BMKG Catat 235 Gempa Susulan Terjadi di NTT
Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7. Berdasarkan data resmi yang dihimpun
Table of Contents
BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Nusa Tenggara Timur
Wahanaberita.com – Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7. Berdasarkan data resmi yang dihimpun oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat sebanyak 235 aktivitas gempa susulan terjadi di kawasan tersebut sejak gempa utama melanda.
Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, menyampaikan informasi terkini ini dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube BNPB pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa jumlah gempa susulan yang tercatat menunjukkan aktivitas seismik yang masih berlangsung intensif di wilayah NTT.
Kejadian gempa bumi susulan. Terhitung jam 14.00 WIB, terdapat 235 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,8 magnitudo. Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores.
Menurut Faisal, aktivitas seismik ini umumnya akan mengalami proses peluruhan secara bertahap. Durasi proses tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar dua hingga tiga minggu ke depan. Hal ini sejalan dengan pola gempa-gempa besar sebelumnya di Indonesia yang membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum aktivitasnya menurun signifikan.
Di sebelah kanan kita melihat ada grafik gempa bumi susulan. Ini dari jam ke jam kita perhatikan, kita amati, hingga saat ini belum mengalami peluruhan.
Umumnya peluruhan akan terjadi 2 sampai 3 minggu, seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi. Jadi dibutuhkan waktu hingga gempa-gempa susulan ini akan meluruh setelah 2 atau 3 minggu.
Daftar Korban dan Pengungsi
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis data korban akibat gempa bumi M 7 di NTT. Jumlah korban jiwa tercatat mencapai 38 orang, dengan rincian dua jiwa luka berat dan 11 jiwa luka ringan. Selain itu, kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri.
Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia.
Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB, juga menambahkan rincian korban lainnya dalam keterangan pers yang sama. Para korban dan warga terdampak kini terus dipantau perkembangannya oleh tim penanggulangan bencana di lapangan. Bantuan logistik dan evakuasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh warga yang terdampak.
Informasi Penting bagi Warga NTT
Warga di wilayah NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan selama beberapa minggu ke depan. BMKG merekomendasikan agar masyarakat menghindari bangunan yang rusak dan mengikuti arahan dari petugas bencana setempat. Untuk informasi lebih lanjut, warga dapat mengakses situs resmi BMKG atau menghubungi hotline BNPB.
BMKG Indonesia menyediakan pemantauan real-time aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, BNPB terus memperbarui data korban dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa NTT
Berapa jumlah gempa susulan yang tercatat di NTT? BMKG mencatat sebanyak 235 gempa susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,8 sejak gempa utama terjadi.
Berapa lama proses peluruhan gempa susulan? Umumnya proses peluruhan berlangsung selama 2 hingga 3 minggu, sesuai dengan pola gempa sebelumnya di Indonesia.
Berapa jumlah korban jiwa akibat gempa M 7 di NTT? Jumlah korban jiwa tercatat mencapai 38 orang, dengan 2 luka berat dan 11 luka ringan.
Bagaimana cara mendapatkan informasi terkini tentang gempa NTT? Warga dapat mengakses situs BMKG dan BNPB atau mengikuti siaran pers resmi melalui media sosial dan YouTube.
