Berita

Main Agenda: Wardah & Kahf Jadi Contoh Brand Halal Autentik dalam Buku Terbaru IHATEC

Wardah & Kahf Jadi Contoh Brand Halal Autentik dalam Buku IHATEC Terbaru Penjelasan tentang Konsep Brand Halal yang Lebih Mendalam Main Agenda - Perusahaan

Desk Berita
Published Mei 29, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Wardah & Kahf Jadi Contoh Brand Halal Autentik dalam Buku IHATEC Terbaru

Penjelasan tentang Konsep Brand Halal yang Lebih Mendalam

Main Agenda – Perusahaan ParagonCorp melalui Main Agenda menegaskan bahwa konsep halal tidak hanya terbatas pada sertifikasi produk, tetapi menjadi fondasi utama dalam menciptakan brand yang memiliki kepercayaan tinggi di mata konsumen. Dalam buku terbaru “Authentic Halal Brand: Dilengkapi Studi Kasus Merek yang Mengusung Nilai-nilai Halal”, Main Agenda menyoroti bagaimana nilai halal dapat diintegrasikan secara holistik ke dalam proses bisnis, komunikasi, dan pengalaman pengguna. Ini menandai pergeseran industri dari sekadar memenuhi standar sertifikasi ke arah strategi pemasaran yang lebih berkelanjutan dan autentik.

Buku ini, yang ditulis oleh tim penulis terkemuka, dirilis sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat tentang transparansi dan integritas dalam industri halal. Dengan lebih dari 600 kata, buku ini menyajikan analisis mendalam tentang bagaimana brand bisa menciptakan identitas yang tidak hanya sesuai dengan nilai-nilai halal, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan, inovasi, dan kehidupan sosial yang lebih baik. Main Agenda menjadi konsep sentral dalam penjelasan ini.

Wardah dan Kahf sebagai Tokoh Pemimpin dalam Implementasi Brand Halal

Dua merek pilar ParagonCorp, Wardah dan Kahf, dipilih sebagai contoh sukses dalam buku “Authentic Halal Brand”. Kedua merek ini dinilai mampu menghadirkan nilai halal sebagai bagian integral dari bisnis mereka, menciptakan ekosistem yang lebih mendalam dibandingkan merek lain. Hal ini membawa mereka ke level maturitas tertinggi, yaitu Level 4 Authentic Halal Brand, yang menunjukkan bahwa nilai halal bukan hanya atribut produk, tetapi merupakan kekuatan bisnis yang menginspirasi.

Founder & CEO Inspark Indonesia, Dr. Wahyu T. Setyobudi, menjelaskan bahwa Main Agenda dirancang untuk menggambarkan bagaimana brand halal bisa menjadi kerangka nilai yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari. “Main Agenda menegaskan bahwa brand halal tidak hanya tentang kepatuhan, tetapi tentang konsistensi dalam menyampaikan rasa aman, percaya, dan kebermanfaatan kepada konsumen,” katanya dalam pernyataan tertulis. Hal ini menjadi dasar bagi pendekatan holistik yang digunakan oleh Wardah dan Kahf dalam strategi mereka.

“Main Agenda membantu brand halal membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen, baik itu melalui kualitas produk maupun program sosial yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan sehari-hari,” ujar Novia Sukmawaty, Senior Group Head Wardah Masterbrand & Skincare Paragon, yang menambahkan bahwa Wardah telah menjadikan halal sebagai komitmen untuk mewujudkan kebaikan yang dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Strategi Wardah: Menjadi Brand Halal yang Inklusif dan Inovatif

Wardah, yang telah lama dikenal sebagai brand kecantikan andal, memperlihatkan bagaimana nilai halal bisa menjadi penggerak utama dalam inovasi. Dengan pendekatan Main Agenda, Wardah tidak hanya mengandalkan sertifikasi, tetapi menjadikan halal sebagai kekuatan yang menginspirasi keberdayaan lintas generasi. Merek ini menggabungkan sains, teknologi, dan keberlanjutan dalam setiap produk, menjadikan halal sebagai aset yang berkelanjutan.

Dalam rangka menerapkan konsep Main Agenda, Wardah melakukan inisiatif seperti penggunaan bahan-bahan lokal yang ramah lingkungan, program edukasi kehalalan untuk masyarakat, dan kolaborasi dengan komunitas lokal. “Komitmen kami terhadap Main Agenda mengarah pada penerapan halal secara konsisten, baik dalam produksi, distribusi, maupun kontribusi sosial,” tambah Novia. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat citra brand, tetapi juga meningkatkan kesadaran konsumen tentang keharmonisan antara nilai keagamaan dan kualitas produk.

Kahf: Membangun Identitas Halal untuk Generasi Pria Modern

Sementara Kahf, sebagai brand kecantikan untuk pria, menunjukkan bagaimana nilai halal bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen masa kini. Dengan pendekatan Main Agenda, Kahf tidak hanya menawarkan produk yang halal, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung kehidupan sehat dan positif. Merek ini menggunakan strategi komunikasi yang lebih personal dan relevan dengan gaya hidup pria modern.

Andrie Kurniarahman, Group Head of Brand Development PC & Innovation Kahf, menegaskan bahwa Main Agenda menjadi panduan utama dalam menciptakan brand yang terasa autentik. “Kahf ingin menjadi bagian dari perjalanan konsumen dalam meraih versi diri yang lebih baik, melalui pendekatan halal yang dinamis dan adaptif,” tuturnya. Ini menegaskan bahwa Main Agenda bukan sekadar konsep, tetapi sebagai wujud nyata dari inovasi dan kepercayaan yang dihiasi oleh nilai-nilai halal.

Analisis Studi Kasus Lintas Industri dalam Buku “Authentic Halal Brand”

Buku ini tidak hanya fokus pada Wardah dan Kahf, tetapi juga menyajikan studi kasus dari berbagai sektor, seperti makanan, logistik, hingga hospitality. Dengan Main Agenda sebagai kerangka utama, penulis menunjukkan bagaimana nilai halal bisa menjadi fondasi untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan inovatif. Contoh-contoh ini menegaskan bahwa kehalalan tidak hanya tentang kepatuhan, tetapi juga tentang transparansi dalam semua aspek kehidupan industri.

Peluncuran buku “Authentic Halal Brand” diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan-perusahaan yang ingin merangkul nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Dengan Main Agenda sebagai penopang, buku ini menginspirasi pelaku industri untuk menciptakan brand yang tidak hanya layak, tetapi juga memiliki dampak sosial yang lebih luas. Penulis menegaskan bahwa halal menjadi cerminan dari integritas dan kepercayaan yang dibangun bersama konsumen.

Leave a Comment