Key Strategy: Ruskandar’s Bioflok Fish Farm Supports Pension Income
Key Strategy menjadi pendekatan penting yang membawa perubahan signifikan dalam kehidupan Ruskandar, seorang pensiunan dari perusahaan BUMN. Di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, ia menggabungkan teknik budidaya ikan bioflok dengan upaya pribadi untuk memastikan kesejahteraan ekonomi di masa pensiun. Kolam-kolam yang beroperasi di depan rumahnya kini menjadi simbol keberhasilan usaha yang diterapkan dengan pendekatan inovatif.
Transformasi Budidaya Ikan dengan Teknologi Bioflok
Ruskandar, yang sebelumnya bekerja di lingkungan kantor selama puluhan tahun, memutuskan mengubah hidupnya setelah pensiun. Dengan Key Strategy sebagai dasar, ia memilih lahan rumah sebagai tempat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan. Awalnya, ia menggunakan sistem konvensional, tetapi hasil yang diperoleh tidak memenuhi ekspektasinya. Produksi rendah dan keterbatasan sumber air menggerakkan Ruskandar untuk mencari metode yang lebih efisien.
Di tahun 2025, ia beralih ke sistem bioflok, yang mengandalkan rekayasa lingkungan untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan. Teknik ini menekankan keseimbangan parameter seperti oksigen, pH, serta pengendalian amoniak dan nitrit. Dengan Key Strategy, Ruskandar menemukan solusi yang lebih sostenabel dan meningkatkan kualitas hasil panen.
Perjalanan Menemukan Solusi yang Tepat
Peralihan ke sistem bioflok tidak tanpa tantangan. Awalnya, Ruskandar menghadapi kesulitan mendapatkan bibit ikan yang sesuai, karena jarak pengadaan yang jauh menyebabkan kerusakan signifikan. Dari 8.000 ekor yang dibeli, hanya 1.250 yang berhasil bertahan, menurut kesaksian Ruskandar saat wawancara dengan detikcom pada 14 Mei 2026.
“Sistem konvensional hanya bisa menampung 25 ekor per meter kubik, tetapi bioflok bisa mencapai 150 hingga 200 ekor. Kuncinya adalah menjaga parameter lingkungan agar optimal,” jelas Ruskandar.
Setelah mengalami kegagalan awal, ia belajar memperbaiki proses pengambilan bibit dan pemeliharaan ikan. Dengan Key Strategy, Ruskandar menyesuaikan metode budidaya agar lebih sesuai dengan kondisi lokal. Proses pembesaran ikan memakan waktu empat bulan, hingga siap dipanen.
Kinerja Produksi dan Strategi Pemasaran
Dalam satu kolam, hasil panen mencapai enam kuintal. Jumlah ini naik drastis setelah Ruskandar mengadopsi sistem bioflok, yang membuatnya bisa memproduksi lebih dari tiga ton ikan per bulan. Dengan Key Strategy, ia tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada pemasaran yang lebih strategis.
Pemasaran ikan hasil usahanya dilakukan secara langsung dari rumah. Pembeli berasal dari berbagai daerah, termasuk pedagang eceran, pengelola rumah makan, dan koperasi ikan di Bogor, Jakarta, serta Tangerang. Harga ikan juga beragam, tergantung lokasi pembelian. Biasanya, harga lebih murah di Bogor karena pembeli dari Jakarta hanya membawa uang tanpa membawa gas oksigen atau peralatan tambahan.
Kelangsungan Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan Keluarga
Usaha budi daya ikan Ruskandar mulai stabil sejak awal 2026. Ia juga menerima respons positif dari konsumen yang mengapresiasi tekstur daging ikan dan rasa yang lebih baik. Dengan Key Strategy, usaha ini bukan hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada penghasilan dari pekerjaan sebelumnya.
“Alhamdulillah, para pelanggan menyebutkan bahwa ikan bioflok tidak berbau lumpur dan dagingnya lebih enak. Ini adalah bukti bahwa Key Strategy berhasil diaplikasikan,” tambah Ruskandar.
Dari sekali panen, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp2 juta per kolam atau sekitar Rp12 juta untuk seluruh kolam. Selain itu, usaha ini juga memberi peluang kerja sementara bagi satu orang, seperti saat masa panen, pemeliharaan, atau sortir. Dengan Key Strategy, Ruskandar berhasil membangun ekosistem ekonomi yang mandiri di masa pensiun.
