Berita

Main Agenda: Bantah Bahas Chromebook, Nadiem Ungkap Isi Chat Grup WA ‘Mas Menteri Core’

WA 'Mas Menteri Core' Main Agenda memperhatikan pernyataan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yang membantah adanya pembicaraan mengenai pengadaan Chromebook

Desk Berita
Published Mei 12, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Nadiem Bantah Bahas Chromebook, Ungkap Isi Chat Grup WA ‘Mas Menteri Core’

Main Agenda memperhatikan pernyataan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yang membantah adanya pembicaraan mengenai pengadaan Chromebook dalam grup chat WhatsApp ‘Mas Menteri Core’. Dalam sidang Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta, Nadiem menjawab tudingan jaksa yang menyebut bahwa kelompok tersebut sempat membahas perangkat tersebut. Ia menegaskan bahwa isu Chromebook tidak terkait langsung dengan tujuan utama pembentukan grup.

Transparansi dan Tujuan Utama Grup

Nadiem menjelaskan bahwa grup chat WhatsApp tersebut dibuat untuk membahas garis besar kebijakan pendidikan yang dianggap relevan dalam memperbaiki sistem pendidikan nasional. Ia menyebutkan bahwa pertemuan dalam grup bersifat terbuka dan tidak ada kesan tersembunyi. “Main Agenda dari pembentukan kelompok ini adalah diskusi strategis mengenai kurikulum dan langkah-langkah digitalisasi pendidikan,” ujarnya. Menurut Nadiem, isu Chromebook hanya muncul sebagai salah satu topik yang terkadang dibahas, tetapi bukan fokus utama.

Dalam menyikapi penjelasan Nadiem, jaksa menanyakan keterlibatan grup dalam pengambilan keputusan pembelian Chromebook. Nadiem membantah dengan tegas, menyatakan bahwa tidak ada komunikasi resmi atau pembahasan teknis mengenai pengadaan perangkat tersebut. “Main Agenda kami adalah mendiskusikan konsep besar dalam pendidikan, bukan memfokuskan pada produk spesifik seperti Chromebook,” lanjut Nadiem.

Proses Seleksi Anggota Grup

Nadiem menjelaskan bahwa anggota grup ‘Mas Menteri Core’ diundang berdasarkan rekomendasi dari pihak eksternal. Ia menegaskan bahwa pengundangan dilakukan secara alami dan tidak ada upaya untuk memengaruhi kebijakan. “Main Agenda seleksi ini adalah mencari orang-orang yang memiliki pengalaman membimbing menteri sebelumnya, seperti Pak Muhajir dan Pak Anies,” imbuhnya. Menurut Nadiem, para anggota yang terlibat dalam grup sudah memiliki kredibilitas dalam bidang kebijakan pendidikan.

Sebagai teknologi dan pengusaha, Nadiem menyatakan bahwa ia tidak memiliki latar belakang dalam partai politik atau sistem pemerintahan. Ia menekankan bahwa kehadiran stafsus dalam grup bertujuan untuk memberikan masukan yang objektif. “Main Agenda kehadiran mereka adalah memastikan kebijakan pendidikan bisa dijalankan secara efektif dan transparan,” tuturnya. Nadiem juga menambahkan bahwa para anggota sering membahas tantangan yang dihadapi sektor pendidikan, seperti keterbatasan akses digital di daerah terpencil.

Dalam menjelaskan keterlibatan dirinya, Nadiem menyebutkan bahwa ia hanya memberi wewenang kepada stafsus untuk membantu penyusunan kebijakan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan keputusan tetap berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan. “Main Agenda kami adalah mewujudkan visi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Chromebook hanya salah satu alat yang bisa menjadi bagian dari strategi ini, tetapi bukan inti diskusi,” jelasnya.

Nadiem juga memaparkan bahwa isi chat grup selama ini lebih fokus pada konsep pembelajaran jarak jauh, pengembangan kurikulum, serta peran teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menambahkan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Chromebook menjadi isu utama dalam percakapan tersebut. “Main Agenda dari chat ini adalah membangun kesepahaman antara tim dan pihak luar mengenai arah kebijakan pendidikan,” pungkas Nadiem.

Leave a Comment