New Policy: Dishub Banten Pasang 196 Lampu di Akses Wisata Carita, Kabel Raib dalam 2 Minggu
Implementasi New Policy Mengganggu Infrastruktur Penerangan Jalan
New Policy – Terobosan baru dalam pembangunan infrastruktur kota, Dishub Banten meluncurkan new policy dengan pemasangan 196 lampu jalan di akses utama ke Pantai Carita. Proyek ini bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung wisata serta keamanan bagi masyarakat sekitar. Namun, dalam waktu dua minggu setelah pemasangan, kejadian pencurian kabel listrik terjadi, mengakibatkan penerangan jalan yang sempat memperbaiki kondisi langsung raib tanpa jejak.
“Dengan new policy ini, kami berharap akses ke wisata Carita lebih nyaman dan aman bagi pengunjung. Sayangnya, dalam waktu singkat, kabel listrik dari 196 lampu itu sudah tidak ada,” ungkap Tri, seorang perwakilan Dishub Banten, di Tangerang Selatan, Selasa (19/5/2026).
Detail New Policy dan Biaya Pemasangan
Proyek pemasangan lampu jalan ini merupakan bagian dari new policy Dishub Banten untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Total 196 titik lampu dipasang di sepanjang jalur utama, dengan biaya per unit diperkirakan mencapai Rp52 juta. Jumlah biaya yang cukup besar ini mencerminkan komitmen pihak Dishub untuk memberikan penerangan optimal bagi pengunjung wisata. Namun, ketiadaan kabel menyebabkan kehilangan fungsi utama dari new policy tersebut.
“Setiap titik lampu membutuhkan biaya sebesar Rp52 juta, termasuk biaya tiang dan kabel. Saat ini, kami masih mempertahankan tiang-tiangnya, tetapi kabel yang hilang membuat kami tidak bisa menyempurnakan proyek ini,” jelas Tri.
Dishub Banten juga menyebutkan bahwa kejadian pencurian kabel terjadi secara tidak terduga. Meski belum diketahui penyebab pasti, peristiwa ini mengganggu rencana new policy yang seharusnya memberikan penerangan tetap selama malam hari. Tidak hanya itu, kejadian ini juga mengurangi efektivitas program pembangunan kota yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup warga dan pengunjung wisata.
Konteks New Policy dan Tujuan Pembangunan
New policy Dishub Banten dirancang untuk menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah keteranganan jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Dengan peningkatan cahaya, pengguna jalan di malam hari diharapkan lebih aman, serta pengunjung wisata lebih nyaman beraktivitas. Namun, kejadian pencurian kabel yang terjadi dalam dua minggu ini menunjukkan tantangan dalam implementasi new policy yang mengutamakan keberlanjutan dan pengawasan.
Tri menjelaskan bahwa new policy ini juga mencakup strategi kerja sama dengan pihak berwajib untuk memastikan pengawasan ketat terhadap infrastruktur yang baru dipasang. “Kami sudah melaporkan kejadian pencurian kabel ke polisi, tetapi hingga saat ini belum ada upaya pencegahan yang signifikan,” tambahnya.
Kebocoran kabel ini tidak hanya memengaruhi tampilan jalan, tetapi juga menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan new policy. Dishub Banten berharap ke depan bisa memperkuat sistem pengawasan untuk menghindari tindakan serupa. “Kabel yang hilang membuat kami harus berhenti sementara. Kami sedang berusaha menemukan solusi agar new policy ini bisa segera diaktifkan kembali,” kata Tri.
Respons Dishub dan Upaya Pemulihan New Policy
Menanggapi insiden pencurian kabel, Dishub Banten menyatakan sedang mengupayakan pemulihan dengan mencari sumber daya tambahan. “Kami sedang berdiskusi dengan berbagai pihak untuk mengganti kabel yang hilang secepat mungkin. Ini menjadi pelajaran berharga bagi new policy yang kami luncurkan,” ujarnya.
Dishub juga mengakui bahwa kejadian ini memperlihatkan kelemahan dalam pengawasan infrastruktur yang baru dipasang. “Kami berencana memperbaiki sistem pengawasan, termasuk memasang sensor kecurangan dan meningkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum,” lanjut Tri.
Kebocoran kabel ini mengakibatkan beberapa titik jalan menjadi gelap, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan atau tindak kriminal. Meski new policy belum sempurna, Dishub Banten berkomitmen untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Kami berharap ke depan, new policy ini bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan pengunjung wisata,” pungkas Tri.
