Emak-emak Ini Selamat Usai Duel Lawan Buaya yang Terkam Kepalanya
Emak emak Ini Selamat Usai Duel – Seorang perempuan yang dikenal sebagai Wa Gobe berhasil menyelamatkan diri dari ancaman buaya setelah berjuang mempertahankan nyawanya dalam pertarungan sengit di Sungai Wapehale, Desa Lamaeo, Kecamatan Kabawo, Muna. Kejadian ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Muna, Iptu Muhammad Jufri, dalam keterangan persnya yang dilansir detikSulsel, Kamis (20/5/2026). Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena menggambarkan keberanian seorang ibu-ibu dalam menghadapi ancaman hewan buas.
Peristiwa Berdarah di Sungai Wapehale
Dalam kejadian yang terjadi pada Senin (18/5) sekitar pukul 16.00 Wita, Wa Gobe memutuskan untuk mandi di sungai yang terletak di dekat kebun tempat tinggalnya. Seorang ibu-ibu yang tinggal sendirian ini memang rutin mengunjungi lokasi tersebut untuk mencuci bahan makanan atau beristirahat sejenak. Namun, kebiasaan biasa ini justru berubah menjadi momen berbahaya ketika buaya muncul secara tiba-tiba.
“Ketika korban sedang membasahi kepala di dalam air, tiba-tiba seekor buaya muncul dan langsung menyerang bagian kepala korban,” ujar Iptu Muhammad Jufri. Ia menambahkan bahwa buaya tersebut terlihat cukup besar dan agresif, sehingga membuat korban panik. Meski terkejut, Wa Gobe langsung berusaha menangkis serangan itu dengan menggenggam tubuh buaya dan memasukkan tangannya ke mulut satwa itu.
Korban memperlihatkan keberanian yang luar biasa saat berjuang melawan buaya. Setelah berhasil menggigit tubuh buaya, ia kemudian menarik diri dari serangan dan berlari ke tepi sungai. Aksi ini memungkinkan Wa Gobe untuk lepas dari ancaman buaya, meski tubuhnya mengalami luka-luka.
Tindakan Korban yang Membawa Kabar Baik
Dalam pertarungan sengit tersebut, Wa Gobe tidak hanya berjuang melawan buaya, tetapi juga menunjukkan kecermatan dalam mengambil kesempatan. Setelah berhasil melepaskan diri, ia segera berlari ke rumah dan meminta bantuan tetangga. Keberhasilan korban dalam mempertahankan nyawanya menjadi cerita inspiratif bagi masyarakat sekitar.
Pertolongan pertama yang diberikan oleh tetangga langsung membuat kondisi Wa Gobe membaik, meski ia masih mengalami pendarahan parah. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk penanganan medis sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari. Dokter di rumah sakit menyebut bahwa luka pada kepala dan tangan korban memerlukan perawatan intensif, tetapi nyawanya masih terjaga berkat tindakan cepat.
Kepolisian setempat memberikan keterangan bahwa buaya tersebut kemungkinan berada di daerah tersebut selama beberapa hari sebelum menyerang. Mereka juga memperkirakan bahwa kejadian ini bisa terjadi kapan saja karena kondisi alam dan kebiasaan buaya untuk menghuni sungai yang dekat dengan permukiman. “Kami sedang melakukan investigasi untuk mengetahui apakah buaya itu terluka atau memiliki motivasi tertentu saat menyerang korban,” tambah Iptu Muhammad Jufri.
Sebagai warga setempat, Wa Gobe dikenal sebagai seorang perempuan tangguh yang sering mengambil inisiatif dalam menghadapi situasi kritis. Cerita keberaniannya ini juga menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai. Polisi menyarankan untuk selalu mengawasi lingkungan sekitar dan membawa alat bantu seperti parang atau tali saat berada di daerah rawan.
Dalam beberapa hari terakhir, warga Desa Lamaeo juga mulai membangun pagar pengaman di sekitar kebun Wa Gobe sebagai langkah pencegahan. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang dan menekankan pentingnya kesadaran akan bahaya buaya. Meski demikian, peristiwa ini tetap menjadi pengalaman tak terlupakan yang memperlihatkan ketangguhan seorang emak-emak dalam menghadapi kondisi darurat.
