Berangkat Lusa, Menkeu Purbaya Ungkap Persiapan Ibadah Haji
Meeting Results – Dalam sebuah Meeting Results yang diadakan pekan lalu, Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan bahwa ibadah haji akan dimulai pada Kamis, 21 Mei 2026, jika tidak ada hambatan. Menurutnya, perjalanan tersebut akan berlangsung selama sekitar 10 hari, dengan rencana pelaksanaan yang telah direncanakan matang-matang.
“Ibadah haji akan berlangsung pada Kamis (21 Mei) kalau nggak ada kendala, selama 10 hari,” ujarnya usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026). “Persiapan sudah dimulai sejak dua minggu lalu, bahkan kami sudah belajar doa untuk saat di Tanah Suci.”
Detil Persiapan Ibadah Haji
Purbaya menyebut bahwa seluruh aspek persiapan untuk ibadah haji telah diatur secara detail, termasuk koordinasi dengan Kementerian Agama dan Badan Penyelenggara Jasa Kebudayaan (BPK). Menurutnya, rencana ini dilakukan untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara, mulai dari pendaftaran jamaah hingga penyelenggaraan di Makkah dan Madinah.
“Semua aspek sudah direncanakan matang-matang, termasuk koordinasi dengan Kementerian Agama dan BPK. Kami ingin memastikan jamaah bisa melakukan ibadah haji dengan nyaman dan aman,” jelas Purbaya dalam Meeting Results yang dihadiri sejumlah menteri kabinet.
Persiapan untuk ibadah haji tidak hanya berfokus pada logistik, tetapi juga melibatkan kesiapan infrastruktur di Tanah Suci. Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah sedang memperbaiki fasilitas umum dan transportasi guna memenuhi kebutuhan 240 ribu jamaah yang akan berangkat tahun ini. Ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan kepada jamaah.
Pertumbuhan Ekonomi sebagai Kunci Kesiapan Haji
Dalam Meeting Results, Purbaya juga menyoroti korelasi antara kinerja ekonomi Indonesia dengan persiapan ibadah haji. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang membaik menjadi dasar bagi peningkatan anggaran untuk penunjang pelaksanaan haji, termasuk perbaikan layanan kesehatan dan keamanan.
“Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61% pada kuartal I-2026 memberikan ruang lebih besar untuk alokasi dana haji. Kami ingin memastikan jamaah bisa merasakan dampak ekonomi positif dari perbaikan ini,” tuturnya.
Purbaya menambahkan bahwa rencana ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menegaskan bahwa selama ini tren pertumbuhan 5% dianggap sebagai kutukan, tetapi kini pemerintah optimis bisa melampaui angka tersebut.
Dalam Meeting Results yang berlangsung pekan ini, Purbaya juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengawasi dinamika ekonomi nasional agar kinerja tersebut bisa dipertahankan. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 diperkirakan mencapai 5,4% hingga 5,7%, yang merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Purbaya, kenaikan pertumbuhan ekonomi ini menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menangani krisis global dan inflasi berhasil menciptakan stabilitas. Ia menekankan bahwa peningkatan ini tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari keberhasilan program pemerintah dalam memperkuat daya beli masyarakat.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil akan memperkuat kemampuan masyarakat untuk melaksanakan ibadah haji dengan baik. Hal ini juga mendukung visi pemerintah untuk menciptakan perekonomian yang lebih kuat dalam tiga tahun ke depan,” pungkasnya.
