Berita

Meeting Results: Ketua RW Ungkap Awal Mula Warga Siram Air ke Orang Mau Salat di Tangerang

arga Siram Air ke Orang Mau Salat di Tangerang Meeting Results - Ketua RW 07, Sumardi, menjelaskan bahwa konflik antar warga di Tangerang yang memicu aksi

Desk Berita
Published Juni 2, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Ketua RW Ungkap Awal Mula Warga Siram Air ke Orang Mau Salat di Tangerang

Meeting Results – Ketua RW 07, Sumardi, menjelaskan bahwa konflik antar warga di Tangerang yang memicu aksi penyiraman air telah terjadi sejak tahun 2021. Namun, pada 2024, peristiwa tersebut mencapai puncaknya dan mulai dikenal secara luas oleh masyarakat. Saat ditemui di sekitar lokasi pada Selasa (2/6/2026), Sumardi menyatakan bahwa masalah ini berawal dari ketegangan sosial di lingkungan mereka.

Perkembangan Konflik di Tahun 2024

Ketua RW mengungkapkan bahwa tahun 2024 menjadi titik balik konflik tersebut. “Itu sejak 2024 yang mulai viral itu. Tahun 2024 ya, berawal dari konflik sosial antar warga sekitar,” ujarnya. Menurut Sumardi, aksi penyiraman air yang dilakukan oleh sejumlah warga berawal dari ketidakpuasan terhadap kebiasaan tertentu dalam lingkungan sekitar. Aksi ini terutama terjadi saat warga melakukan salat, dengan alasan yang berbeda-beda, seperti tidak menyukai kebiasaan salat di luar rumah atau ketidaknyamanan terhadap suara yang dihasilkan.

Upaya Penyelesaian dan Kerja Sama Masyarakat

Sumardi menyatakan bahwa pihak RW tetap terbuka untuk menyelesaikan masalah ini melalui diskusi. “Kita tidak memaksa. Jika masih ingin tinggal di sini, ayo gabung kembali. Karena kita ingin bersosialisasi sesuai norma, bukan menghakimi. Gotong-royong itu tujuan kita,” katanya. Meeting Results ini menjadi momen penting untuk mengumpulkan pendapat warga dan mencari solusi yang bisa diterima oleh semua pihak. Sumardi berharap melalui meeting results, konflik ini bisa diminimalkan dan hubungan antar warga kembali harmonis.

Dalam beberapa video yang beredar, terlihat rekaman CCTV menunjukkan pria atau wanita menyiram air ke jalan saat waktu Magrib. Beberapa klip menampilkan seseorang terkena air yang disiramkan. Di satu video, seorang laki-laki baru selesai salat lalu mendapat sambutan dari tetangganya dengan bahasa yang kasar. Video lainnya mengungkap bahwa air yang digunakan diduga berasal dari mandi anjing atau penjernihan kotoran hewan tersebut.

Kasi Humas Polresta Tangerang, IPDA Sandro Tree Bahara, mengatakan bahwa pihak kepolisian sedang mengecek kasus tersebut. “Personel akan memeriksa lokasi dan menyelesaikan masalah yang terjadi,” katanya. Selain itu, polisi juga berencana untuk menemukan solusi yang dapat diterapkan secara bersama oleh warga. Meeting Results yang dilakukan oleh RW menjadi salah satu langkah awal dalam menyelesaikan konflik ini.

Detikcom mencoba mengunjungi rumah yang diduga menjadi sumber penyiraman. Namun, pemilik rumah menolak memberikan penjelasan. Dalam beberapa video, terlihat bahwa aksi penyiraman air terjadi secara rutin, bahkan beberapa kali sehari. Masyarakat sekitar merasa terganggu, terutama saat waktu salat yang dianggap sebagai momen paling sakral. Meeting Results yang diadakan oleh RW juga menjadi ajang untuk memperjelas perbedaan pandangan antara pelaku dan korban.

Pada 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB, sebuah video menunjukkan warga menggeruduk pasangan suami istri yang diduga terlibat dalam penyiraman air. Mereka membawa pasangan itu ke ruang pertemuan untuk diskusi. Penyebabnya, salah satu warga kembali terkena siraman. Meeting Results dalam bentuk ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki hubungan sosial di lingkungan tersebut.

Leave a Comment