Kemenko Pangan Perkuat Ekosistem Bawang Putih dari Petani hingga Pasar
Kebutuhan bawang putih di dalam negeri menyentuh angka sekitar 600.000 ton setiap tahun, padahal kapasitas produksi lokal baru berkisar 39.000 hingga 40.000
Table of Contents
Indonesia Perketat Rantai Pasok Bawang Putih: Dari Lahan Sembalun ke Pasar Nasional
Kesenjangan Impor yang Masih Membayangi
Wahanaberita.com – Kebutuhan bawang putih di dalam negeri menyentuh angka sekitar 600.000 ton setiap tahun, padahal kapasitas produksi lokal baru berkisar 39.000 hingga 40.000 ton. Akibatnya, hampir 90–95 persen pasokan masih harus dipenuhi dari luar negeri. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah mengambil langkah terstruktur untuk memangkas ketergantungan tersebut.
Panen Raya di Sembalun Bumbung
Puncak upaya penguatan rantai produksi ditandai dengan kegiatan panen massal di lahan seluas 105 hektare pada Kecamatan Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/8). Estimasi hasil panen mencapai 1.050 ton, dikerjakan oleh 287 petani yang tergabung dalam sembilan kelompok tani. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Suharto.
“Kalau kita ingin mengurangi impor, langkahnya harus konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga,” ujar Zulhas dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Infrastruktur Pascapanen dan Peran Polri
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun turut dilakukan bersamaan dengan panen. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung penyimpanan serta pengelolaan hasil panen petani, sekaligus menjadi wujud kontribusi Polri dalam pengembangan produksi dan ketahanan pangan nasional.
Ekspansi Penanaman di 17 Provinsi
Pemerintah juga menggerakkan penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi. NTB menempati posisi strategis sebagai salah satu sentra utama, dengan alokasi lahan 120 hektare dan potensi hasil sekitar 1.200 ton yang diproyeksikan dipanen pada November 2026. Pengembangan sentra produksi, peningkatan produktivitas, penguatan infrastruktur pascapanen, serta jaminan kepastian pasar menjadi empat pilar kebijakan yang dijalankan secara simultan.
“Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri,” tegas Zulhas.
Zulhas menegaskan bahwa Kemenko Pangan akan melanjutkan koordinasi lintas sektor—melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, dan petani—agar seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu agenda tunggal: menaikkan kapasitas produksi bawang putih nasional secara berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemenko Pangan Perkuat Ekosistem Bawang Putih?
Kemenko Pangan Perkuat Ekosistem Bawang Putih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemenko Pangan Perkuat Ekosistem Bawang Putih matter?
Kemenko Pangan Perkuat Ekosistem Bawang Putih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
