Berita

Anak Ungkap Pesan Ustaz Firdaus yang Meninggal Saat Ceramah Kematian di Jaktim

Anak Ungkap Pesan Ustaz Firdaus - Kepergian Ustadz Ahmad Firdaus yang berusia 53 tahun tengah memberikan ceramah di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta

Desk Berita
Published Agustus 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Anak Ungkap Pesan Ustaz Firdaus Saat Wafat di Ceramah
  2. Related Reading

Anak Ungkap Pesan Ustaz Firdaus Saat Wafat di Ceramah

Wahanaberita.com – Anak Ungkap Pesan Ustaz Firdaus – Kepergian Ustadz Ahmad Firdaus yang berusia 53 tahun tengah memberikan ceramah di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi perhatian publik yang luas. Momen tragis tersebut terekam dalam video yang viral di media sosial, menunjukkan bagaimana Firdaus tiba-tiba terjatuh saat sedang berceramah dengan khidmat. Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam Jumat pukul 21.00 WIB, saat sang ustadz sedang menyampaikan dakwah dalam acara haul yang dihadiri oleh jamaah setempat.

Menurut Ahmad Fikri Fairus, putra dari Firdaus yang berusia 31 tahun, kejadian ini terjadi pada Kamis malam Jumat pukul 21.00 WIB. Saat itu, sang ayah sedang menyampaikan dakwah dalam acara haul. Fairus menjelaskan bahwa momen terakhir ayahnya adalah ketika beliau menyebut nama Nabi Muhammad SAW dan membaca selawat. Peristiwa ini semakin menyentuh hati karena terjadi tepat saat sang ustadz sedang membahas tema kerinduan kepada Rasulullah.

“Hari Kamis malam Jumat jam 21.00 WIB. Kejadiannya ya begitu saja sih, Bang. Karena beliau sedang menyampaikan dakwah, menyampaikan ilmu dalam acara haul. Kemudian ketika menyebut dan selawat kepada Nabi Muhammad, beliau dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” jelas Fairus dengan penuh haru.

Pesan Penting dari Almarhum untuk Keluarga

Setelah kepergian sang ayah, Fairus mengenang berbagai pesan yang selalu disampaikan Firdaus selama ini. Salah satu hal yang paling ditekankan adalah pentingnya tidak meninggalkan ibadah. Almarhum selalu mengingatkan keluarganya untuk bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT dalam segala urusan. Pesan-pesan ini menjadi warisan spiritual yang akan selalu dikenang oleh seluruh anggota keluarga.

“Jadi, almarhum tuh menekankan kami hanya selalu bergantung kepada Allah. Apa pun yang kita sesulit apa pun urusan kita kepada Allah, intinya jangan ninggalin ibadah, gitu,” kata Fairus ditemui di rumah Firdaus di kawasan Klender, Jaktim, Minggu (2/8/2026).

Selain itu, Firdaus juga berpesan agar anak-anaknya tidak terlalu bergantung pada manusia. Menurut Fairus, sang ayah pernah mengatakan bahwa harapan yang hanya ditujukan kepada sesama manusia pada akhirnya akan membawa kekecewaan. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh umat Islam untuk selalu menjadikan Allah sebagai tempat bergantung utama.

“Almarhum ke kami sebagai putra-putrinya hanya menekankan jangan pernah berharap kepada manusia. Setiap saat, setiap apa pun, almarhum selalu menekankan kepada kami jangan pernah berharap dan meminta kepada manusia karena ketika kita berharap kepada manusia, akhirnya akan kecewa. Tapi kalau kita berharap hanya kepada Allah, kita nggak akan pernah merasakan kekecewaan,” katanya.

Ceramah Terakhir tentang Kerinduan kepada Nabi

Beberapa hari sebelum wafat, Firdaus konsisten membahas tema kerinduan dalam ceramahnya. Topik yang disampaikan berkaitan dengan kematian dan bagaimana cara mengobati rasa rindu kepada Nabi Muhammad SAW. Konsistensi tema ini menjadi tanda bahwa sang ustadz sedang mempersiapkan diri untuk bertemu dengan yang dirindukannya.

“Beliau sedang menyampaikan ilmu tentang kematian dan menyampaikan tentang rindu yang harus diobati. Karena beberapa hari ini almarhum selalu menyampaikan membahas tema ceramahnya itu rindu, rindu, rindu. Rindu itu harus diobati kepada orang yang kita rindukan gitu,” ungkapnya.

Fairus menambahkan bahwa tepat saat ayahnya menyebutkan nama Nabi Muhammad SAW dalam ceramah terakhirnya, almarhum menghembuskan napas terakhirnya. Hal ini membuat Fairus semakin yakin bahwa sang ayah telah mengobati kerinduannya kepada Rasulullah. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa Firdaus telah mencapai tujuan spiritualnya.

“Sebagaimana ketika beliau menyebutkan Nabi Muhammad SAW, almarhum sudah mengembuskan napas terakhir,” sambungnya.

Sebagai seorang putra, Fairus meyakini bahwa ayahnya meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Ia juga meyakini bahwa Firdaus telah menemukan ketenangan dengan mengobati kerinduannya kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh umat Islam tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Allah dan mempersiapkan diri untuk pertemuan abadi.

“Almarhum buat saya sebagai putranya, insyaallah saya yakin husnul khatimah dan almarhum sudah mengobati kerinduan itu kepada Nabi Muhammad,” katanya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ustaz Firdaus

Berapa usia Ustaz Firdaus saat meninggal? Ustaz Firdaus berusia 53 tahun saat beliau wafat saat memberikan ceramah di Jakarta Timur.

Kapan dan di mana Ustaz Firdaus meninggal? Beliau meninggal pada Kamis malam Jumat pukul 21.00 WIB saat memberikan ceramah di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Siapa putra Ustaz Firdaus yang mengungkap pesan terakhir? Putra beliau bernama Ahmad Fikri Fairus yang berusia 31 tahun saat peristiwa tersebut terjadi.

Apa tema ceramah terakhir Ustaz Firdaus? Tema ceramah terakhir beliau adalah tentang kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW dan bagaimana cara mengobatinya.

Apa pesan utama yang ditekankan Ustaz Firdaus kepada keluarganya? Pesan utamanya adalah jangan pernah berharap dan meminta kepada manusia, serta jangan meninggalkan ibadah karena hanya Allah tempat bergantung yang sejati.

Leave a Comment