Bang Jago Pemalak Mobil Pelat B di Bandung Diamankan, Ini Penampakannya
Bang Jago Pemalak Mobil Pelat B – Kasus pemalakan oleh “Bang Jago Pemalak Mobil Pelat B” di kawasan Dago Atas, Kota Bandung, Jawa Barat, kini memperoleh perhatian luas setelah seorang pelaku ditangkap oleh petugas kepolisian. Tindakan premanisme ini terjadi saat euforia masyarakat usai pertandingan sepak bola yang diikuti oleh para penggemar tim Persib Bandung. Pelaku, yang dikenal dengan nama Demon, diduga memanfaatkan suasana pesta juara untuk mengejar korban yang menggunakan kendaraan berplat B sebagai sasaran.
Latar Belakang dan Penangkapan
Dilansir dari detikJabar, insiden pemalakan ini terjadi pada Sabtu (23/5) lalu, tepat setelah Persib Bandung meraih kemenangan dalam Super League 2025/2026. Video yang beredar menunjukkan pelaku berpura-pura menjadi pengawal atau pengaman, lalu meminta uang kepada korban sebagai imbalan keamanan. Kebanyakan korban yang menjadi sasaran adalah warga luar kota yang merasa tidak terbiasa dengan kebiasaan ini di Bandung.
Pelaku terlihat memaksa korban memberikan uang sebelum memulai perjalanan. Setelah mengetahui latar belakang korban, ia langsung mengancam akan merusak kendaraan jika uang tidak diberikan. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk kekerasan verbal dan fisik, sehingga menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat yang merayakan kejayaan tim.
Pelaku dan Cara Kerja Bang Jago Pemalak Mobil Pelat B
Dalam video yang viral, pelaku memakai kemeja lengan panjang dengan motif garis-garis gelap dan kacamata hitam. Penampilan ini diperkuat oleh ekspresi wajahnya yang terlihat percaya diri dan agresif. Kebiasaan “Bang Jago Pemalak Mobil Pelat B” ini ternyata sudah berlangsung beberapa hari sebelumnya, dengan target utama pengemudi mobil berplat B yang sering berpapasan dengan para penggemar sepak bola.
Kasus ini menunjukkan bahwa ada kelompok spesifik yang mengambil kesempatan saat situasi ramai untuk melakukan aksi pemalakan. Mereka sering menunjukkan tanda identitas sebagai anggota Bobotoh, kelompok pendukung Persib Bandung, yang memperkuat kesan bahwa tindakan tersebut terkait dengan kegiatan pesta juara. Perilaku ini juga menggambarkan upaya untuk menunjukkan dominasi atau kontrol atas pengemudi kendaraan dengan plat B.
“Tambahin… tambahin… tambahin… mau hancur di depan, udah koordinasi sama Demon,” ujar pelaku dalam video yang beredar. Sementara itu, dalam wawancara lanjutan, ia menyatakan bahwa jumlah uang yang diminta bisa disesuaikan dengan kemampuan korban. “Terserah berapa aja, mau Rp 50 ribu mau berapa terserah. Ya terserah aja,” tambahnya.
Investigasi dan Motif Pelaku
Polisi yang menangani kasus ini, Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson, mengungkap bahwa pelaku telah diperiksa secara mendalam. Menurut keterangan polisi, tindakan pemalakan ini dipicu oleh pengaruh alkohol yang menggelorakan suasana saat pesta juara berlangsung. “Motifnya, saat euforia berlangsung mereka menghabiskan waktu bersama sambil minum-minum. Mungkin karena kekurangan uang, mereka minta uang untuk membeli minuman tambahan,” jelas polisi.
Kasus ini menjadi sorotan karena menggambarkan pola kejahatan yang berulang. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka sedang mencari lebih banyak saksi dan pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi serupa. “Kita masih terus mengumpulkan bukti untuk mengungkap jaringan ‘Bang Jago Pemalak Mobil Pelat B’ ini,” tambah Riki Erickson. Insiden yang terjadi di Dago Atas juga memicu diskusi tentang keamanan lalu lintas dan tanggung jawab masyarakat dalam mengawasi aktivitas ini.
Dalam foto yang diunggah oleh detikcom, pelaku terlihat masuk ke ruang pemeriksaan dengan didampingi petugas. Penampilannya terlihat berbeda dari kebiasaan sehari-hari, dengan rambut yang berantakan dan wajah yang mengalami perubahan drastis setelah ditangkap. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa pelaku memang terbiasa berpakaian santai saat melakukan aksi pemalakan, yang bisa membuat korban merasa lebih mudah terjebak.
Kasus ini juga menimbulkan perhatian dari warga sekitar yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan para “Bang Jago Pemalak Mobil Pelat B”. Beberapa warga menyatakan bahwa hal ini terjadi setiap akhir pekan, terutama saat ada pertandingan besar. “Sudah jadi tradisi, kalau ada acara besar mereka pasti ada,” ujar seorang warga. Kejadian ini pun memicu peningkatan patroli polisi di area Dago Atas dan sekitarnya.
