Berita

Latest Program: Dari Modal Nol, Nirin Dibantu BRI Kini Jadi Penggerak Usaha Ayam Petelur

irin Bangun Usaha Ayam Petelur Latest Program - Program Latest Program BRI menjadi penolong berharga bagi Nirin Samsudin, seorang peternak dari Kampung

Desk Berita
Published Juni 23, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Latest Program Bantu Nirin Bangun Usaha Ayam Petelur

Latest Program – Program Latest Program BRI menjadi penolong berharga bagi Nirin Samsudin, seorang peternak dari Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Setu, Kabupaten Bekasi. Dengan modal nol, ia berhasil merintis usaha ayam petelur yang kini mampu mendukung penghidupan keluarganya. Sejak 2020, Nirin membangun kandang ayam secara perlahan, menjadikan Latest Program sebagai penggerak utama dalam perjalanan bisnisnya. Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan oleh BRI menjadi pengubah nasibnya, memungkinkan ia mengembangkan usaha dari kecil hingga mencapai skala yang signifikan.

Kisah Perjalanan Nirin dan Manfaat Latest Program

Nirin Samsudin, yang kini berusia 47 tahun, awalnya hanya seorang pekerja biasa yang mengangkut pakan setiap hari. Di balik pekerjaan tersebut, ia melihat potensi besar dari sektor peternakan lokal dan memutuskan untuk menekuni bidang yang sama. Namun, perjalanan usahanya tidak mudah. Ia harus mengumpulkan modal sendiri hingga akhirnya mampu membangun kandang pertama dengan 700 ekor ayam petelur. Tahun 2020 menjadi awal perubahan, ketika ia memperoleh bantuan dari Latest Program BRI, yang memungkinkan ia membayar utang dua tahun sebelumnya.

Dengan bantuan dana KUR BRI, Nirin mampu memperluas usaha hingga mencapai 1.000 ekor ayam petelur. Proses pemberian pinjaman ini tidak hanya memberikan modal, tetapi juga membangun kepercayaan dan kemampuan manajerialnya. “Latest Program benar-benar memberi ruang bagi kami yang ingin berkembang,” kata Nirin saat wawancara dengan detikcom. Ia pun menekankan bahwa bantuan dari program ini menjadi faktor utama dalam meningkatkan produksi dan keberlanjutan bisnisnya.

Pengembangan dan Strategi Pengelolaan

Setelah meraih pinjaman pertama dari BRI, Nirin kembali mengajukan KUR untuk memperbesar skala usaha. Dengan dana tambahan Rp 100 juta, ia memperluas kandang dan melakukan renovasi yang mendukung efisiensi produksi. Proses pengelolaan kandang ayam juga diatur secara terstruktur, mulai dari pembelian ayam di usia 13 minggu hingga pakan dan perawatan yang teratur. Masa produktif ayam petelur bisa bertahan hingga dua tahun, dengan produksi telur mencapai 55-57 kilogram per hari.

Nirin juga memperhatikan kebutuhan pemasaran dan distribusi. Telur-telurnya selalu laku terjual, baik di pasar lokal maupun ke pembeli luar wilayah. Kemitraan dengan peternak Tangerang memberikan akses ke pasokan ayam yang stabil, sementara pemasok pakan yang ia bina meningkatkan kualitas produk. Selain itu, ia aktif mengajak warga sekitar untuk turut berpartisipasi dalam usahanya, memberdayakan masyarakat sekaligus memperkuat jaringan bisnis.

Pendapatan dan Pengeluaran Usaha

Dari usaha ayam petelur, Nirin dan keluarganya memperoleh pendapatan harian sekitar Rp 12 juta, yang merupakan hasil dari penjualan telur dan pakan. Meski pengeluaran sehari-hari mencapai Rp 2 juta, manajemen keuangan yang teratur membantu mengurangi beban. Biaya pakan yang mencapai Rp 19 juta per bulan, misalnya, diatur dengan rincian yang memastikan efisiensi penggunaan dana. “Latest Program memberi kami keamanan finansial,” ujar Nirin.

Dalam mengelola keuangan, Nirin membagi dana sesuai prioritas. Sebagian digunakan untuk biaya operasional, sementara sebagian besar dialokasikan untuk pembelian ayam baru. Ia juga mengatur masa jeda antara produksi dan penjualan, sehingga bisa memaksimalkan hasil usaha. Selain itu, ia memanfaatkan program Latest Program untuk memperluas jaringan, termasuk berpartisipasi dalam acara pameran lokal yang menumbuhkan kesadaran masyarakat akan usaha kecil menengah.

Impact Latest Program pada Masyarakat

Kehadiran Latest Program BRI bukan hanya mengubah nasib Nirin, tetapi juga menjadi contoh inspiratif bagi peternak lain di sekitarnya. Bantuan dana KUR memungkinkan pengusaha lokal seperti Nirin mengatasi hambatan modal, sehingga mampu berkontribusi pada perekonomian desa. Program ini memberikan akses ke pinjaman dengan bunga rendah dan proses yang lebih cepat, dibandingkan pilihan kredit biasa.

Bagi Nirin, Latest Program adalah jembatan antara impian dan kenyataan. Ia berharap program serupa bisa terus dikembangkan agar lebih banyak warga desa memiliki peluang untuk berkembang. “Kami tak hanya memperoleh dana, tapi juga pengetahuan tentang manajemen usaha yang baik,” tambahnya. Kesuksesan bisnisnya juga berdampak pada peningkatan kualitas hidup, dengan kebutuhan dasar keluarganya terpenuhi dan ekonomi rumah tangga yang lebih stabil.

Peluang dan Harapan untuk Masa Depan

Dengan usaha ayam petelur yang berkembang, Nirin Samsudin terus mengejar potensi pemanfaatan teknologi. Ia berencana mengadopsi sistem penggemukan otomatis dan menjadikan kandang lebih modern untuk meningkatkan produksi. Selain itu, ia ingin mengeksplorasi pasar ekspor, dengan mengevaluasi kualitas telur dan bahan pakan yang dihasilkan. “Latest Program membuka peluang baru, bahkan untuk ekspansi ke luar daerah,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, Nirin berharap bisa menjadi pelaku usaha yang mampu berkontribusi lebih besar pada ekonomi daerah. Ia juga ingin berbagi pengalaman kepada warga lainnya, mengajak mereka untuk menekuni bidang peternakan dengan bantuan program seperti Latest Program. “Program ini jadi bagian dari solusi bagi kami yang ingin mandiri secara ekonomi,” pungkas Nirin. Dengan dukungan BRI, usahanya terus berkembang menjadi penggerak perekonomian lokal yang berkelanjutan.

Leave a Comment