Berita

Solving Problems: Banten dan Danantara Kerja Sama Bangun PSEL Serang Raya di TPSA Cilowong

n dan Danantara Kolaborasi Bangun PSEL Serang Raya Solving Problems menjadi fokus utama dari kolaborasi antara Banten dan Danantara dalam pembangunan Pusat

Desk Berita
Published Mei 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Banten dan Danantara Kolaborasi Bangun PSEL Serang Raya

Solving Problems menjadi fokus utama dari kolaborasi antara Banten dan Danantara dalam pembangunan Pusat Pengelolaan Sampah Limbah (PSEL) Serang Raya. Kerja sama ini diluncurkan di Jakarta pada Senin (11/5/2026), dalam acara penandatanganan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Hadir dalam acara tersebut adalah Bupati Serang, Wali Kota Serang, serta Wali Kota Cilegon. Solving Problems melalui inisiatif PSEL diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi krisis sampah yang mengancam kota-kota besar di Indonesia.

PSEL sebagai Jawaban untuk Masalah Sampah Darurat

Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa PSEL adalah strategi untuk Solving Problems dalam mengelola sampah perkotaan yang tidak teratasi oleh metode konvensional. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, proyek ini bertujuan mempercepat pengolahan sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan. “Solving Problems dalam penanganan sampah harus dimulai dengan transformasi sampah menjadi sumber daya baru,” kata Zulhas.

Dalam kondisi darurat seperti penumpukan sampah melebihi 1.000 ton di TPSA Cilowong, Solving Problems melalui teknologi PSEL menjadi harapan besar. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubah limbah menjadi energi, sehingga menghindari bau dan racun yang mengganggu lingkungan. Zulhas menekankan bahwa inisiatif ini akan diterapkan di 25 lokasi yang menyebar di 62 kabupaten dan kota, termasuk wilayah Serang Raya.

Kemitraan untuk Mendorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Kerja sama antara pemerintah daerah dan Danantara dianggap sebagai langkah penting dalam Solving Problems. PSEL Serang Raya, yang menjadi salah satu proyek utama, diharapkan menjadi contoh keberhasilan dalam pengelolaan sampah. “Solving Problems membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Zulhas. Proyek ini juga mencakup tujuh lokasi lain, seperti Semarang Raya, Kabupaten Bekasi, dan Medan Raya, yang sama-sama menghadapi tantangan serupa.

Andra Soni, warga sekitar TPSA Cilowong, menyampaikan harapan bahwa PSEL mampu Solving Problems terkait sampah yang menghimpit wilayah perkotaan. “Kami berharap proyek ini bisa mengurangi beban sampah yang selama ini menjadi masalah utama,” ungkapnya. Menurutnya, Solving Problems tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga komitmen bersama untuk memastikan keberlanjutan. “Pemerintah daerah harus berperan aktif agar PSEL berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Pengembangan PSEL dan Kontribusi untuk Lingkungan

PSEL Serang Raya merupakan bagian dari upaya nasional untuk Solving Problems lingkungan dengan mengurangi ketergantungan pada pembuangan sampah secara langsung. Proyek ini dirancang untuk memproses sampah rumah tangga dan industri menjadi energi listrik, sekaligus menciptakan lapangan kerja lokal. “Solving Problems melalui PSEL akan memberikan dampak positif bagi ekosistem dan kesejahteraan masyarakat,” kata Zulhas. Kemitraan ini juga mendukung pengurangan emisi karbon, yang menjadi isu penting dalam kebijakan iklim nasional.

Menurut data yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Pangan, PSEL akan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA sebesar 40 persen dalam lima tahun pertama. Proyek ini juga mengintegrasikan teknologi terkini seperti pengolahan biogas dan penggunaan bahan baku sampah untuk bahan bakar padat. “Solving Problems dalam sampah tidak bisa dilakukan tanpa inovasi,” jelas Zulhas. Dengan demikian, pembangunan PSEL Serang Raya dianggap sebagai langkah strategis untuk mendukung ekonomi hijau dan lingkungan berkelanjutan.

Kemitraan antara Banten dan Danantara dalam pembangunan PSEL Serang Raya menunjukkan komitmen untuk Solving Problems secara kolektif. Proyek ini diharapkan menjadi contoh keberhasilan bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa. “Kolaborasi ini adalah langkah awal untuk mengatasi krisis sampah yang lebih luas,” kata Andra Soni. Dengan dukungan teknis dari Danantara, PSEL Serang Raya akan menjadi model yang dapat dikembangkan di berbagai kota besar di Indonesia.

Leave a Comment