Berita

Topics Covered: Gus Ipul Usulkan Pesantren Ploso Jadi Lokasi Munas dan Konbes NU

Gus Ipul Usulkan Pesantren Ploso Jadi Lokasi Munas dan Konbes NU Topics Covered - Dalam rapat pleno yang berlangsung di Gedung PBNU, lantai 8, Jalan Kramat

Desk Berita
Published Mei 22, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Gus Ipul Usulkan Pesantren Ploso Jadi Lokasi Munas dan Konbes NU

Topics Covered – Dalam rapat pleno yang berlangsung di Gedung PBNU, lantai 8, Jalan Kramat Raya, Jakarta, hari ini, Gus Ipul mengungkapkan rencana untuk memilih Pesantren Ploso sebagai tempat penyelenggaraan Munas dan Konbes NU. Menurutnya, pesantren ini layak dipertimbangkan karena memiliki warisan sejarah, tradisi keilmuan, serta posisi penting dalam sistem pendidikan pesantren Nahdlatul Ulama.

Usulan Tindak Lanjut dari Ulama Lain

Gus Ipul menyatakan, usulan ini merupakan hasil diskusi bersama KH Nurul Husna Djazuli dan Gus Muhammad Alkautsar yang sebelumnya juga mengusulkan agar Munas dan Konbes digelar di Pesantren Ploso. “Kami berbicara dengan KH Huda dan Gus Kautsar. Mereka menyarankan agar Ploso dipilih sebagai tempat pertemuan,” tutur Gus Ipul dalam pernyataan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Kami bertemu dengan KH Huda (Nurul Huda Djazuli) dan Gus Kautsar. Beliau berpesan dan siap Ploso dijadikan lokasi Munas dan Konbes,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Dalam proposalnya, Gus Ipul juga menyarankan agar pembukaan Munas dan Konbes diawali di kawasan Makbaroh Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan, Madura. Ia menekankan bahwa ini memiliki makna tabarruk, penghormatan, serta pengembangan warisan perjuangan NU kepada salah satu tokoh utama dalam dunia keilmuan.

Usulan ini bertujuan mengawali acara dari Makbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai simbol penghormatan kepada akar spiritual dan pendidikan NU. Setelah itu, sesi sidang, pembahasan, serta forum diskusi akan dilanjutkan di Pesantren Ploso, Mojo, Kediri.

Gus Ipul menegaskan bahwa Munas dan Konbes Alim Ulama merupakan ajang penting bagi NU untuk menyusun pandangan keagamaan, kebangsaan, dan organisasi. Oleh karena itu, pilihan lokasi harus mempertimbangkan nilai simbolik, tradisi keilmuan, serta keterkaitan historis dengan pesantren.

Menurutnya, Pesantren Ploso memenuhi syarat menjadi tuan rumah karena dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan besar yang melahirkan banyak tokoh ulama, kiai, serta kader NU. Selain itu, pesantren ini memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan dianggap sebagai pusat rujukan di Jawa Timur.

Makbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan memiliki arti sejarah dan spiritual yang mendalam bagi NU. Syaikhona Kholil dianggap sebagai mentor para pendiri NU dan merupakan bagian penting dari warisan keilmuan. “Pembukaan di Bangkalan diharapkan menjadi penanda bahwa keputusan besar NU tetap merujuk pada sanad keilmuan, adab, dan semangat perjuangan para masyayikh,” tambahnya.

Meski usulan untuk Ploso dan Makbaroh Syaikhona Kholil telah diusulkan, Gus Ipul menjelaskan bahwa keputusan akhir akan ditentukan melalui mekanisme organisasi. Usulan tersebut masih dalam proses evaluasi bersama PBNU.

Perkembangan Lokasi Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU

Dalam rapat pleno yang sama, Gus Ipul juga menyampaikan perkembangan usulan lokasi Muktamar Ke-35 NU. Tiga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah, yakni Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.

“Secara resmi ada tiga wilayah yang mengajukan usulan menjadi tuan rumah, yaitu Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa Nusa Tenggara Barat terlihat lebih proaktif dalam persiapan. Dukungan datang dari PWNU setempat serta pemerintah daerah, termasuk kontribusi resmi dari gubernur. “Gubernurnya juga ikut memberikan dukungan resmi,” kata ketua panitia pelaksana Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU tersebut.

Sumatera Barat telah mengirimkan surat resmi, tetapi komunikasi dan dukungan belum se intensif NTB. Sementara Jakarta, meski mengirimkan usulan, belum melanjutkan koordinasi lebih lanjut. Di luar tiga wilayah tersebut, Jawa Timur juga mulai dibicarakan sebagai alternatif.

Gus Ipul menyebut beberapa pesantren dan daerah di Jawa Timur menjadi kandidat potensial, seperti Lirboyo, Bangkalan, dan Situbondo. Namun, khusus untuk Munas dan Konbes Alim Ulama 2026, ia menekankan bahwa Pesantren Ploso tetap menjadi lokasi yang patut dipertimbangkan secara serius.

“Yang paling seru itu adalah Jawa Timur. Meskipun ini tidak ada surat resmi, tapi ada beberapa wacana yang dikembangkan di sana untuk siap menjadi tuan rumah,” tutupnya.

Leave a Comment