Berita

Meeting Results: Tersangka Baru Kasus MBG: Orang Dekat Sony & Berperan Atur Titik SPPG

Hasil Rapat: Tersangka Baru dalam Kasus MBG Terlibat dalam Penyusunan SPPG Meeting Results - Dalam rangka penegakan hukum terhadap kasus dugaan korupsi tata

Desk Berita
Published Juni 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Hasil Rapat: Tersangka Baru dalam Kasus MBG Terlibat dalam Penyusunan SPPG

Meeting Results – Dalam rangka penegakan hukum terhadap kasus dugaan korupsi tata kelola MBG, Kejagung mengungkap hasil rapat penting yang menunjukkan terlibatnya orang dekat Sony Sonjaya dalam pengaturan titik pendaftaran SPPG (Sumber Pembiayaan Pelayanan Publik) di portal mitra MBG. Hasil rapat ini memperjelas bahwa pihak-pihak yang berperan dalam penyelesaian SPPG secara tidak sah dianggap sebagai pelaku utama dalam skema penyimpangan yang diduga dilakukan.

Peran Orang Dekat Sony dalam Skema Penyimpangan

Menurut Syarief Sulaeman Nahdi, kepala Dirdik Jampidsus Kejagung, tersangka baru ini diduga memiliki hubungan erat dengan Sony Sonjaya. Ia mengungkap bahwa individu ini diberikan akses untuk memengaruhi proses verifikasi mitra MBG. “Hasil rapat menunjukkan bahwa tersangka baru ini melalui persetujuan yang tidak transparan untuk mengatur titik-titik pendaftaran SPPG,” jelas Syarief. Tindakan ini mengakibatkan pengidentifikasian kelemahan sistem dan pembatalan status calon SPPG yang telah disetujui.

Dalam pengungkapan lebih lanjut, Syarief menyebut bahwa tersangka baru tersebut juga diduga menjadi perantara dalam pendaftaran SPPG baru meski portal sudah ditutup. “Hasil rapat memperlihatkan bahwa individu ini secara melawan hukum memberikan dana ke pihak-pihak yang terlibat, termasuk Sony Sonjaya,” tambahnya. Tindakan ini menunjukkan adanya upaya untuk mengakses dana publik secara ilegal melalui jaringan kepercayaan.

Konsekuensi dari Penyimpangan SPPG

Kasus ini menimbulkan dugaan bahwa adanya penyimpangan dalam pengelolaan SPPG mengakibatkan kerugian keuangan yang signifikan. Berdasarkan hasil rapat, tim penyelidik menyebut bahwa beberapa program MBG diduga tidak memenuhi standar kelayakan atau efisiensi. “Hasil rapat juga mengungkap bahwa terdapat permainan sistem dalam menentukan penerimaan dana dari SPPG,” kata Syarief. Ia menjelaskan bahwa titik pendaftaran ini menjadi kunci dalam menyalurkan dana ke pihak-pihak yang terlibat.

Sebagai contoh, dalam pengadaan barang seperti motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi, proses verifikasi SPPG diduga menjadi alat untuk mengarahkan dana ke rekanan tertentu. “Hasil rapat menyoroti bahwa adanya kecurangan dalam perhitungan nilai SPPG membuat pengelolaan program MBG tidak adil,” ujar Syarief. Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola dana publik dalam MBG sedang dalam sorotan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam rangka memperkuat temuan ini, Kejagung melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta dan Bandung. “Hasil rapat menyebutkan bahwa penggeledahan yang dilakukan beberapa hari lalu masih berlangsung, dengan fokus pada dokumen dan barang bukti elektronik,” kata Syarief. Ia menjelaskan bahwa bukti-bukti ini akan menjadi dasar untuk mengungkap lebih jauh peran para tersangka dalam penyusunan SPPG.

Tersangka Sebelumnya dan Proses Hukum

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yaitu Dadan Hindayana, mantan kepala BGN; Sony Sonjaya, mantan wakil kepala BGN; dan Lodewyk Pusung, mantan wakil kepala BGN. Hasil rapat baru ini menambah jumlah tersangka dengan melibatkan orang dekat Sony. “Proses hukum terus berjalan, dan hasil rapat menjadi bukti kuat bahwa ada kolusi dalam pengelolaan MBG,” ujar Syarief.

Kasus ini kini menjadi fokus investigasi karena memperlihatkan adanya kecurangan yang sistematis. “Hasil rapat menunjukkan bahwa skema ini tidak hanya terbatas pada individu tertentu, melainkan mencakup jaringan yang lebih luas,” kata Syarief. Ia menambahkan bahwa para tersangka diduga memanfaatkan posisi mereka untuk mengatur SPPG secara tidak transparan, sehingga dana yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat menjadi berlabuk.

Selama penggeledahan, tim penyidik menemukan sejumlah dokumen yang menunjukkan hubungan antara tersangka baru dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan SPPG. “Hasil rapat menegaskan bahwa adanya komunikasi dan akses yang tidak sah antara orang dekat Sony dengan tim verifikasi,” ujar Syarief. Selain itu, ditemukan bukti bahwa tersangka baru memberikan uang kepada Sony Sonjaya sebagai bentuk insentif atas perannya dalam pengaturan titik SPPG.

Leave a Comment