Berita

Solution For: Bang Jago ‘Penendang Angin’ Diduga Mabuk, Keroyok ABG karena Dipicu Hal Ini

Bang Jago 'Penendang Angin' Diduga Mabuk, Keroyok ABG karena Dipicu Hal Ini Penendang Angin Diduga Mabuk: Insiden Kekerasan di Jakarta Pusat Solution For

Desk Berita
Published Mei 29, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Bang Jago ‘Penendang Angin’ Diduga Mabuk, Keroyok ABG karena Dipicu Hal Ini

Penendang Angin Diduga Mabuk: Insiden Kekerasan di Jakarta Pusat

Solution For – Insiden kekerasan terjadi di Jakarta Pusat, mengakibatkan dua pria yang diduga melibatkan tindakan pengeroyokan terhadap dua remaja. Kejadian ini berlangsung di Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, dekat Pasar Senen, dan SPBU Bungur pada Minggu (24/5) sekitar pukul 03.15 WIB. Dua korban, berinisial FMS dan EBTW, sedang mengendarai motor untuk mengisi bensin saat melihat konflik antara sopir taksi dan sekelompok orang. Mereka berusaha melerai pihak-pihak tersebut, tetapi tindakan mereka justru memicu perkelahian berlanjut.

Dalam laporan yang diberikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, diceritakan bahwa empat orang terlibat dalam konflik. Dua pelaku, SS (26) dan ASA (23), tiba-tiba menyerang korban. “Salah satu korban mencoba melerai, namun tiba-tiba dipukul oleh dua dari empat pelaku,” jelas Roby. Kedua korban mengalami luka di wajah, sementara petugas SPBU berusaha menghentikan keributan dengan mengajak kedua pihak berdiskusi.

Video kejadian beredar luas di media sosial, memperlihatkan aksi pengeroyokan yang menghebohkan wilayah tersebut. Dalam rekaman, terlihat SS dan ASA melancarkan serangan terhadap korban, dengan SS diduga dalam pengaruh minuman keras. FMS dan EBTW berusaha mendekati rekan yang sedang dianiaya, tetapi tindakan itu tidak membuahkan hasil. Penyidikan terus berjalan, dengan polisi menargetkan pelaku setelah video viral.

Solusi untuk Konflik: Penyelidikan dan Dukungan Masyarakat

Kasat Reskrim mengungkap bahwa penyelidikan berjalan intensif, termasuk menghubungi korban untuk mendapatkan laporan resmi. “Setelah video terdampar di medsos, tim patroli langsung bergerak menangkap pelaku,” tambah Roby. Keduanya mengetahui videonya menjadi perhatian publik dan mengambil inisiatif datang ke kantor polisi untuk memberi keterangan.

Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa aksi pengeroyokan melibatkan empat orang, dengan SS dan ASA sebagai pelaku utama. Polisi juga mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat dan tokoh-tokoh lokal untuk menenangkan situasi. “Masyarakat sangat antusias membantu proses penyidikan, karena kasus ini menyangkut kekerasan antar remaja,” ungkap sumber di wilayah tersebut.

Kasus ini dijerat Pasal 262 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang kekerasan bersama-sama. Masing-masing pelaku bisa mendapatkan hukuman penjara hingga 5-7 tahun, tergantung tingkat keparahan luka. Solution For menekankan bahwa hukuman tersebut diberikan berdasarkan visum et repertum yang akan diproses lebih lanjut. Saat ini, penyidikan masih berlangsung sambil menunggu laporan lengkap dari tim medis.

Kejadian ini menjadi peringatan penting tentang dampak mabuk pada perilaku manusia, terutama di lingkungan publik. Solution For menyoroti pentingnya kesadaran akan penggunaan alkohol sebelum terjadi konflik. Selain itu, masyarakat di sekitar SPBU Bungur menilai bahwa korban berusaha memperbaiki situasi, tetapi tidak didukung oleh lingkungan sekitar. “Korban tidak bersalah, tetapi situasi memang memicu kemarahan pelaku,” kata seorang warga setempat.

Pelaku juga mengakui bahwa mereka terpengaruh alkohol saat kejadian. “Kami sedang mabuk, jadi reaksi kami tidak terkendali,” kata ASA. Pihak keluarga pelaku berharap kasus ini bisa diselesaikan secara adil, sementara korban menuntut solusi untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan kekerasan. Solution For mengingatkan bahwa kasus seperti ini menuntut pendekatan terpadu antara kepolisian, masyarakat, dan pemerintah setempat.

Insiden ini juga menjadi bahan diskusi di berbagai media, dengan penekanan pada pentingnya upaya pencegahan kekerasan di kalangan remaja. Solution For menyebutkan bahwa warga sekitar aktif memantau situasi dan membagikan informasi melalui media sosial untuk mempercepat proses penyelesaian. Dengan meningkatkan kesadaran akan konflik yang mungkin terjadi, diharapkan bisa mengurangi kejadian serupa di masa depan.

Leave a Comment