Berita

New Policy: Aksi Pria India Umpetin Butiran Emas di Popok Ketahuan di Bandara

Hatta New Policy - Terungkapnya aksi penyelundupan emas oleh pria asal India menggambarkan keberhasilan New Policy dalam menindak tegas kejahatan berkat

Desk Berita
Published Mei 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Penangkapan Warga Negara India di Bandara Soekarno-Hatta

New Policy – Terungkapnya aksi penyelundupan emas oleh pria asal India menggambarkan keberhasilan New Policy dalam menindak tegas kejahatan berkat penerapan teknik pemeriksaan yang lebih canggih. Petugas Bea Cukai berhasil mengungkap upaya seseorang dari India menyelundupkan logam mulia murni melalui penerbangan ke New Delhi. Pria berinisial MTNP (44 tahun) ditangkap saat berusaha membawa emas tersebut ke luar negeri, sebuah tindakan yang menunjukkan efektivitas New Policy dalam mendeteksi barang ilegal.

Trik Menyelundupkan Emas dalam Popok

Barang bukti emas disimpan dalam popok yang digunakan MTNP, sebuah strategi untuk menghindari pemeriksaan ketat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Modus ini memanfaatkan benda sehari-hari untuk menyembunyikan nilai tukar tinggi, dan New Policy berperan dalam mengungkap cara ini melalui peningkatan pengawasan dan teknologi deteksi. Emas berbentuk butiran disembunyikan dalam gel dari gluten, lalu ditempatkan di popok yang terlihat seperti benda biasa.

Kasus Penyelundupan dan Pengungkapan oleh Bea Cukai

Kasus ini menjadi bukti nyata keberhasilan New Policy dalam mengungkap kejahatan yang semakin canggih. MTNP berencana mengirimkan emas senilai ratusan juta rupiah ke India sebagai bagian dari jaringan penyelundupan. Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang menjelaskan bahwa total berat bruto emas mencapai 265,7 gram, terbagi dalam dua bungkus. “Kami menyebutnya sebagai pampers, tapi sebenarnya menyimpan barang ilegal,” tambahnya, menegaskan bahwa New Policy telah memperkuat proses pemeriksaan di bandara.

“Penyelundupan logam mulia ini mencapai nilai sekitar Rp 700 juta yang rencananya akan dibawa keluar oleh penumpang warga negara India dengan inisial MTNP,” kata Hengky dalam jumpa pers di KPU Bea Cukai Soetta, Senin (11/5). Penemuan ini menunjukkan bahwa New Policy tidak hanya mencegah kejahatan, tetapi juga memungkinkan pihak berwenang untuk menangkap pelaku secara lebih efisien.

Modus dan Pemisahan Emas dari Popok

Modus yang digunakan MTNP mirip dengan cara penyelundupan narkotika. Emas berbentuk butiran ditaruh dalam gel, lalu ditempatkan di popok sebagai bahan bungkus. “Butiran emas seperti yang terlihat di sini ditaruh dalam gel, kemudian diaplikasikan sebagai popok,” imbuh Hengky, menyoroti keterlibatan New Policy dalam mengidentifikasi modus ini. Proses pemisahan dilakukan melalui teknik kimia di laboratorium, yang mengungkap bahwa barang tersebut terbukti sebagai logam mulia dengan kadar lebih dari 90%.

Pengakuan MTNP dan Iming-iming Kebahagiaan

MTNP mendapat iming-iming Rp 5 juta dan kesempatan berlibur di Indonesia sebagai pengganti dari upaya mengirimkan emas ke New Delhi. Dia mengaku dibelikan tiket dan diberi janji untuk jalan-jalan, tetapi tetap terjebak dalam jaringan kejahatan. New Policy membantu mengungkap cara ini melalui pengawasan terhadap kelompok kurir yang mengirimkan barang ilegal ke luar negeri. “Pihak yang mempekerjakan MTNP berharap dia bisa mengirimkan emas ke India. Tapi kami tetap memeriksa, karena bisa jadi ada kurir lain yang terlibat,” terang Hengky, menggarisbawahi peran New Policy dalam menghentikan gelombang penyelundupan.

Usaha Pemantauan dan Koordinasi Nasional

Pria asal India itu tinggal di Jakarta selama tujuh hari sebelum ditangkap. New Policy memungkinkan Bea Cukai untuk memantau aktivitasnya lebih jauh, sehingga menemukan bahwa MTNP pertama kali mengunjungi Indonesia sebagai bagian dari rencana penyelundupan. “Kami koordinasi nasional dengan Bea Cukai dan Avsec untuk mengusut jaringan kurir lain. Jadi, bukan hanya satu orang yang berperan dalam aksi ini,” tambah Hengky. Koordinasi ini menunjukkan bahwa New Policy melibatkan lebih dari sekadar kekuatan pemeriksaan di bandara, tetapi juga sinergi antar instansi pemerintah.

Implikasi New Policy untuk Pemerintah dan Penumpang

Kasus MTNP menjadi contoh nyata keberhasilan New Policy dalam mencegah kejahatan lintas batas. Dengan meningkatkan ketatnya pemeriksaan, kebijakan ini membantu mengurangi risiko penyelundupan emas, yang sering kali menjadi sumber masalah bagi lalu lintas barang. New Policy juga memberikan peluang bagi penumpang untuk mematuhi aturan, sekaligus mengenali kemungkinan modus kejahatan yang bisa dihindari. “Dengan New Policy, kami mampu mengungkap kejahatan yang selama ini sulit dideteksi,” pungkas Hengky, menegaskan bahwa kebijakan ini memperkuat kewaspadaan di bandara dan meningkatkan keamanan negara.

Leave a Comment