Berita

Pembunuh Siswi SD di Makassar Pura-pura Ribut di Lokasi Demi Kecoh Polisi

Pembunuh Siswi SD di Makassar Pura-pura Ribut di Lokasi Demi Kecoh Polisi Pembunuh Siswi SD di Makassar Pura - Sebuah kasus pembunuhan menggegerkan kota

Desk Berita
Published Mei 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pembunuh Siswi SD di Makassar Pura-pura Ribut di Lokasi Demi Kecoh Polisi

Pembunuh Siswi SD di Makassar Pura – Sebuah kasus pembunuhan menggegerkan kota Makassar, Sulawesi Selatan, setelah seorang siswi SD ditemukan tewas dalam kondisi mengerikan di sebuah rumah kosong. Pembunuhnya, IK (19), diketahui sengaja memancing perhatian warga sekitar dan polisi dengan cara memperbesar kegaduhan di lokasi kejadian. Tindakan ini menjadi strategi pelaku untuk mengalihkan fokus investigasi dan menghindari tindakannya terbongkar.

Detail Peristiwa Pembunuhan

Menurut informasi yang diterima, korban, seorang perempuan usia 12 tahun, ditemukan tewas pada Selasa (27/5/2026) di sebuah rumah kosong di kawasan Makassar. Pihak kepolisian mengungkap bahwa pelaku, IK, mempergunakan kesempatan saat tim penyidik sedang fokus pada olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). IK mengejar warga sekitar sambil membawa parang, menciptakan kekacauan untuk menutupi perbuatannya.

Ikatan kejadian ini dimulai saat pelaku memutuskan untuk menyembunyikan jejak kejahatannya. Dia memilih waktu yang tepat ketika polisi sedang dalam proses pengumpulan data dari saksi-saksi. Kegaduhan yang diciptakannya sempat membuat petugas kewalahan, sehingga mengurangi kemampuan mereka mengidentifikasi aktivitas sebenarnya dari pelaku.

Proses Penangkapan dan Investigasi

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menjelaskan bahwa pembunuhan terjadi setelah polisi memulai investigasi terkait temuan mayat siswi SD tersebut. Suara keributan yang terdengar saat olah TKP berlangsung menjadi petunjuk awal bahwa pelaku sedang berupaya mengalihkan perhatian. Berdasarkan laporan, pelaku mengejar warga sambil mengayunkan parang, menimbulkan kesan bahwa dia sedang bertengkar dengan seseorang.

Kombes Arya Perdana menyatakan bahwa ikatan kejadian ini berlangsung cepat dan mengejutkan. “IK sengaja menimbulkan kegaduhan di lokasi penemuan mayat untuk membuat petugas kewalahan,” tambahnya. Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai tetangga korban, yang sebelumnya tidak disangka menjadi pembunuh.

Dalam pemeriksaan, IK mengaku bahwa aksinya dimulai dari keinginan untuk menyembunyikan jejak pembunuhan. Ia memanfaatkan kekacauan yang diciptakannya untuk mengalihkan perhatian polisi dari rumah yang sebenarnya menjadi tempat pembunuhan. “Saya hanya ingin membuat petugas bingung, agar tidak langsung mencurigai rumah saya,” ujar IK saat diperiksa.

Analisis Motif dan Peran Saksi

Kasus pembunuhan siswi SD ini menimbulkan pertanyaan tentang motif IK. Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan, pelaku memiliki hubungan kurang baik dengan korban selama beberapa minggu terakhir. Hal ini menjadi dasar kecemburuan yang akhirnya memicu aksi pembunuhan. Namun, pihak kepolisian masih memeriksa lebih lanjut untuk memastikan alasan pasti di balik tindakan IK.

Dalam penyelidikan, saksi-saksi menjadi bagian penting dalam mengungkap kejadian tersebut. Beberapa warga mengatakan bahwa mereka melihat IK berlari kecil di dekat rumah korban sebelum terdengar suara parang terlempar. Saksi lain juga menyebut bahwa IK sempat berteriak agar warga sekitar memperhatikan suara keributan, sambil mengalihkan perhatian ke arah berbeda.

Kasus ini menunjukkan bagaimana pembunuh berusaha memanipulasi situasi untuk menutupi kejahatannya. Dengan mempergunakan strategi pura-pura ribut, IK berhasil menciptakan kesan bahwa dia tidak bersalah, padahal sebenarnya dia adalah pelaku utama. Polisi kemudian memeriksa CCTV dan rekaman suara di sekitar lokasi, yang akhirnya membantu mengungkap tindakan kejahatan tersebut.

Dalam penyidikan lebih lanjut, pihak kepolisian juga mengumpulkan bukti-bukti tambahan seperti alat bukti fisik dan saksi mata. Pembunuhan siswi SD ini menjadi salah satu contoh kasus kejahatan yang dimotori oleh kecerdikan pelaku dalam menyembunyikan jejaknya. “IK berusaha memanipulasi polisi agar tidak langsung mengejar ke lokasi penemuan mayat,” kata Arya Perdana.

Leave a Comment