Berita

New Policy: Momentum Harkitnas, Pertamina Dorong Kemandirian-Ketahanan Energi Nasional

ina Memperkuat Kemandirian Energi Nasional New Policy - Dalam rangka memperingati Harkitnas 2026, Pertamina meluncurkan new policy yang bertujuan meningkatkan

Desk Berita
Published Mei 21, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

New Policy: Pertamina Memperkuat Kemandirian Energi Nasional

New Policy – Dalam rangka memperingati Harkitnas 2026, Pertamina meluncurkan new policy yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Upacara bendera yang digelar di Gedung Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, menjadi momentum penting untuk mengumumkan langkah strategis ini. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan manajemen Pertamina Grup, mulai dari holding hingga anak perusahaan, yang turut serta memperkuat komitmen untuk mendorong keberlanjutan energi di Indonesia.

Strategi untuk Meningkatkan Kemandirian Energi

New Policy yang diterapkan Pertamina mengintegrasikan pendekatan manajemen risiko yang lebih canggih dalam menghadapi tantangan global. Dalam pidatonya, Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, menggarisbawahi bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Harkitnas 2026 menjadi ajang untuk memperkuat kebangkitan nasional melalui visi kemandirian energi yang dijalankan oleh Pertamina,” ujar Siddik.

Kebijakan baru ini juga fokus pada pengembangan sumber daya energi lokal. Siddik menjelaskan bahwa Pertamina berupaya meminimalkan ketergantungan pada impor energi dengan meningkatkan produksi minyak bumi, gas alam, dan energi terbarukan. “Dengan new policy, kami berharap dapat menghadirkan solusi yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” lanjutnya.

“Kemandirian energi nasional adalah prioritas utama dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. New policy Pertamina dirancang untuk mendukung visi ini melalui inovasi dan pengelolaan risiko yang terpadu,” kata Siddik dalam amanatnya.

Manfaat dan Tantangan dalam Pelaksanaan

Peluncuran new policy dianggap sebagai langkah krusial untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik. Siddik menekankan bahwa kebijakan ini akan memperkuat kedaulatan negara dengan menekankan penggunaan energi secara efisien. “Ketahanan energi menjadi amanah yang harus dipenuhi oleh seluruh lini Pertamina,” tambahnya.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa new policy bukan hanya tentang penguasaan sumber daya, tetapi juga tentang kesadaran masyarakat. “Kita perlu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mewujudkan new policy ini. Contohnya, dengan mengurangi pemborosan energi dan mengadopsi teknologi hijau,” jelas Baron.

“Pertamina terus berupaya memperkuat kemampuan dalam menjaga amanah energi bangsa. New policy merupakan bagian dari upaya tersebut, yang diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang,” pungkas Baron.

Kebijakan baru ini juga mencakup peningkatan investasi dalam infrastruktur energi. Pertamina berencana membangun lebih banyak PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLBA (Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara) untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan keandalan pasokan. “Dengan new policy, kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun energi yang lebih berkelanjutan,” kata Siddik.

Kemandirian energi nasional bukan hanya tentang produksi, tetapi juga distribusi dan konsumsi. Pertamina menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam mengelola energi. “Kami percaya bahwa new policy ini akan membuka peluang baru bagi pengembangan industri energi dalam negeri,” lanjut Siddik.

Di sisi lain, perusahaan juga menyiapkan pelatihan dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Melalui new policy, Pertamina berkomitmen untuk membangun generasi muda yang sadar akan pentingnya energi terbarukan dan penghematan,” kata Baron. Dengan strategi ini, diharapkan Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada energi impor hingga 20% dalam lima tahun ke depan.

Leave a Comment