Key Strategy dalam APQ Awards: Perwira Pertamina Kembangkan Bahan Bakar Pesawat dari Limbah Jelantah
Inovasi Berkelanjutan dan Strategi Utama Pertamina
Key Strategy – Dalam ajang Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026, Key Strategy menjadi pusat perhatian seiring penampilan 915 peserta dari Pertamina yang berkompetisi dalam menghasilkan ide inovatif. Salah satu pengeboran terbesar adalah konversi minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan. Proyek ini menunjukkan bagaimana Key Strategy mendorong perusahaan untuk memanfaatkan sumber daya lokal dan mengurangi dampak lingkungan secara signifikan. Dengan memanfaatkan limbah makanan, Pertamina menunjukkan komitmen untuk menciptakan solusi yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan yang nyata.
Proses Transformasi Limbah Menjadi Bahan Bakar Alternatif
Konversi jelantah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) adalah contoh nyata penerapan Key Strategy dalam bisnis energi. Proses ini dilakukan di Kilang Cilacap Pertamina Patra Niaga, di mana limbah minyak bekas diubah menjadi bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi canggih, perusahaan mampu mengurangi biaya operasional hingga miliaran rupiah, sekaligus mendukung keberlanjutan industri. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk mencapai target Net Zero Emission, dengan mengurangi emisi karbon sebesar 50% pada tahun 2030.
“Key Strategy ini tidak hanya fokus pada efisiensi biaya, tetapi juga pada peningkatan nilai ekosistem. Dengan mengubah jelantah menjadi bahan bakar, kita menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” jelas Manager Organization & Quality Management PT PDSI Riyan Tamara dalam wawancara eksklusif, Jumat (19/6/2026).
Nilai Strategis dan Dampak Luas Inovasi tersebut
Pertamina menjadikan Key Strategy sebagai salah satu prioritas utama dalam menghadapi tantangan global. Selain mengurangi limbah, proyek konversi jelantah menjadi SAF juga menghasilkan bahan bakar yang ramah lingkungan, meminimalkan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Andy Arvianto menyatakan bahwa Key Strategy telah membantu menyelesaikan masalah kompleks seperti kerusakan peralatan akibat karat. “Dengan bahan baku yang terjangkau dan ramah lingkungan, kita mampu meningkatkan keandalan operasional sambil menjaga kualitas produk,” tambah Arvianto.
Progres dan Potensi Ajang Inovasi Tahun Ini
Ajang APQ Awards 2026 mengusung tema “Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value,” yang mencerminkan upaya Pertamina untuk memperkuat budaya inovasi. Seluruh 120 kelompok inovasi yang terlibat menerapkan Key Strategy dalam mengatasi tantangan lapangan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa proyek konversi jelantah menjadi SAF mendapatkan penghargaan Platinum, yang menegaskan kontribusi besar terhadap keberlanjutan industri.
“Key Strategy tidak hanya tentang menciptakan solusi, tetapi juga tentang menyebarluaskan pengaruhnya secara luas. Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa inovasi lokal mampu bersaing di tingkat internasional,” ungkap VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron.
Kemitraan dan Kebutuhan Pasar Bahan Bakar Hijau
Proyek konversi jelantah menjadi SAF di Kilang Cilacap tidak hanya mendapat dukungan internal, tetapi juga diakui oleh pihak eksternal. Bahan bakar hijau ini sangat dibutuhkan di tengah peningkatan permintaan untuk energi bersih di sektor transportasi. Pertamina berupaya mengintegrasikan Key Strategy ke dalam sistem manajemen pengetahuan perusahaan, sehingga inovasi ini bisa diaplikasikan di berbagai unit operasional. “Penggunaan Key Strategy memungkinkan kita mengubah pola pikir, dari hanya menghasilkan energi ke memastikan energi yang dihasilkan berdampak positif,” tambah Baron.
Potensi Ekonomi dan Lingkungan dalam Konsep Key Strategy
Konversi jelantah menjadi SAF memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang menggembirakan. Dari segi ekonomi, biaya produksi bahan bakar pesawat ini lebih rendah dibandingkan bahan bakar tradisional. Dari segi lingkungan, limbah yang sebelumnya membusuk di tempat sampah kini menjadi sumber energi. Key Strategy Pertamina juga mencakup pengembangan teknologi lain seperti bahan bakar nabati dan pengurangan polusi udara. “Dengan Key Strategy, kita tidak hanya mengurangi biaya, tetapi juga mengurangi kontribusi karbon terhadap perubahan iklim,” pungkas Arvianto.
