HNW Sambut Pakta Pertahanan Mekah, Dorong Kerja Sama OKI Diperkuat
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Hidayat Nur Wahid, memberikan respons positif terhadap penandatanganan pakta pertahanan yang
Table of Contents
HNW Sambut Pakta Pertahanan Mekah: Peluang Penguatan Kerjasama Regional
Wahanaberita.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Hidayat Nur Wahid, memberikan respons positif terhadap penandatanganan pakta pertahanan yang melibatkan Arab Saudi, Pakistan, dan Turki di Kota Mekah. Kesepakatan strategis tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Pakta Pertahanan Mekah dan menjadi sorotan penting dalam diplomasi internasional.
Menurut HNW, inisiatif ini membuka peluang besar bagi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam untuk meningkatkan kolaborasi. Kerjasama yang dimaksud tidak terbatas pada sektor pertahanan saja, melainkan juga mencakup aspek ekonomi dan pendidikan yang saling terkait.
“Inisiatif ini merupakan hal yang sangat baik untuk menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia,” kata HNW dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Peran Tiga Negara Kunci dalam Pakta Pertahanan Mekah
Pakta yang baru saja ditandatangani saat ini masih melibatkan tiga negara saja. Namun, HNW menekankan bahwa Arab Saudi, Pakistan, dan Turki memiliki pengaruh signifikan baik di kawasan Timur Tengah maupun dalam organisasi OKI. Ketiga negara tersebut saling mendukung dalam berbagai sektor seperti politik, teknologi, militer, dan ekonomi.
Oleh karena itu, HNW melihat adanya peluang besar untuk memperluas cakupan pakta ini kepada negara-negara anggota OKI lainnya. Pengembangan kerjasama juga diharapkan dapat mencakup bidang ekonomi dan pendidikan secara lebih komprehensif. Beberapa negara anggota OKI di kawasan tersebut, termasuk Qatar, Oman, Kuwait, Somalia, dan Bahrain, telah menyambut baik kesepakatan pertahanan ini.
HNW menilai semangat kebersamaan perlu terus dipelihara, terutama setelah Menteri Luar Negeri Turki menegaskan bahwa pakta ini ditujukan untuk pertahanan bersama terhadap kemungkinan serangan dari pihak lain, bukan sebagai ancaman bagi Iran.
“Semangat kebersamaan ini, apalagi semuanya adalah negara anggota OKI, harus terus dijaga oleh semua pihak,” tegasnya.
Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
HNW juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Indonesia mendukung berbagai upaya negara-negara sahabat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban global. Ia mengingatkan bahwa Indonesia menganut politik luar negeri Bebas dan Aktif, namun yang perlu ditekankan adalah bagaimana Indonesia bisa aktif terlibat dalam mewujudkan perdamaian dunia.
“Kita memang menganut politik luar negeri Bebas dan Aktif. Namun, yang perlu disoroti bukan hanya bebas, tetapi bagaimana kita bisa aktif terlibat dalam mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia, salah satu, di antaranya melalui Pakta Pertahanan Mekah itu,” jelasnya.
Sebagai salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan sekaligus negara pendiri OKI, Indonesia memiliki potensi untuk mendorong penguatan kerjasama di berbagai bidang. HNW mencontohkan konsep Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah berhasil dikembangkan Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya sebagai model yang bisa diadopsi.
Kerjasama semacam ini bisa diinisiasi secara lebih serius dengan konsep yang mirip dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN. HNW menilai bahwa eratnya kerjasama dalam Pakta Pertahanan Mekah dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan negara-negara OKI sekaligus mengembangkan kerjasama di berbagai sektor.
“Jadi, Pakta Pertahanan Mekah yang sangat erat tersebut, bahkan dibuat seperti model NATO, seharusnya bisa menjadi momentum bersama untuk menjalin persatuan yang lebih erat, dan mengembangkan kerjasama lainnya, seperti kerjasama ekonomi dan pendidikan, sehingga tidak hanya mewujudkan keamanan dan pertahanan, melainkan juga bisa memajukan peradaban dan menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat-rakyatnya,” pungkasnya.
FAQ: Pertanyaan Seputar Pakta Pertahanan Mekah
Apa itu Pakta Pertahanan Mekah? Pakta Pertahanan Mekah adalah kesepakatan strategis antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki yang ditandatangani di Kota Mekah untuk memperkuat pertahanan bersama di kawasan Timur Tengah.
Siapa saja negara yang terlibat dalam pakta ini? Awalnya, pakta ini melibatkan tiga negara yaitu Arab Saudi, Pakistan, dan Turki. Namun, HNW mendorong perluasan ke negara-negara anggota OKI lainnya.
Apakah pakta ini mengancam Iran? Menurut Menteri Luar Negeri Turki, pakta ini ditujukan untuk pertahanan bersama terhadap kemungkinan serangan dari pihak lain, bukan sebagai ancaman bagi Iran.
Bagaimana peran Indonesia dalam pakta ini? Indonesia sebagai pendiri OKI dan negara berpenduduk Muslim terbesar memiliki potensi untuk mendorong penguatan kerjasama di berbagai bidang melalui konsep yang mirip dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN.
