Hidup Lagi Rencana Pipa Gas Rusia ke China
Main Agenda – Pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping menjadi momen penting yang memperbarui proyek pengiriman gas melalui pipa dari Rusia ke Tiongkok. Menurut laporan Al-Jazeera dan BBC, agenda utama dari pertemuan tersebut adalah memastikan keamanan pasokan energi, dengan fokus pada proyek Power of Siberia 2.
Proyek yang Tersendat
Power of Siberia 2 merupakan jalur pipa gas yang menghubungkan Rusia dan Tiongkok. Proyek ini sempat mengalami hambatan akibat perbedaan harga dan keengganan Tiongkok untuk mengandalkan satu negara secara berlebihan dalam pasokan energinya. Namun, setelah pertemuan ini, kabar baik mulai mengemuka.
Sebelumnya, Tiongkok telah mengimpor minyak dan gas alam dari Rusia dalam skala besar. Putin optimis bahwa perang di Iran serta penguncian Selat Hormuz akan mendorong Tiongkok untuk mengubah perspektifnya terhadap proyek ini.
Kunjungan ke Beijing
Putin tiba di Bandara Beijing pada pukul 23.15 waktu setempat, Selasa (19/5). Kedatangannya disambut oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan pertunjukan musik dari angkatan bersenjata. Delegasi yang menyertai Putin mencakup wakil perdana menteri, sejumlah menteri, serta pemimpin perusahaan negara dan bank besar.
“Kita harus fokus pada strategi jangka panjang dan membangun sistem tata kelola global yang lebih adil,” ujar Xi Jinping dalam pertemuan dengan Putin.
“Hubungan China-Rusia mencapai tingkat ini karena kita bisa memperkuat kepercayaan politik dan kerja sama strategis,” tambah Xi.
Putin menyatakan bahwa hubungan antar两国 membantu menjaga stabilitas dunia. Meski menghadapi tekanan eksternal, ia menekankan bahwa kerja sama ekonominya dengan Tiongkok terus berkembang. Ia juga mengundang Xi untuk melakukan kunjungan ke Moskow tahun depan.
Pemulihan Perdagangan
Perdagangan bilateral antara Rusia dan Tiongkok membaik setelah penurunan signifikan di tahun sebelumnya. Dalam empat bulan pertama 2026, nilai perdagangan dua arah naik 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Meski demikian, total transaksi pada 2025 mencapai 1,63 triliun yuan (USD 240 miliar), turun 6,5 persen dari rekor 2024.
Rusia mengakui perlunya memperbaiki tren penurunan tersebut. Proyek pipa gas dianggap sebagai isyarat penting untuk memperkuat posisi Tiongkok sebagai mitra dagang utama dan pelanggan utama energi Rusia.
Kesepakatan Awal
BBC melalui RIA Novosti mengungkap bahwa Rusia dan Tiongkok mencapai kesepahaman umum mengenai Power of Siberia 2. Proyek ini direncanakan mengangkut hingga 50 miliar meter kubik gas per tahun ke Tiongkok melalui Mongolia.
Sekretaris pers Putin, Dmitry Peskov, menyebut bahwa beberapa hal masih perlu dituntaskan, tetapi konsensus terkait rute dan metode konstruksi sudah tercapai. Gas berasal dari ladang Yamal, yang diestimasi menyumbang sekitar 12% dari konsumsi gas Tiongkok berdasarkan data 2025.
Kabarnya, perusahaan energi Rusia Gazprom dan China National Petroleum Corporation telah menandatangani kesepakatan awal, membuka kemungkinan launcing proyek ini. Dengan ekonomi Rusia yang terus tertekan dan sanksi Barat yang mengurangi akses sumber daya, proyek ini menjadi bagian kritis dari strategi pemasok energi Rusia.
