Pramono Siapkan Parade 500 Ondel-ondel Buat HUT 5 Abad Jakarta
Peluncuran Program Terbaru untuk Merayakan Jakarta yang Berusia 500 Tahun
Latest Program – Sebagai bagian dari Latest Program yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung tengah merancang sebuah acara khusus untuk memperingati hari jadi kota Jakarta yang akan mencapai usia 500 tahun pada 2027. Acara ini berupa parade 500 ondel-ondel yang diproduksi oleh desainer ternama, yang diharapkan menjadi salah satu ikon budaya Betawi yang lebih modern dan menarik bagi dunia internasional. Pramono menyatakan bahwa program ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga upaya untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas Jakarta.
Detail Rencana Parade 500 Ondel-ondel
Pernyataan Pramono tersebut diungkapkan saat ia menghadiri acara Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Monas, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6/2026). Ia menjelaskan bahwa ondel-ondel, sebagai simbol budaya Betawi, akan diberi tampilan baru melalui kolaborasi dengan desainer profesional untuk menunjukkan keberagaman dan kecanggihan dalam penerapan budaya tradisional. “Maka untuk itu, dalam rangka 500 tahun nanti, saya akan menampilkan 500 ondel-ondel yang dibuat oleh desainer-desainer top yang akan memberikan wajah baru ondel-ondel Jakarta,” ujar Pramono. Ini adalah Latest Program yang mencerminkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan budaya Betawi sebagai bagian dari festival nasional.
Parade ini rencananya akan menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang menyeluruh, termasuk pertunjukan seni tradisional, pameran sejarah, dan serangkaian acara budaya. Pramono menegaskan bahwa ondel-ondel tidak hanya menjadi penanda kebudayaan Betawi, tetapi juga simbol dari keberagaman Jakarta yang bersejarah. “Ondel-ondel harus dianggap sebagai representasi kebanggaan Jakarta, bukan sekadar alat pengamen,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa Latest Program ini juga berfokus pada pengaturan ulang makna budaya Betawi dalam konteks modern.
Konten Budaya Betawi dalam Konteks Modern
Dalam Latest Program ini, Pramono menekankan pentingnya menjaga martabat budaya Betawi yang sudah mengakar dalam sejarah Jakarta. Ia menyoroti bahwa ondel-ondel, yang dulu dipakai sebagai benda percakapan atau pakaian tradisional, kini akan diubah menjadi representasi seni yang lebih formal dan bernilai ekonomi. “Kebijakan ini sejalan dengan visi Pemprov DKI untuk mempertahankan budaya Betawi sebagai warisan yang bisa bertarung di tingkat internasional,” katanya. Dengan memperkenalkan ondel-ondel dalam bentuk baru, ia ingin menarik perhatian generasi muda dan wisatawan.
Pramono juga menyebutkan bahwa inisiatif ini terkait erat dengan amanat Undang-Undang No. 22 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, yang menekankan pentingnya memperkenalkan kearifan lokal dalam pembangunan kota. Dengan Latest Program ini, Jakarta diharapkan bisa menjadi contoh bagus dalam menggabungkan tradisi dengan inovasi. “Kami ingin menghadirkan ondel-ondel sebagai simbol kebanggaan dan keberagaman kota ini,” ujarnya. Hal ini akan menjadi bagian dari rangkaian program yang menjaga kelestarian budaya dalam era yang semakin modern.
Respon Masyarakat dan Kemitraan dengan Desainer
Respon masyarakat terhadap Latest Program ini cukup positif, menurut Pramono. Ia menjelaskan bahwa desainer ternama yang terlibat dalam pembuatan ondel-ondel ini akan memastikan bahwa hasil karya mereka tetap mencerminkan warisan Betawi sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan estetika dan fungsi baru. “Kami berharap ondel-ondel yang diproduksi dalam Latest Program ini tidak hanya menjadi kejutan visual, tetapi juga mampu menjadi bahan promosi budaya Jakarta di tingkat nasional dan internasional,” katanya. Selain itu, Pramono juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam melestarikan budaya lokal melalui pendekatan kreatif.
Program ini diharapkan bisa meningkatkan daya tarik wisatawan ke Jakarta, khususnya yang tertarik dengan budaya Betawi. Dengan Latest Program ini, pemerintah berupaya memperkuat identitas kota yang sudah mengakar selama lebih dari lima abad. “Kami ingin Jakarta tetap dianggap sebagai pusat budaya yang unik dan bisa menyaingi kota-kota besar di dunia,” kata Pramono. Ia menambahkan bahwa parade ini akan menjadi bagian dari Latest Program yang mencakup berbagai inisiatif kultural, seperti festival seni dan pelatihan bagi para seniman Betawi.
Kebijakan Khusus untuk Mengangkat Budaya Betawi
Selain parade ondel-ondel, Pramono juga menerapkan kebijakan tambahan untuk mengangkat nilai-nilai budaya Betawi. Salah satunya adalah larangan penggunaan ondel-ondel sebagai alat mengamen di jalanan. “Karena saya ingin Betawi ini menjadi bisa bertarung secara internasional. Maka kenapa secara pribadi sebagai Gubernur, contohnya, saya melarang ondel-ondel untuk menjadi cara untuk mengamen,” ujarnya. Keputusan ini dianggap sebagai bagian dari Latest Program yang mencoba mengubah persepsi masyarakat tentang budaya Betawi.
Pramono menjelaskan bahwa ondel-ondel memiliki nilai filosofis yang tinggi, terutama dalam menggambarkan kehidupan sehari-hari Betawi. Dengan melarang penggunaan ondel-ondel untuk mengamen, ia ingin menunjukkan bahwa budaya ini harus dihormati sebagai bagian dari sejarah dan identitas Jakarta. “Kami juga akan menyediakan pelatihan untuk desainer lokal agar bisa berkiprah dalam Latest Program ini,” lanjutnya. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan kejutan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat Betawi untuk berkembang secara profesional.
