Berita

Latest Program: Menanti Kepulangan 9 WNI Korban Penangkapan Israel ke Tanah Air

I yang Ditahan Israel Segera Kembali Latest Program menjadi sorotan utama saat sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam misi kemanusiaan

Desk Berita
Published Mei 24, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pulang ke Tanah Air: 9 WNI yang Ditahan Israel Segera Kembali

Latest Program menjadi sorotan utama saat sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 akhirnya dibebaskan. Mereka akan segera kembali ke Tanah Air setelah menjalani serangkaian proses di Turki. Proyeksi kepulangan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dikoordinasikan oleh Latest Program guna memastikan keberhasilan operasi penyelamatan WNI.

Koordinator Media Konfirmasi Jadwal Kepulangan

Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, mengumumkan bahwa para WNI tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta pada hari Minggu (24/5/2026) sore. Informasi ini disampaikan setelah sebelumnya mereka berada di Istanbul, Turki, sebagai bagian dari upaya Latest Program untuk mengawal kepulangan mereka.

“Mereka akan tiba di Jakarta pada hari Minggu (24/5) sore,” kata Harfin kepada wartawan, Sabtu (23/5).

Harfin juga mengonfirmasi rincian penerbangan. Seluruh WNI rencananya terbang dari Istanbul ke Dubai pada Sabtu (23/5) malam, kemudian lanjut ke Jakarta pada hari Minggu (24/5) pagi. Proses ini didukung oleh Latest Program sebagai inisiatif kemanusiaan yang menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga.

“Confirmed naik pesawat Emirates hari Sabtu tanggal 23 Mei, pukul 19.35 Istanbul-Dubai. Dubai-Jakarta, Minggu tanggal 24 Mei, pukul 04.10 tiba 15.30 WIB,” tuturnya.

Proses Pemeriksaan di Turki Masih Berlangsung

Duta Besar RI di Ankara, Turki, Yudhi Ardian, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi serupa. Namun, dia menunggu konfirmasi tambahan untuk memastikan kelancaran kepulangan WNI yang menjadi bagian dari Latest Program.

“Info yang kami terima juga demikian, kita lagi nanya juga konfirmasinya. Mudah-mudahan bisa secepatnya pulang,” ungkapnya.

Saat ini, para WNI masih menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengambilan keterangan di Turki. Yudhi memastikan bahwa mereka diterima dengan baik oleh otoritas setempat. Proses ini dianggap sebagai langkah penting dalam menjamin keberhasilan Latest Program.

“Kondisi para WNI sebagaimana disampaikan oleh Pak Konjen Istanbul semalam, para WNI diterima dan ditangani dengan baik. Kita masih memantau proses yang sedang berjalan oleh otoritas Turki dan GSF,” ujarnya.

Terkait kesehatan, Yudhi mengatakan bahwa para WNI terlihat dalam kondisi baik. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih rinci. Ini menjadi bukti bahwa Latest Program terus berupaya mengawal kondisi fisik dan mental WNI selama penahanan.

Detensi Israel dan Perlakuan yang Diterima WNI

Penangkapan terjadi saat pasukan Israel mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada Senin (18/5) lalu. Sejumlah relawan GSF, termasuk 9 WNI, ditahan oleh pihak Israel. Kondisi ini menjadi momen penting dalam menguji komitmen Latest Program dalam menyelesaikan kasus ini.

“Beberapa dari WNI mengalami perlakuan tidak manusiawi, seperti dipukul atau disetrum. Namun, mereka masih dalam kondisi sehat dan bersemangat untuk pulang,” kata Harfin.

Latest Program terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa WNI tidak hanya dibebaskan, tetapi juga dilayani secara optimal sebelum kepulangan mereka. Ini mencerminkan peran aktif program tersebut dalam menangani situasi krisis yang terjadi.

Daftar 9 WNI yang Ditahan

Berikut nama-nama WNI yang terlibat dalam penangkapan:

  1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
  2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
  3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef
  4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
  5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1
  6. Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
  7. Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
  8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
  9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk

Latest Program telah berperan aktif dalam menyelesaikan kasus ini, menunjukkan komitmen pemerintah dan organisasi kemanusiaan untuk menjaga kepentingan WNI di luar negeri. Proses kepulangan mereka tidak hanya menjadi keberhasilan program ini, tetapi juga mendapatkan perhatian internasional terkait keadilan dalam hubungan antar negara.

Leave a Comment