Internasional

Iran Perluas Blokade Selat Hormuz hingga ke Perairan UEA

n UEA Iran Perluas Blokade Selat Hormuz hingga - Iran kembali memperluas pengaruhnya di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, dengan

Desk Internasional
Published Mei 21, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Iran Perluas Blokade Selat Hormuz hingga Perairan UEA

Iran Perluas Blokade Selat Hormuz hingga – Iran kembali memperluas pengaruhnya di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, dengan menjangkau perairan Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ini memicu kekhawatiran global mengenai stabilitas pasokan minyak dan kebebasan navigasi, terutama setelah konflik regional semakin memanas. Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA), yang didirikan oleh Iran, kini mengklaim kontrol hukum atas area yang meliputi garis antara wilayah Iran dan UEA, dengan memerlukan izin untuk setiap kapal yang melewati selat tersebut.

Detail Perluasan Blokade dan Pengaruhnya

Dalam sebuah pernyataan resmi, PGSA menyatakan bahwa perairan selatan pelabuhan Fujairah di UEA, yang merupakan titik penting dalam operasi minyak, sekarang menjadi bagian dari wilayah yang dikontrolnya. Ini berarti bahwa kapal-kapal yang berlayar melalui jalur tersebut harus melalui prosedur pemeriksaan oleh otoritas Iran. Pengembangan ini mengubah dinamika kontrol Selat Hormuz, yang selama ini dianggap sebagai jalur strategis yang bebas dari intervensi satu negara.

“Transit melalui area ini untuk tujuan melewati Selat Hormuz memerlukan koordinasi dan izin dari Otoritas Selat Teluk Persia,” tulis PGSA dalam unggahan media sosial X pada Rabu (20/5/2026). Pernyataan ini memperkuat klaim Iran bahwa negara-negara Teluk, termasuk UEA, turut terlibat dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Blokade Selat Hormuz oleh Iran semakin terlihat sebagai respons terhadap serangan rudal dan drone yang dilakukan negara-negara Teluk. Sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari 2026, lalu lintas kapal di area ini telah menjadi pusat perhatian. PGSA menegaskan bahwa setiap kapal yang melintasi selat harus mendapatkan persetujuan dari angkatan bersenjata Iran, yang menegaskan dominasi negara itu dalam wilayah strategis tersebut.

Strategi Iran dalam Menguasai Jalur Pelayaran

Pengembangan PGSA mencerminkan upaya Iran untuk memperkuat kontrol terhadap alur pelayaran global. Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab, menjadi pintu masuk utama bagi sekitar 20 persen dari minyak mentah yang diproduksi di seluruh dunia. Dengan memperluas yurisdiksi hukumnya, Iran berharap mencegah pelanggaran oleh kapal-kapal yang dianggap terkait dengan serangan terhadap negara-negara Teluk.

Langkah ini juga mencerminkan pertarungan geopolitik antara Iran dan negara-negara Teluk. Pekan lalu, Iran menuduh UEA secara aktif terlibat dalam operasi rudal dan drone yang menyasar wilayah Israel dan Amerika Serikat. Sementara UEA membantah klaim tersebut, mereka menunjukkan kecemasan terhadap ketergantungan ekonomi terhadap kebijakan Iran. Perairan Fujairah, yang menjadi lokasi infrastruktur minyak strategis, menjadi simbol perdebatan ini.

Reaksi Internasional dan Dampak Ekonomi

Reaksi internasional terhadap blokade Selat Hormuz oleh Iran menunjukkan kekhawatiran terhadap pengaruh besar negara itu terhadap perdagangan global. Kementerian Luar Negeri AS mengkritik tindakan Iran, menegaskan bahwa blokade ini mengganggu kebebasan navigasi yang menjadi prinsip hukum internasional. Sejumlah negara, termasuk Uni Eropa, juga menyerukan dialog untuk menghindari eskalasi konflik yang bisa menghambat alur pasokan energi.

Dampak ekonomi dari perluasan blokade ini terasa langsung pada pasar minyak. Selat Hormuz menjadi jalur utama untuk pengiriman minyak mentah dari Iran, sehingga pengendalian penuh atas wilayah ini memberi keuntungan besar. Namun, kekhawatiran utama adalah bagaimana tindakan Iran bisa mengganggu rantai pasokan ke negara-negara di kawasan Eropa, Asia, dan Afrika yang bergantung pada minyak dari Teluk.

UEA, sebagai salah satu negara utama di kawasan ini, menentang tindakan Iran yang dianggap merusak kemitraan regional. Mereka menekankan kebutuhan kerja sama internasional untuk menjaga keamanan lalu lintas kapal. Meski demikian, Iran tetap mempertahankan kebijakannya, menegaskan bahwa blokade Selat Hormuz adalah bagian dari strategi untuk melindungi kepentingannya di kawasan Teluk.

Di sisi lain, angkatan laut Iran terus memantau kegiatan kapal-kapal yang berlayar melalui Selat Hormuz. Dengan pengembangan PGSA, mereka berharap mencegah pelanggaran oleh kapal-kapal yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan negara. Meski kebijakan ini masih mendapat kritik dari pihak luar, Iran menegaskan bahwa langkah ini penting untuk menjaga kepentingan kebijakan luar negerinya dalam konteks ketegangan global yang terus berlanjut.

Leave a Comment