Berita

Latest Update: Viral ‘Pulau Sampah’ di Pesisir Jakut, Tim Gabungan Korve Bersihkan

sisir Jakut Tersihkan oleh Tim Gabungan Latest Update: Sebuah video yang menunjukkan hamparan sampah membentuk pulau terapung di pesisir Jakarta Utara telah

Desk Berita
Published Juni 4, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Latest Update: ‘Pulau Sampah’ di Pesisir Jakut Tersihkan oleh Tim Gabungan

Latest Update: Sebuah video yang menunjukkan hamparan sampah membentuk pulau terapung di pesisir Jakarta Utara telah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Wilayah yang terkena terletak sekitar 600 hingga 700 meter dari daratan, dengan sampah mengendap di permukaan air, menciptakan bentukan mirip pulau. Fenomena ini menarik perhatian warga sekitar dan pihak terkait, yang segera mengambil tindakan untuk menangani masalah lingkungan ini.

Latest Update: Pulau sampah tersebut dianggap sebagai akibat dari aliran air sungai dan lautan yang membawa limbah ke area pesisir. Sampah-sampah yang terakumulasi itu, antara lain, berasal dari daerah industri, rumah tangga, serta aktivitas wisata yang meningkat di sekitar kawasan tersebut. Tumpukan sampah yang terlihat memang terlihat seperti daratan kecil, namun kini sedang dibersihkan oleh tim gabungan yang terdiri dari sekitar 70 anggota.

Respons Pihak Terkait atas Keluhan Masyarakat

Latest Update: Pembersihan berlangsung sebagai tindak lanjut aduan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial. Titik utama pembersihan adalah Pulau Sedimen di pesisir Muara Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Wilayah ini menjadi salah satu titik rawan akumulasi sampah karena letaknya dekat sungai dan laut, sehingga mudah tercemar oleh limbah kiriman.

“Kawasan pesisir dan sedimen merupakan titik sensitif yang memerlukan pengawasan ketat. Sampah yang terakumulasi tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem laut dan mengancam kehidupan biota di sekitarnya,” kata Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Latest Update: Selain dari UPS Badan Air, tim pembersihan melibatkan pihak Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Satpel Lingkungan Hidup Penjaringan, serta unsur Polairud Polda Metro Jaya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan proses pembersihan berjalan efektif, sekaligus mencegah penyebaran sampah ke daerah lain.

Proses Pembersihan dan Tantangan yang Dihadapi

Latest Update: Pembersihan dimulai pada hari Senin dengan penggunaan alat berat dan tenaga manual. Tim korve melakukan pengumpulan sampah yang terapung, kemudian mengangkutnya ke tempat pembuangan terpadu (TPA) terdekat. Namun, proses ini tidak mudah karena kondisi air yang bergerak dan adanya sampah plastik yang sulit dihancurkan.

Latest Update: Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengungkapkan bahwa tim korve harus beradaptasi dengan medan yang berair dan sering terkena arus laut. “Sampah yang menumpuk di pulau ini juga melibatkan bahan organik yang membusuk, sehingga perlu dikelola secara terpisah untuk mencegah pencemaran,” terangnya. Proses ini diperkirakan memakan waktu hingga akhir pekan, dengan target mengangkut seluruh sampah dalam 3-5 hari.

Latest Update: Selama pembersihan, tim juga melakukan pendataan jenis sampah yang sering muncul, seperti plastik, kemasan makanan, dan limbah industri. Data ini digunakan untuk menyusun strategi pencegahan di masa depan, terutama untuk meminimalisir kembali penyebaran sampah ke wilayah pesisir. Dinas terkait menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan limbah di sekitar sumber aliran air.

Latest Update: Selain membersihkan, tim juga melakukan sosialisasi kepada warga setempat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mereka menekankan bahwa sampah yang dibuang ke sungai atau laut akan kembali menghiasi pesisir melalui aliran air. “Masyarakat perlu sadar bahwa sampah yang mereka buang hari ini bisa menjadi pulau kecil di depan rumah mereka besok,” ujar salah satu anggota tim.

Latest Update: Pembersihan ini juga menjadi momentum untuk merevisi sistem pengelolaan sampah di kawasan pesisir. DLH DKI Jakarta menyatakan akan mengupayakan pengurangan sampah plastik melalui program pengumpulan sampah rutin, serta kerja sama dengan pengelola wisata dan industri sekitar. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjaga ekosistem pesisir,” tambahnya.

Leave a Comment