Berita

3 Kapal di Muara Angke Terbakar – Polisi Selidiki Penyebabnya

Kebakaran Tiga Kapal di Muara Angke: Polisi dan Pemadam Bekerja Sama Selidiki Penyebab 3 Kapal di Muara Angke Terbakar - Pada hari Minggu (19/7/2026), tiga

Desk Berita
Published Juli 19, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kebakaran Tiga Kapal di Muara Angke: Polisi dan Pemadam Bekerja Sama Selidiki Penyebab

3 Kapal di Muara Angke Terbakar – Pada hari Minggu (19/7/2026), tiga kapal yang sedang bersandar di Dermaga Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami kebakaran yang memicu kepanikan di sekitar area tersebut. Kebakaran ini terjadi di tengah ramai aktivitas pelabuhan, mengancam keselamatan pengunjung dan pekerja. Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa segera terlibat dalam upaya mengungkap penyebab kebakaran, sementara Pemadam Kebakaran bergerak cepat untuk mengendalikan api sebelum merambat ke bangunan lain.

Perkembangan Kebakaran di Muara Angke

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, saat kapal-kapal sedang dalam proses perbaikan. Menurut laporan dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, api bermula dari korsleting listrik yang terjadi di bagian sistem kabel kapal. Tim pemadam tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 10 menit dan berhasil memadamkan api dalam kurun waktu sekitar 30 menit. Meski demikian, tiga kapal tersebut tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran dimulai dari kapal yang sedang diperbaiki oleh para pekerja. Dalam wawancara dengan Antara, Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, AKP Ery Suroto, mengatakan bahwa penyelidikan sedang berjalan untuk mengetahui apakah ada faktor kejahatan atau kesalahan teknis yang memicu api. “Kami masih mengeksplorasi berbagai kemungkinan, termasuk kesalahan instalasi listrik dan kecerobohan pekerja,” jelas Ery. Dalam proses penyelidikan, petugas menyebutkan bahwa kondisi kapal masih hangus dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Penyebab Kebakaran dan Penanganan Awal

Menurut Kasiops Gulkarmat, Gatot Sulaeman, kebakaran terjadi karena korsleting listrik yang memicu api melalui sistem kabel kapal. “Saksi menyebutkan bahwa api bermula dari korsleting yang terjadi saat proses perbaikan, kemudian membesar secara cepat,” tambah Gatot. Ia menambahkan bahwa api mulai dari satu kapal kemudian merambat ke dua kapal lain yang berdekatan, karena bahan bakar dan peralatan sekitar area tersebut masih dalam kondisi siap pakai.

Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran bekerja sama untuk mengendalikan situasi. Petugas pemadam berhasil mencegah api merambat ke daratan, sementara tim polisi melibatkan warga sekitar untuk membantu dalam proses evakuasi. “Kami mendapatkan bantuan dari warga yang segera menghubungi tim pemadam setelah melihat kepulan asap,” kata Ery. Kebakaran ini juga menyebabkan gangguan lalu lintas di Dermaga Muara Angke selama sekitar satu jam, hingga area tersebut benar-benar aman.

Sebagai upaya pencegahan, Gulkarmat Jakarta Utara telah memeriksa sistem keselamatan api di beberapa kapal lain yang sedang bersandar di Dermaga Muara Angke. “Kami juga mengingatkan para pekerja untuk memastikan semua peralatan listrik dalam kondisi baik sebelum memulai proses perbaikan,” kata Gatot. Selain itu, pihak kepolisian telah mengambil sampel kabel dan peralatan dari kapal yang terbakar untuk dianalisis lebih lanjut.

Respons Masyarakat dan Proses Investigasi

Kebakaran di Muara Angke menarik perhatian warga sekitar dan pelaku usaha yang berada di area tersebut. Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka melihat api melalui jendela kapal dan langsung memberi tahu petugas setelah kepanikan menghiasi suasana. “Saya melihat kepulan asap dari luar, lalu berlari ke lapangan untuk memberi tahu orang-orang lain,” kata seorang saksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Proses penyelidikan terus berlangsung di tengah upaya untuk mempercepat pemulihan area. AKP Ery Suroto mengatakan bahwa mereka sedang mengumpulkan data dari para saksi, termasuk pelaku perbaikan kapal dan warga yang melihat kejadian. “Kami juga mengecek ketersediaan sertifikat keselamatan api di semua kapal yang sedang bersandar di Dermaga Muara Angke,” jelas Ery. Selain itu, polisi menyebutkan bahwa mereka sedang mengevaluasi kemungkinan ada kesalahan teknis atau kecelakaan lalu lintas yang memicu kebakaran.

Kebakaran tiga kapal di Muara Angke menjadi perhatian publik karena lokasinya yang strategis sebagai salah satu pelabuhan utama di Jakarta Utara. Area ini sering digunakan oleh nelayan dan pedagang ikan untuk menggandengkan perahu mereka ke daratan. Kebakaran ini juga mengingatkan tentang pentingnya kesadaran keselamatan api dalam aktivitas maritim. “Kami berharap dari kejadian ini, para pekerja bisa lebih waspada dalam mengoperasikan peralatan listrik,” ujar Gatot. Sementara itu, para pengunjung dan pelaku usaha berharap proses penyelidikan segera selesai agar aktivitas di Muara Angke dapat kembali normal.

Leave a Comment