Brimob Polda Metro Jaya Tangkap 3 Pelaku Begal dan 3 Orang Bawa Narkoba di Jakarta Utara
Historic Moment – Dalam rangkaian operasi keamanan yang menjadi Historic Moment bagi kepolisian Jakarta Utara, Brimob Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Utara berhasil menangkap enam remaja dalam dua operasi terpisah pada Sabtu malam. Dari keenam tersangka, tiga di antaranya terlibat dalam aksi begal, sementara tiga lainnya ditemukan membawa narkoba. Penangkapan ini menunjukkan komitmen Polri dalam Historic Moment meningkatkan keterlibatan masyarakat dan memperkuat pengawasan di area rawan.
Operasi di Pademangan dan Tanjung Priok
“Operasi ini mencakup dua lokasi berbeda, yaitu Pademangan dan Tanjung Priok, yang berhasil mengamankan tiga remaja dugaan pelaku begal serta tiga orang yang terbukti membawa narkoba,” ujar Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto, Minggu (19/7/2026). Dalam operasi di Pademangan, tiga pemuda ditangkap setelah mengakui pernah melakukan aksi pembegalan. Sementara di Tanjung Priok, dua klip narkotika tembakau sintetis ditemukan selama penggeledahan terhadap tiga remaja.
Kombes Henik menjelaskan bahwa penangkapan ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memastikan kawasan Jakarta Utara tetap aman. Dia menekankan bahwa operasi bersifat intensif dan berkelanjutan, termasuk pemeriksaan intensif terhadap pelaku kejahatan dan pengguna narkoba. Dengan Historic Moment ini, Polri berharap mampu memberikan contoh efektivitas pencegahan tindakan kriminal.
Proses Penyidikan dan Barang Bukti
Penangkapan di SPBU Rajawali, Pademangan, dilakukan dalam rangka patroli rutin yang meningkatkan keterlibatan langsung dengan warga. Tiga tersangka begal diserahkan ke Polsek Pademangan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sementara di Jalan Jati V, Tanjung Priok, tim patroli menyita dua klip narkotika jenis tembakau sintetis, yang akan digunakan sebagai dasar penyelidikan terkait aktivitas peredaran narkoba.
Kombes Henik menyebutkan bahwa Historic Moment ini juga memperlihatkan koordinasi yang baik antarunit polisi. “Pencegahan kejahatan membutuhkan kehadiran polisi yang aktif, serta kerja sama masyarakat dalam melaporkan kejadian di sekitar mereka,” tambahnya. Ia juga menyoroti peran Call Center Polri 110 sebagai sarana informasi dan laporan kejadian kriminal, yang bisa diakses 24 jam sehari.
Signifikansi untuk Keamanan Wilayah
Operasi ini memberikan dampak positif terhadap keamanan Jakarta Utara, khususnya di area yang sering menjadi target aksi begal dan penggunaan narkoba. Henik menyatakan bahwa upaya ini membantu mengurangi potensi kejahatan dan menegaskan komitmen Polri untuk menjaga ketertiban. “Dengan Historic Moment seperti ini, masyarakat bisa merasa lebih nyaman dan percaya pada kehadiran polisi,” kata dia.
Dalam penjelasannya, Henik juga mengungkapkan bahwa Historic Moment ini tidak terlepas dari pelatihan dan kesiapan personel Brimob. “Kami selalu siap beraksi di setiap lokasi yang membutuhkan, baik untuk mencegah kejahatan maupun menangani kasus yang sudah terjadi,” imbuhnya. Peningkatan keamanan diharapkan mampu mengurangi kejadian kriminal secara signifikan.
Kemitraan dengan Masyarakat
Henik menegaskan bahwa Historic Moment ini juga menjadi bukti kemitraan Polri dengan warga. “Masyarakat diminta untuk terus mengawasi lingkungan sekitar dan segera melaporkan tanda-tanda aktivitas kejahatan,” ujarnya. Kombes Henik menambahkan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku begal dan pengguna narkoba menjadi prioritas untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Dengan Historic Moment ini, Brimob Polda Metro Jaya berharap mampu menjadi contoh keberhasilan pengendalian tindakan kriminal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keseimbangan antara keterlibatan langsung dengan polisi serta aktifitas rutin sehari-hari. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari partisipasi aktif warga,” pungkas Henik.
