresiasi Yel-Yel Terbaik di Babak Penyisihan 2 diberikan kepada SMAN 1 Kuala Kurun.
  • Apresiasi Yel-Yel Terbaik di Babak Penyisihan 3 diberikan kepada SMAN 1 Buntok.

Kategori ini menjadi bagian dari Key Discussion yang membahas bagaimana LCC Empat Pilar 2026 diusahakan untuk lebih menarik partisipasi peserta dan meningkatkan kesadaran akan semangat kebangsaan. Titi menyatakan bahwa penghargaan yel-yel akan terus dipertahankan hingga Grand Final di Jakarta, sebagai bentuk apresiasi terhadap ekspresi kreatif yang lebih mencerminkan nilai-nilai empat pilar.

Leave a Comment