Berita

Key Strategy: Bamsoet Puji Touring Perdana PERIKHSA Riders, Ajak Jaga Persatuan

PERIKHSA Riders, Ajak Jaga Persatuan Key Strategy - Dalam sebuah perayaan yang penuh makna, Ketua Umum PERIKHSA, Bambang Soesatyo, memberikan pujian terhadap

Desk Berita
Published Juni 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Key Strategy: Bamsoet Puji Touring Perdana PERIKHSA Riders, Ajak Jaga Persatuan
  2. Strategi Kemitraan dengan Pariwisata Nasional

Key Strategy: Bamsoet Puji Touring Perdana PERIKHSA Riders, Ajak Jaga Persatuan

Key Strategy – Dalam sebuah perayaan yang penuh makna, Ketua Umum PERIKHSA, Bambang Soesatyo, memberikan pujian terhadap touring perdana komunitas PERIKHSA Riders. Acara ini menjadi bagian dari strategi penguatan kemitraan antara komunitas senjata api bela diri dengan sektor pariwisata, yang merupakan salah satu pilar dalam Key Strategy pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional. Touring yang berlangsung 11-13 Juni 2026, dari Malang ke Bali, juga mendapatkan penghargaan khusus sebagai ‘Wing Riders’ yang menunjukkan komitmen dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.

Strategi Kemitraan dengan Pariwisata Nasional

Touring PERIKHSA Riders dianggap sebagai langkah strategis yang menggabungkan kegiatan olahraga dan budaya dengan manfaat sosial-ekonomi. Bamsoet mengatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan bahwa komunitas pemilik izin senjata api bela diri mampu menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah. “Key Strategy ini mencakup kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan dampak positif pada masyarakat,” tegas Bamsoet dalam pernyataannya, Minggu (14/6/2026).

Menurut Bamsoet, touring yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah ini menjadi bukti bahwa komunitas otomotif bisa menjadi pendorong utama pariwisata. “Dengan bergerak bersama, kita menciptakan harmoni antara kegiatan rekreasi dan keberlanjutan budaya nasional,” tambahnya. Keberadaan PERIKHSA Riders di Bali juga dipandang sebagai langkah penguatan citra Indonesia sebagai negara yang aman dan penuh keharmonisan.

Persatuan dan Tanggung Jawab Bersama

Komitmen menjaga persatuan menjadi tema utama touring ini. Bamsoet mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat rasa kebangsaan melalui kegiatan sehari-hari. “Key Strategy ini mengutamakan kolaborasi dan tanggung jawab sosial, terutama dalam menjaga kebersihan dan keselamatan di jalan raya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perjalanan ini tidak hanya menunjukkan semangat brotherhood, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Dalam gala dinner di Black Stone Beach Bali, Sabtu malam (13/6/2026), Bamsoet memberikan gelar ‘Wing Riders’ sebagai apresiasi atas keberhasilan touring perdana. “Dengan mengunjungi Bali, kita membawa pesan ketertiban, persaudaraan, dan nasionalisme secara langsung ke destinasi wisata,” jelas Bamsoet. Bali, yang menjadi tujuan touring, dipilih karena memiliki makna strategis sebagai pintu masuk pariwisata internasional.

Pengaruh Ekonomi dan Sosial

Key Strategy ini juga dirancang untuk memperkuat keterlibatan komunitas dalam perekonomian lokal. Bamsoet menyoroti bahwa kehadiran peserta touring memberikan dampak langsung pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata. “Setiap kunjungan ke Bali mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi, seperti penginapan, makanan, dan kerajinan lokal,” tambahnya.

BPS mencatat bahwa jumlah wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai 6,95 juta orang, meningkat 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Keberhasilan ini memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat pariwisata nasional. Bamsoet menilai bahwa touring PERIKHSA Riders menjadi contoh nyata bagaimana Key Strategy dapat diimplementasikan secara kreatif untuk membangun ekonomi daerah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Acara tersebut juga menarik perhatian para pengusaha lokal dan pemangku kepentingan lainnya. Presiden PERIKHSA Riders Aldwin Rahadian menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan ruang bagi komunitas untuk berbagi pengalaman dan membangun sinergi. “Key Strategy ini menjadi jembatan antara kegiatan hobi dan kontribusi terhadap perekonomian, terutama di daerah tujuan,” ujarnya. Dengan demikian, touring tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Bamsoet berharap touring ini menjadi awal dari serangkaian kegiatan yang mendukung Key Strategy pemerintah. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan budaya disiplin dan tanggung jawab harus tetap dijaga. “Dengan memperkuat persatuan, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkas Bamsoet. Harapan ini juga didukung oleh anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al Habsy, yang menilai touring menjadi wujud keberhasilan kolaborasi antara komunitas dan pemerintah dalam membangun ekonomi.

Leave a Comment