Berita

Istiqlal Potong Hewan Kurban Besok – Dibagikan ke Panti Asuhan hingga Ponpes

Istiqlal Potong Hewan Kurban Besok - Daging Akan Dibagikan ke Panti Asuhan dan Ponpes Istiqlal Potong Hewan Kurban Besok - Sebentar lagi, Masjid Istiqlal akan

Desk Berita
Published Mei 27, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Istiqlal Potong Hewan Kurban Besok – Daging Akan Dibagikan ke Panti Asuhan dan Ponpes

Istiqlal Potong Hewan Kurban Besok – Sebentar lagi, Masjid Istiqlal akan melangsungkan potong hewan kurban besok. Ini menjadi bagian dari ritual tahunan umat Muslim yang menandai hari raya Idul Adha. Daging hasil penyembelihan akan disalurkan ke berbagai lembaga seperti panti asuhan, ponpes, musala, madrasah, serta masjid-masjid yang binaan Istiqlal. Proses distribusi ini dirancang agar dapat mencakup seluruh kalangan masyarakat, terutama yang membutuhkan.

“Insyaallah besok kita mulai menyembelih kambing dan domba. Ini dilakukan setelah salat Id yang tadi pagi diadakan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026),” ujar Menteri Agama yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, kepada wartawan.

Penyembelihan hewan kurban di Istiqlal rencananya akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu hingga Jumat. Upaya ini dilakukan secara terencana untuk memastikan semua daging dapat terdistribusi secara merata. Dalam perayaan tahunan ini, Istiqlal tetap berkomitmen menyediakan daging kurban kepada masyarakat yang kurang mampu, serta lembaga pendidikan dan keagamaan.

Istiqlal Potong Hewan Kurban Besok menjadi momentum penting bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Selain distribusi daging, penyembelihan ini juga menjadi simbol kepedulian pihak Istiqlal terhadap kebutuhan umat Muslim. Tahun ini, jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai ratusan ekor, dengan perincian 63 sapi, 18 kambing, dan satu ekor dromedary. Setiap hewan terlebih dahulu diuji kesehatannya untuk memastikan kualitas daging yang diberikan.

Persiapan dan Proses Penyembelihan

Proses penyembelihan di Masjid Istiqlal telah dipersiapkan matang-matang. Tim penyembelih profesional bekerja sama dengan pihak Kementerian Kesehatan untuk memastikan setiap langkah sesuai standar. Dalam pernyataannya, Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa hewan kurban yang diterima hari ini telah melalui proses pemeriksaan ketat. “Kita masih menerima sapi besok ya, sampai lusa. Kan pembagian kurban itu hari tasyrik, hari Rabu,” jelasnya.

Distribusi daging kurban akan dimulai setelah seluruh hewan disembelih. Istiqlal Potong Hewan Kurban Besok juga melibatkan kerja sama dengan berbagai organisasi dan lembaga keagamaan. Dalam perayaan ini, tidak hanya daging yang diberikan, tetapi juga pendistribusian dilakukan secara sistematis agar tidak ada kesenjangan. Daging akan dikemas dan dibawa ke panti asuhan serta ponpes secara berkelompok.

“Tadi malam kita sudah mendapatkan penyerahan secara resmi sapi dari Bapak Presiden dan Wakil Presiden. Berat sapinya Bapak Presiden itu 1,3 ton ya. Sedangkan Wapres 1,2 ton,” jelas Nasaruddin.

Sapi yang diberikan oleh Presiden dan Wakil Presiden memiliki bobot signifikan. Dengan berat sekitar 1,3 ton, hewan ini akan menjadi bagian dari distribusi yang lebih besar. Sapi dari Wapres memiliki bobot 1,2 ton, yang juga cukup untuk dibagikan kepada masyarakat.

Kegiatan Istiqlal Potong Hewan Kurban Besok ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap sesama, tetapi juga menjaga tradisi dan kebersamaan. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa daging yang dihasilkan dari penyembelihan hewan kurban akan menjadi panganan utama bagi warga yang membutuhkan. “Daging akan disalurkan ke masjid dan musala yang binaan Istiqlal, panti asuhan, ponpes, serta madrasah yang bekerja sama,” lanjutnya.

Dalam perayaan Idul Adha, Masjid Istiqlal tetap menjadi pusat distribusi. Selain daging, Istiqlal juga menyediakan bantuan berupa bahan makanan, pakaian, dan perlengkapan kebutuhan pokok. Proses distribusi hewan kurban di Istiqlal Potong Hewan Kurban Besok dirancang agar mencapai masyarakat terpencil dan yang tidak memiliki akses mudah ke pasar tradisional. Dengan begitu, seluruh kalangan dapat merasakan manfaat dari tradisi ini.

Leave a Comment