ERT NHM Terlibat dalam Tim SAR Bersama Selama Operasi Erupsi Gunung Dukono
ERT NHM Jadi Bagian Tim SAR Gabungan – Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk ERT PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Tim ERT NHM kini menjadi bagian dari tim SAR gabungan yang bekerja bersama TNI, Polri, Basarnas, BPBD setempat, MAPALA, relawan, dan masyarakat sekitar untuk mengendalikan situasi darurat dan menyelamatkan nyawa pendaki yang terjebak. Pemimpin operasi SAR gabungan mengungkapkan bahwa keterlibatan ERT NHM memperkuat upaya pencarian dan evakuasi, terutama dalam mengakses area yang sulit dicapai akibat aliran lava dan abu vulkanik yang menghimpit desa-desa terdampak.
Kontribusi ERT NHM dalam Operasi SAR
Dalam operasi SAR, ERT NHM berperan sebagai salah satu unit penunjang yang memberikan kemampuan teknis dan sumber daya manusia. Tim ini telah memperkenalkan pengalaman dan kapasitas dalam bidang evakuasi darurat, serta memastikan koordinasi yang efisien antar instansi. Pemimpin tim SAR gabungan menyebutkan bahwa ERT NHM sangat berperan dalam memetakan jalur aman dan menemukan korban yang terjebak di tengah kondisi cuaca serta medan yang berbahaya. Selain itu, mereka juga berpartisipasi dalam menyalurkan bantuan logistik dan dukungan medis kepada warga yang terdampak.
“Dengan penuh rasa duka cita, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisinya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tulis NHM dalam akun Instagram PT Nusa Halmahera Minerals, dikutip Kamis (28/5/2026).
Kehadiran ERT NHM di tengah operasi SAR juga membantu mengurangi waktu penelusuran korban. Sejumlah pendaki yang terjebak di lereng Gunung Dukono berhasil ditemukan berkat kerja sama tim SAR yang terorganisir. Selain itu, ERT NHM juga aktif dalam memberikan informasi terkini tentang kondisi gunung dan ancaman potensial kepada masyarakat sekitar, sehingga meminimalkan risiko keterlibatan lebih lanjut.
Detil Erupsi dan Dampak pada Pendaki
Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat (27/5/2026) pagi memicu kepanikan di kalangan pendaki. Puncak gunung yang terletak di Kecamatan Binongo, Kabupaten Halmahera Utara, meletus dengan intensitas tinggi, mengeluarkan abu vulkanik dan batuan yang menghancurkan jalur pendakian. Sebanyak 3 pendaki dikonfirmasi meninggal dunia, sementara ratusan orang lain terluka atau terpaksa mengungsi. BPBD setempat melaporkan bahwa erupsi tersebut terjadi setelah sejumlah aktivitas seismik dan perubahan pola letusan selama beberapa hari terakhir.
Pelaksanaan operasi SAR gabungan berlangsung intensif sejak pagi hari. Tim terdiri dari sekitar 50 orang yang bekerja dalam tiga shift, menggunakan peralatan khusus seperti drone, radar, dan peta digital untuk memantau area. Keterlibatan ERT NHM dalam operasi ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat, karena mereka menawarkan pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan lingkungan alam terpencil. Dukungan dari perusahaan juga membantu mempercepat proses identifikasi korban dan pengungungan warga yang terdampak.
Sejauh ini, operasi SAR masih berlangsung dengan fokus pada pendaki yang belum ditemukan. ERT NHM berupaya menjangkau daerah terpencil dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan personel. Mereka juga terlibat dalam pengumpulan data seismik dan interpretasi tanda-tanda letusan, yang menjadi bahan referensi untuk memperkirakan tingkat ancaman di masa depan. Tim SAR gabungan terus berusaha mengoptimalkan setiap sumber daya untuk menjamin operasi yang berkelanjutan hingga tidak ada korban lagi yang terjebak.
