Berita

Bertemu Menteri Prancis, Fadli Zon Kebut Revitalisasi 10 Situs Budaya

bertemu-menteri-prancis-fadli-zon-kebut-revitalisasi-10-situs-budaya-1791431817620

Indonesia dan Prancis Perluas Kemitraan Budaya, Revitalisasi 10 Situs Jadi Prioritas

Wahanaberita.com – Pemerintah Indonesia dan Prancis memperkuat langkah bersama di bidang kebudayaan melalui pertemuan bilateral Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dengan Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard di Paris. Pertemuan tersebut membuka sejumlah agenda kerja sama, dari promosi karya kreatif Indonesia di Prancis hingga perlindungan warisan budaya di berbagai daerah.

Dalam agenda itu, kedua negara menekankan pentingnya hubungan budaya yang tidak berhenti pada pertukaran seremonial. Kemitraan diarahkan pada program yang memberi ruang lebih besar bagi seniman, musisi, perancang, pelaku film, penulis, serta lembaga kebudayaan dari Indonesia dan Prancis.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar turut hadir bersama sejumlah pimpinan institusi budaya Prancis. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan tidak hanya menyangkut diplomasi antar-kementerian, tetapi juga peluang pelaksanaan program bersama di tingkat lembaga dan masyarakat.

Agenda Budaya Indonesia di Prancis

Indonesia menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan ekspresi budaya nasional kepada publik Prancis. Program yang direncanakan mencakup pertunjukan musik, pameran tekstil dan mode, serta pameran seni rupa. Kehadiran karya-karya tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan terhadap keragaman budaya Indonesia.

“Indonesia dan Prancis memiliki hubungan budaya yang panjang dan sangat kaya. Kami ingin kemitraan ini semakin konkret, resiprokal, dan memberi ruang yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara untuk mengenal kekayaan budaya satu sama lain,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).

Fadli Zon menilai keberagaman Indonesia dapat menjadi kekuatan penting dalam hubungan budaya kedua negara. Melalui program yang lebih terstruktur, karya kreatif dari berbagai bidang diharapkan tidak hanya tampil sesekali, melainkan semakin dikenal dalam ruang budaya internasional.

“Indonesia adalah negara dengan keragaman budaya yang sangat besar. Kami ingin semakin banyak karya, seniman, musisi, desainer, dan ekspresi budaya Indonesia hadir dan dikenal oleh masyarakat Prancis,” tegasnya.

Catherine Pégard menyampaikan sambutan positif atas rencana perluasan kerja sama tersebut. Prancis menyatakan kesiapan institusi-institusi budayanya untuk membantu berbagai inisiatif bersama, termasuk program yang menghadirkan budaya Indonesia di Prancis maupun kegiatan perlindungan warisan budaya.

“Prancis menyambut baik meluasnya kerja sama kebudayaan dengan Indonesia. Institusi-institusi kebudayaan Prancis siap mendukung berbagai inisiatif bersama, baik dalam memperkuat kehadiran budaya Indonesia di Prancis maupun dalam pelindungan warisan budaya,” ujar Pégard.

Sepuluh Proyek Revitalisasi di Delapan Provinsi

Perlindungan warisan budaya menjadi salah satu pokok pembahasan utama. Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama dengan ALIPH Foundation untuk merevitalisasi 10 proyek prioritas yang tersebar di delapan provinsi. Upaya konservasi ini ditujukan bagi situs dan bangunan budaya yang menghadapi dampak konflik, krisis, maupun bencana alam.

Sejumlah lokasi yang masuk dalam perhatian antara lain Tjong A Fie House di Medan, kawasan Kota Tua Jakarta, Candi Borobudur, Gua Leang Karampuang di Sulawesi Selatan, serta Museum Rumphius di Maluku Tengah. Masing-masing tempat memiliki nilai sejarah, arsitektur, arkeologi, atau pengetahuan yang penting bagi pemahaman perjalanan masyarakat Indonesia.

Program revitalisasi tersebut menjadi relevan karena perlindungan situs budaya tidak hanya menyangkut pemeliharaan fisik bangunan atau artefak. Konservasi juga berkaitan dengan kesinambungan pengetahuan, akses publik, dan kemampuan generasi berikutnya untuk memahami jejak sejarah di wilayahnya. Kerja sama lintas negara dapat mempertemukan keahlian, pengalaman pengelolaan, serta dukungan bagi pelestarian warisan tersebut.

Pembicaraan Indonesia dan Prancis berlangsung dalam perkembangan kerja sama yang dibangun melalui Deklarasi Borobudur 2025. Deklarasi itu menjadi salah satu landasan untuk memperluas kolaborasi budaya antara kedua negara dalam sejumlah bidang.

Kolaborasi Perfilman dan Sastra

Selain konservasi, sektor perfilman juga mendapat perhatian. Pemerintah mendorong pembentukan Indonesia International Film Co-production Fund yang ditargetkan dapat berjalan pada 2027. Program tersebut memperoleh dukungan teknis dari Centre National du Cinéma et de l’Image Animée atau CNC Prancis.

Skema dana koproduksi berpotensi memperkuat pertemuan antara pelaku perfilman Indonesia dan mitra internasional dalam pengembangan karya bersama. Dukungan teknis dari CNC dipandang penting mengingat lembaga itu memiliki posisi khusus dalam ekosistem perfilman Prancis.

“Hubungan dan jejaring yang telah dibangun dengan CNC sangat kuat dan sangat baik,” puji Menteri Pégard.

Kerja sama juga akan menyentuh ekosistem sastra melalui kegiatan penerjemahan, penerbitan, dan residensi penulis. Tiga bidang tersebut dapat membantu karya sastra menjangkau pembaca lintas bahasa sekaligus membuka pertemuan langsung antara penulis, penerjemah, penerbit, dan komunitas pembaca dari kedua negara.

Tahun 2026 memiliki penanda sejarah tersendiri dalam hubungan budaya Indonesia-Prancis, yakni 150 tahun perjalanan Arthur Rimbaud ke Jawa. Penyair Prancis tersebut diketahui mengunjungi Semarang dan Salatiga pada 1876. Fadli Zon menyebut Rimbaud sebagai tokoh penting yang dikenal sebagai pelopor surealisme dan simbolisme Prancis pada abad ke-19.

“Momentum positif ini harus diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang nyata, resiprositas, pertukaran keahlian, serta pertumbuhan ekosistem budaya yang berkelanjutan sebagai fondasi penting bagi hubungan kedua negara,” pungkas Fadli Zon.

Dengan agenda yang mencakup seni pertunjukan, mode, seni rupa, konservasi, film, hingga sastra, kerja sama ini menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dari diplomasi Indonesia dan Prancis. Tahap berikutnya akan ditentukan oleh pelaksanaan program-program konkret agar manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku budaya dan masyarakat di kedua negara.

Frequently Asked Questions

What is Bertemu Menteri Prancis Fadli Zon Kebut?

Bertemu Menteri Prancis Fadli Zon Kebut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bertemu Menteri Prancis Fadli Zon Kebut matter?

Bertemu Menteri Prancis Fadli Zon Kebut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *