HUT Ke-64 Tahun, Bank BPD Bali Beberkan Kinerja Mei 2026
Main Agenda dalam perayaan ulang tahun ke-64 Bank BPD Bali mencerminkan komitmen institusi tersebut untuk terus berkembang secara harmonis dan berkelanjutan. Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1962 ini memberikan laporan terkini tentang kinerja keuangan hingga akhir bulan Mei 2026, menegaskan bahwa pertumbuhan yang stabil adalah prioritas utama dalam rangka mewujudkan visi menjadi bank yang lebih besar dan berkualitas. Pertumbuhan tersebut tidak hanya diukur melalui indikator ekonomi tetapi juga melalui kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, sehingga menciptakan kemajuan yang aman, terukur, dan berkesinambungan.
“Stabilitas keuangan merupakan fondasi penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global, dan kita terus menjaga aspek kesehatan modal, kepatuhan hukum, serta keamanan data dengan cara yang sistematis,” kata Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, dalam siaran pers, Jumat (5/6/2026). Ia menambahkan bahwa manajemen risiko yang cermat telah memperkuat posisi bank dalam menyasar peluang pasar sekaligus menjaga kualitas layanan kepada nasabah.
Sebagai bagian dari Main Agenda, Bank BPD Bali mengambil langkah strategis untuk memperluas infrastruktur sistem keuangan dan meningkatkan keterlibatan dengan masyarakat. Ekspansi bisnis dilakukan secara bertahap, sejalan dengan upaya menyesuaikan dengan kebutuhan ekonomi daerah. Penekanan pada inovasi dalam layanan perbankan juga menjadi bagian penting dari agenda tahunan ini, dengan tujuan menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan serta menunjukkan kepercayaan publik terhadap kemampuan bank dalam menjaga kinerja yang konsisten.
Dalam rangkaian kegiatan perayaan, Bank BPD Bali tidak hanya merayakan tahun ke-64 secara internal tetapi juga mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi. Acara yang diadakan mencakup berbagai bentuk kegiatan seperti ibadah bersama, bantuan langsung kepada panti asuhan, kunjungan silaturahmi kepada pendiri dan pensiunan pengurus, serta kegiatan donor darah, turnamen tenis meja, dan kompetisi frontliner. Tujuan dari seluruh acara ini adalah memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menunjukkan tanggung jawab sosial bank dalam mendukung ekonomi lokal.
Sudharma menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berperan dalam pertumbuhan Bank BPD Bali. “Kita menyadari bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan nasabah, pemegang saham, pemerintah, serta masyarakat luas,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kepercayaan ini menjadi dasar utama bagi kemajuan bank, khususnya dalam menjalankan Main Agenda yang mengutamakan harmoni dalam pertumbuhan, efisiensi operasional, serta kualitas layanan kepada pelanggan.
Kinerja Keuangan dan Pertumbuhan Modal
Menurut laporan keuangan per 31 Mei 2026, Bank BPD Bali mencatatkan pencapaian yang signifikan. Total aset naik 8,19 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, mencapai Rp 43,12 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp 25,63 triliun, dengan kenaikan sebesar 8,46 persen YoY. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penopang utama, tumbuh 12,55 persen sebesar Rp 13,51 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan Main Agenda bank untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui akses pembiayaan yang lebih luas.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan 5,68 persen menjadi Rp 35,40 triliun, menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan. Laba bank mencapai Rp 670 miliar, dengan pertumbuhan 16,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio keuangan menunjukkan indikator yang sehat, seperti CAR 30,34%, ROA 4,29 persen, ROE 28,39%, NPL Gross 0,96%, BOPO 59,09%, dan NIM 5,89%. Pertumbuhan modal disetor diperkuat oleh tambahan modal dari pemegang saham sebesar Rp 746 miliar, yang membantu bank dalam meningkatkan kapasitas operasional sesuai Main Agenda.
Dengan total modal disetor Rp 3,63 triliun dan modal inti Rp 5,98 triliun, Bank BPD Bali diperkirakan akan naik kelas menjadi kategori KBMI 2 pada tahun ini. Ini merupakan bukti bahwa Main Agenda yang diterapkan telah menghasilkan dampak nyata dalam memperkuat kesehatan keuangan serta kemampuan bank untuk berkompetisi di tingkat nasional.
