Berita

Topics Covered: Sempat Bimbang, Rifki Rela Tinggalkan Karier Gemilang demi Sekolah Rakyat

Rifki Tinggalkan Karier Gemilang demi Sekolah Rakyat: Topics Covered Pengorbanan untuk Pendidikan Inklusif Topics Covered menyoroti keputusan Rifki Hakim

Desk Berita
Published Mei 24, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Rifki Tinggalkan Karier Gemilang demi Sekolah Rakyat: Topics Covered

Pengorbanan untuk Pendidikan Inklusif

Topics Covered menyoroti keputusan Rifki Hakim, mantan profesional yang memilih meninggalkan karier cemerlangnya untuk menjabat sebagai kepala sekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pilihan ini menunjukkan komitmen Rifki terhadap pendidikan inklusif, terutama bagi anak-anak yang kurang beruntung. Dengan latar belakang pendidikan yang solid, Rifki memahami betul pentingnya kesempatan belajar yang adil dan berkualitas. Ia memutuskan untuk menjadi bagian dari Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan gratis yang bertujuan memutus siklus kemiskinan melalui layanan pendidikan terpadu.

Proses Pengambilan Keputusan

Rifki awalnya bimbang antara mengejar jabatan kepala sekolah di institusi berasrama yang didirikan Presiden Prabowo Subianto atau mempertahankan karier di sektor pendidikan umum. Ketidakpastian ini terlihat dari penjelasannya dalam wawancara tertulis, Sabtu (23/5/2026). “Ada konflik dalam keputusan itu. Dilema tersebut membuat saya ragu-ragu,” ujar Rifki. Namun, setelah mengikuti retret, ia menemukan jawaban yang mengubah arah hidupnya. Pemahaman tentang visi Sekolah Rakyat memperkuat keyakinannya bahwa peran ini lebih bermakna dari sekadar gelar jabatan.

“Kalau memang insya Allah ini jalan yang benar, tidak mungkin saya tersia-siakan,” tambah Rifki, yang mengungkapkan tekadnya untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui pendidikan. Visi Sekolah Rakyat, yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis serta mendorong peningkatan kualitas hidup anak-anak Indonesia, menjadi penggerak utama dalam keputusan ini.

Banyaknya Tantangan dalam Pemimpin Sekolah Rakyat

Menjabat sebagai kepala sekolah di Sekolah Rakyat bukanlah hal mudah. Rifki mengakui bahwa tugas ini menghadirkan tantangan yang berbeda dari pengalaman sebelumnya. Salah satu tantangan utama adalah memastikan keberagaman siswa—dari berbagai latar belakang ekonomi—dapat merasakan manfaat dari sistem pendidikan terpadu. Selain itu, ia harus beradaptasi dengan budaya dan kebiasaan siswa yang sering kali berbeda dari lingkungan sekolah umum. “Keberagaman siswa membutuhkan pendekatan yang lebih holistik,” kata Rifki, menegaskan bahwa peran ini menguji kreativitas dan kesabaran.

Konsistensi Kepribadian dalam Pekerjaan Baru

Keputusan Rifki tidak hanya tentang pilihan karier, tetapi juga tentang bagaimana ia mempertahankan kepribadian yang ramah dan konsisten. Kehadirannya di lapangan upacara menunjukkan komitmen untuk menjaga hubungan harmonis dengan para murid. Dalam keterangan tertulisnya, Rifki menyebutkan bahwa murid-murid SRT 9 Banjarbaru sering datang dengan rasa hormat, yang memperkuat keyakinannya tentang dampak positif program ini. “Kepribadian saya tetap menjadi alat untuk membangun kepercayaan di tengah keberagaman siswa,” ujarnya.

Keluarga dan Kolega sebagai Penunjang Keputusan

Keputusan Rifki juga didukung oleh keluarga, khususnya ibunya, yang pernah bekerja sebagai guru. Meski awalnya ada keraguan dari kolega, banyak dari mereka akhirnya mengakui keberhasilannya dalam mengelola sekolah rakyat. “Keluarga menjadi penyangga dalam proses transisi ini,” kata Rifki, menjelaskan bahwa dukungan keluarga membantu mengatasi rasa bimbang yang sempat ia alami. Dengan menggabungkan pengalaman lama dan visi baru, ia berharap dapat menginspirasi lebih banyak profesional untuk bergabung dalam program Sekolah Rakyat.

Peluang Masa Depan untuk Sekolah Rakyat

Dalam Topics Covered ini, Rifki menyoroti peluang yang terbuka bagi Sekolah Rakyat, yang menurutnya belum sepenuhnya terpenuhi. Meski program ini sudah berjalan, tantangan utama tetap ada, seperti memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga meski dengan sumber daya terbatas. Rifki berharap dengan pengalaman sebagai kepala sekolah, ia dapat berkontribusi dalam menyelesaikan masalah ini. “Masa depan Sekolah Rakyat tergantung pada komitmen semua pihak, termasuk saya,” tegasnya. Visi jangka panjangnya adalah mengembangkan model pendidikan yang bisa diterapkan di berbagai daerah, sehingga lebih banyak anak Indonesia mendapatkan peluang belajar yang setara.

Kesimpulan: Keputusan yang Membawa Perubahan

Keputusan Rifki Hakim untuk meninggalkan karier gemilangnya adalah contoh nyata bagaimana Topics Covered bisa menjadi pilihan yang mengubah arah hidup. Dengan dedikasinya, ia membuktikan bahwa pendidikan rakyat bukan hanya tentang mengejar keuntungan, tetapi juga tentang memberikan manfaat yang berkelanjutan. Melalui kisah Rifki, kita melihat bagaimana visi Sekolah Rakyat, yang diharapkan bisa memutus rantai kemiskinan, mampu membangkitkan semangat para pionir. “Keputusan ini mungkin mengubah karier saya, tapi justru memperkuat tujuan hidup saya,” ujar Rifki, menutup cerita tentang komitmen yang tak mudah ini.

Leave a Comment