Berita

Facing Challenges: Katering Bakso di Jakbar Ini Laris Manis hingga Disukai Artis

ukai Artis Facing Challenges - Usaha katering bakso yang dikenal dengan nama Profesor Bakso di Gg Abdul Rahman, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Desk Berita
Published Mei 25, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Katering Bakso Jakarta Barat Hadapi Tantangan hingga Disukai Artis

Facing Challenges – Usaha katering bakso yang dikenal dengan nama Profesor Bakso di Gg Abdul Rahman, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, telah menciptakan kesuksesan yang luar biasa. Meski menghadapi berbagai tantangan, bisnis ini tidak hanya bertahan, tetapi malah menjadi favorit banyak artis dan penggemar. Mereka membuktikan bahwa konsistensi dalam kualitas dan adaptasi terhadap perubahan pasar bisa menjadi kunci untuk meraih popularitas.

Perjalanan Usaha dari Rumah Makan ke Katering

Putri dan Hendra, pendiri Profesor Bakso, menjelaskan bahwa bisnis ini dimulai dari usaha rumah makan tradisional sebelum bertransformasi menjadi katering. Proses perpindahan ini tidak mudah, karena mereka harus menghadapi tantangan seperti perubahan kebutuhan pelanggan, persaingan industri, dan kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas produksi. “Kita adanya udah lama, tapi fokus pada katering bakso baru dimulai tahun 2020,” kata Hendra saat diwawancara. Ia menjelaskan bahwa peralihan dari rumah makan ke katering membutuhkan perubahan total, termasuk memperbaiki metode pengemasan, memperluas jaringan distribusi, dan memastikan produk tetap memenuhi standar rasa yang khas.

Dalam perjalanan mereka, Putri dan Hendra mengakui bahwa banyak tantangan muncul, terutama dalam menjaga kualitas bakso saat skala usaha tumbuh pesat. Mereka menjelaskan bahwa setiap langkah kecil, seperti memilih bahan baku berkualitas tinggi atau mengoptimalkan waktu pengolahan, menjadi faktor penting untuk menjaga citra merek. “Kalau rasa, waktu, dan amanah sudah terpenuhi, maka mulut ke mulut akan terjadi sendiri,” tambah Hendra. Ini menunjukkan bahwa pengusaha tidak hanya menghadapi tantangan eksternal, tetapi juga harus mengatur internal untuk tetap stabil.

Keterlibatan dalam Acara Besar dan Pelanggan Berkualitas

Popularitas Profesor Bakso semakin meluas berkat partisipasi dalam acara besar seperti di JIExpo Kemayoran. Dalam dua hari, mereka mampu menjual seribu porsi bakso, menunjukkan kepercayaan klien terhadap kualitas produk. Namun, keberhasilan ini tidak terlepas dari perjuangan awal yang mereka hadapi, seperti menyesuaikan menu dengan preferensi pelanggan di berbagai acara. “Mereka cari acara, lalu lihat konten kami di medsos, coba, dan akhirnya pesan,” ujar Hendra. Ini menjadi bukti bahwa even dengan tantangan, konsistensi dan keunggulan rasa tetap menarik perhatian calon pelanggan.

Artis-artis lokal pun menjadi bagian dari konsumen Profesor Bakso. Mereka menyukai bakso yang lembut, empuk, dan memiliki aroma rempah yang khas. “Rasa baksonya memang unik, terutama dari bahan baku yang dipilih,” komentar seorang selebriti. Meski menarik minat kalangan berpengaruh, Putri dan Hendra tetap menekankan bahwa mereka menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas saat memesan dalam jumlah besar. “Kalau orderannya banyak, kita harus memastikan setiap porsi tetap memiliki rasa yang sama,” jelas Hendra.

Dukungan Program BRI untuk UMKM

Kemitraan dengan Rumah BUMN Jakarta, yang dikelola BRI, menjadi salah satu langkah penting dalam mengehadapi tantangan ekonomi pasca-pandemi. Awal kerja sama terjadi karena pesanan dari ekosistem ini yang membawa Profesor Bakso ke panggung lebih besar. “Kalau Rumah BUMN, itu baru setelah pandemi, mungkin 2022,” kata Hendra. “Pemerintah mulai mencanangkan pembelian dari UMKM, jadi mereka kumpulkan data untuk binaan mereka.”

Program ini memberikan bantuan secara gratis, mulai dari pembuatan video dan foto produk hingga promosi. “Ini jadi angin segar karena kita tidak perlu bayar iklan,” imbuh Hendra. Dengan dukungan dari BRI, mereka mampu meningkatkan jangkauan pasar, tetapi tetap menghadapi tantangan seperti memperbaiki sistem logistik dan memastikan kepuasan pelanggan. “Peningkatan volume pesanan memaksa kita lebih efisien, tapi kita juga tidak boleh kehilangan kesan pribadi di setiap pesanan,” tambahnya.

Strategi Pemasaran dan Tantangan Konsistensi

Menjaga konsistensi rasa dan pengemasan menjadi tantangan utama dalam mengembangkan usaha katering. Putri dan Hendra mengungkapkan bahwa mereka melakukan beberapa inovasi, seperti memperbaiki resep dan mengadopsi teknik pengolahan modern, agar bisa memenuhi standar kualitas meski skala produksi meningkat. “Kita terus mencari cara agar rasa bakso tetap terjaga, meskipun harus beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang berubah,” katanya.

Dalam upaya menghadapi tantangan tersebut, mereka juga berfokus pada pemasaran digital. Dengan memanfaatkan media sosial, Profesor Bakso mampu mencapai audiens yang lebih luas. Namun, menghadapi tantangan kompetisi online membuat mereka harus berinovasi terus-menerus. “Kami tahu bahwa tantangan terbesar adalah menembus kesadaran merek di tengah ribuan usaha lain,” ujar Hendra. Meski demikian, hasil pesanan dari acara besar dan artis membuktikan bahwa mereka berhasil membangun kepercayaan pelanggan.

Keberhasilan Berkelanjutan dengan Harapan Tinggi

Berjalannya enam tahun, Profesor Bakso kini menjual sekitar 4.000 porsi per bulan dengan harga Rp25 ribu per porsi. Angka ini menunjukkan bahwa mereka berhasil menemukan titik keseimbangan antara kualitas dan daya beli konsumen. “Harga yang terjangkau adalah salah satu cara kita memastikan bakso bisa diakses oleh berbagai

Leave a Comment