Berita

Main Agenda: BNPP Kebut Pembukaan Temajuk-Telok Melano, Siapkan Jadi KEK Pariwisata

BNPP Kebut Pembukaan Temajuk-Telok Melano sebagai KEK Pariwisata Main agenda pembukaan kembali perlintasan Temajuk-Telok Melano menjadi fokus utama Badan

Desk Berita
Published Mei 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

BNPP Kebut Pembukaan Temajuk-Telok Melano sebagai KEK Pariwisata

Main agenda pembukaan kembali perlintasan Temajuk-Telok Melano menjadi fokus utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dalam upaya mempercepat pengembangan kawasan pariwisata lintas batas. Forum Koordinasi yang digelar oleh BNPP menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan kawasan ini menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah Strategis untuk Penguatan Perbatasan

Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan seperti pemerintah pusat, daerah, serta institusi terkait sepakat menetapkan pembukaan kembali Temajuk-Telok Melano sebagai main agenda kebijakan. Hal ini diperkuat oleh tujuan utama untuk meningkatkan kemudahan akses lintas batas dan menjadikan kawasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyatakan bahwa main agenda ini sejalan dengan visi pembangunan nasional.

“Dengan pembukaan Temajuk-Telok Melano, kita tidak hanya membuka jalur fisik, tetapi juga menciptakan kesempatan baru bagi pengembangan kehidupan masyarakat di sekitar perbatasan,” tegas Sekretaris BNPP, Komjen Pol Makhruzi Rahman, saat membuka acara Rabu (27/5/2026).

Kesiapan KEK Pariwisata Lintas Batas

Berdasarkan hasil diskusi, BNPP menyoroti dua keputusan penting. Pertama, kesiapan mengusulkan Temajuk-Telok Melano sebagai KEK pariwisata yang akan dioperasikan secara bersamaan dengan Malaysia. Kedua, penetapan jadwal optimal untuk pengaktifan PLB Temajuk, dengan perhitungan detail untuk memastikan keberlanjutan perekonomian. Main agenda ini didukung oleh kerja sama bilateral antara RI dan Malaysia, termasuk hasil Persidangan ke-40 Sosek Malindo di Langkawi November 2025.

Pembukaan kembali perlintasan dianggap sebagai langkah kritis untuk merealisasikan prioritas nasional dalam pengembangan kawasan perbatasan. Selain itu, kebijakan ini diharapkan meningkatkan interaksi ekonomi dan budaya antara kedua negara, terutama dalam mendorong sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Letak Strategis dan Potensi Daya Saing

Temajuk-Telok Melano memiliki letak geografis yang sangat strategis, berdekatan dengan destinasi wisata populer di Sarawak, Malaysia. Dengan fasilitas pendukung seperti akomodasi, kuliner, dan layanan infrastruktur yang memadai, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pariwisata lintas batas yang kompetitif. Main agenda ini juga bertujuan mengoptimalkan potensi kawasan sebagai destinasi utama yang bisa menarik investor dan pengunjung lokal serta internasional.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP, Budi Setyono, menambahkan bahwa forum tersebut merupakan tindak lanjut dari Border Crossing Agreement (BCA) 2023 antara Indonesia dan Malaysia. Dengan main agenda ini, BNPP berharap mampu mempercepat integrasi ekonomi dan mengurangi kesenjangan antara wilayah perbatasan dengan pusat-pusat perekonomian lainnya.

Pengembangan KEK: Upaya Mengubah Kebijakan

Pembukaan Temajuk-Telok Melano sebagai KEK pariwisata dianggap sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mengubah paradigma pengembangan perbatasan. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti bahwa kebijakan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk akses yang lebih mudah ke pasar kerja dan komoditas ekspor. Dengan main agenda yang diusung, BNPP bertujuan mengukuhkan kawasan sebagai salah satu pilar KEK di Indonesia.

Forum juga menghasilkan rencana aksi untuk memastikan kawasan ini bisa dioperasikan sesuai target sebelumnya. BNPP berkomitmen untuk membangun sistem manajemen yang efisien, termasuk kebijakan pemasukan wisatawan lintas batas dan pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Dukungan dari masyarakat setempat serta lembaga terkait diharapkan bisa mempercepat proses.

Manfaat Ganda untuk Masyarakat dan Pariwisata

Seiring pertumbuhan minat Malaysia dalam pengembangan kawasan ekonomi lintas batas seperti Johor-Singapura, kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di Temajuk-Telok Melano diharapkan menghasilkan manfaat ganda. Selain meningkatkan perekonomian, main agenda ini juga akan memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan daya saing pariwisata kawasan perbatasan. BNPP menyatakan bahwa kebijakan ini bisa menjadi contoh terbaik dalam pengembangan KEK lintas batas.

Telah dikenal bahwa kawasan Temajuk-Telok Melano memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem pariwisata yang lengkap. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat lokal, kawasan ini akan menjadi salah satu KEK pariwisata yang mampu mengakomodasi kebutuhan wisatawan domestik dan mancanegara secara optimal.

Leave a Comment