Berita

Latest Program: Pertamina Goes To Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Pertamina Goes To Campus 2026: Program Terbaru Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif Latest Program - Program terbaru dari Pertamina, yaitu Pertamina Goes To

Desk Berita
Published Mei 21, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pertamina Goes To Campus 2026: Program Terbaru Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Latest Program – Program terbaru dari Pertamina, yaitu Pertamina Goes To Campus 2026 (PGTC 2026), menjadi sorotan sebagai upaya menggali bakat mahasiswa berbakat yang siap menghadapi tantangan industri. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk manajemen Pertamina, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Irwan Meilano, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Junaidi Khotib. Dengan mengusung tema “Energizing Indonesia: From National Strategy to Everyday Action,” PGTC 2026 bertujuan memperkuat hubungan antara dunia akademisi dan sektor energi, sekaligus memperkenalkan peluang karir serta pengembangan kreativitas mahasiswa.

Tahun Ini: Strategi Kolaborasi untuk Generasi Muda

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa PGTC 2026 dirancang sebagai platform strategis untuk membangun sinergi antara perguruan tinggi dan industri. “Latest Program ini menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik kerja, sehingga mahasiswa dapat memahami bagaimana pengetahuan mereka bisa diterapkan dalam lingkungan bisnis nyata,” katanya dalam siaran pers, Kamis (21/5/2026). Ia menekankan bahwa kehadiran Pertamina di kampus bukan sekadar sosialisasi, tapi juga sebagai bentuk kontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki inovasi dan kemampuan adaptif di tengah perubahan industri energi.

Menurut Arya, PGTC 2026 memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami berharap program ini mendorong kampus untuk mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, terutama dalam menghadapi isu-isu global seperti transisi energi hijau dan keberlanjutan,” tambahnya. Dengan menggandeng berbagai institusi pendidikan, Pertamina berkomitmen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri sebelum memasuki dunia kerja.

Perspektif Akademisi: Peluang untuk Perbaikan Kurikulum

Prof. Irwan Meilano dari ITB menyambut antusias inisiatif Pertamina ini. “PGTC 2026 adalah kesempatan langka bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sektor energi secara langsung. Program ini juga menjadi acuan dalam menyesuaikan kurikulum dengan tuntutan industri yang semakin kompleks,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keikutsertaan Pertamina di kampus memberikan peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan inovasi.

Dari sudut pandang akademisi, PGTC 2026 dianggap sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. “Latest Program ini tidak hanya sekadar presentasi, tapi juga sebagai bentuk dialog dua arah antara akademisi dan industri, sehingga kebutuhan dunia usaha bisa masuk ke dalam proses pembelajaran,” jelas Irwan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Kolaborasi dan Kontribusi: Membangun Sinergi untuk Masa Depan

Prof. Junaidi Khotib, yang hadir sebagai pembicara utama, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan kampus sangat penting dalam meningkatkan daya saing pendidikan nasional. “PGTC 2026 menjadi langkah konkret dalam menciptakan kemitraan yang berkelanjutan antara industri dan akademisi. Program ini tidak hanya mendorong inovasi, tapi juga memastikan kurikulum pendidikan lebih selaras dengan tuntutan pasar kerja,” tuturnya. Ia menekankan bahwa Pertamina sebagai perusahaan besar memiliki peran aktif dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Junaidi juga mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada keikutsertaan aktif dari seluruh pihak. “Latest Program ini tidak hanya berdampak pada mahasiswa, tapi juga pada perguruan tinggi dan industri secara keseluruhan. Melalui PGTC 2026, kami ingin menciptakan solusi yang bisa menjadi model bagi program serupa di sektor lain,” jelasnya. Kehadiran Pertamina di kampus diharapkan bisa mempercepat adaptasi mahasiswa terhadap perubahan teknologi dan kebijakan energi hijau.

Kegiatan Tambahan: Meningkatkan Pengalaman Mahasiswa

Dalam PGTC 2026, selain sesi pembukaan, juga diadakan beberapa kegiatan pendukung yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa. Salah satunya adalah Energizing Talks, yang membahas topik-topik strategis terkait transformasi sektor energi. “Program ini memberikan wawasan tentang kebijakan nasional hingga tindakan harian dalam mengembangkan energi hijau,” kata Arya. Selain itu, ada Youth Stage yang bertujuan memotivasi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri dalam bidang teknologi dan inovasi.

Pertamina juga memperkenalkan program Pertamuda Seed and Scale 2026, sebuah ajang kompetisi ide bisnis nasional yang diharapkan bisa menjadi wadah bagi mahasiswa mengungkapkan gagasan kreatif. “Kami membuka kesempatan bagi peserta untuk menampilkan proyek inovatif mereka, termasuk ide-ide yang bisa mendorong keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi,” papar Arya. Di area expo, berbagai informasi terkait peluang karir, magang, dan program pengembangan kampus dari Pertamina Group dipajang, sehingga mahasiswa bisa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang perusahaan.

PGTC 2026 dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang Pertamina dalam membangun kompetensi generasi muda. “Latest Program ini merupakan investasi jangka pendek untuk menciptakan talenta yang akan mendukung visi perusahaan ke depan,” tambah Junaidi. Dengan penguatan kerja sama antara industri dan kampus, Pertamina berharap bisa menghasilkan sumber daya manusia yang siap memimpin transformasi energi nasional. Kegiatan ini juga menjadi langkah untuk menarik minat mahasiswa dalam bidang energi dan lingkungan, yang kini menjadi fokus utama perekonomian Indonesia.

Leave a Comment