Berita

Mabes Polri Turunkan K9 dan 2,5 Ton Logistik ke Lokasi Gempa NTT

Mabes Polri turunkan K9 dan 2,5 ton logistik ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari respons darurat nasional. Langkah ini

Desk Berita
Published Agustus 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
polri-menurunkan-k9-ke-lokasi-bencana-gempa-bumi-di-ntt-1786880082233_169
Foto : Karen Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Mabes Polri Turunkan K9 dan 2,5 Ton Logistik untuk Percepat Penanganan Gempa di NTT
  2. Related Reading

Mabes Polri Turunkan K9 dan 2,5 Ton Logistik untuk Percepat Penanganan Gempa di NTT

Wahanaberita.com – Mabes Polri turunkan K9 dan 2,5 ton logistik ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari respons darurat nasional. Langkah ini mencakup pelepasan tim pencarian-penyelamatan beserta anjing pelacak serta pengiriman paket bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk mempercepat evakuasi korban dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di lokasi bencana.

Pelepasan Tim SAR Beserta Anjing Pelacak

Pada Minggu pagi, 21 personel dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri diberangkatkan bersama sepuluh ekor anjing K9. Setiap ekor anjing telah melewati pelatihan khusus untuk tugas pencarian korban di puing bangunan dan medan sulit. Rombongan membawa perlengkapan deteksi serta paket bantuan logistik dengan total bobot sekitar 2,5 ton.

“Pada Minggu pagi, Polri kembali memberangkatkan tim SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri sebanyak 21 personel bersama 10 ekor anjing K9. Tim tersebut membawa peralatan pendukung pencarian korban serta bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Minggu (16/8/2026).

Trunoyudo menegaskan bahwa kecepatan respons merupakan faktor penentu dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Tim yang tiba akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menetapkan pembagian tugas serta wilayah prioritas penanganan di lapangan.

Wilayah Prioritas dan Fleksibilitas Penempatan

Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur menjadi fokus awal dalam upaya mitigasi serta pencarian korban. Meski demikian, Trunoyudo menekankan bahwa distribusi bantuan tetap mengikuti kondisi riil di lapangan dan tidak terbatas pada satu wilayah saja.

“Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Rute Udara dan Dukungan Helikopter

Penerbangan tim SAR serta distribusi logistik memanfaatkan pesawat Polisi Udara Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe menuju Labuan Bajo. Durasi perjalanan udara diperkirakan sekitar tiga jam. Selain pesawat, Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk mendukung distribusi bantuan kepada masyarakat di wilayah yang terisolasi atau mengalami keterbatasan akses akibat bencana.

“Selain pesawat, Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk mendukung distribusi bantuan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang terisolasi atau mengalami keterbatasan akses akibat bencana,” jelasnya.

Pesawat CASA milik Polri sendiri telah disiagakan di NTT sejak sebelum gempa terjadi dan langsung dikerahkan pascabencana untuk mempercepat mobilitas ke sejumlah titik, termasuk Labuan Bajo. Paket bantuan yang dikirim mencakup obat-obatan, tenda lapangan, bahan makanan, kebutuhan kelompok rentan, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Konektivitas Komunikasi dan Pendampingan Psikologis

Polri turut membawa sepuluh unit Wi-Fi portable untuk mengatasi kendala jaringan komunikasi di area terdampak. Trunoyudo menilai akses informasi menjadi kunci percepatan respons darurat di lapangan, karena tanpa sinyal yang memadai koordinasi antarinstansi akan terhambat secara signifikan.

“Komunikasi menjadi sangat penting di sana. Ketika komunikasi dapat terjangkau, informasi mengenai kondisi di lapangan juga akan diperoleh dengan lebih cepat,” ujar Trunoyudo.

Di samping dukungan SAR dan logistik, Polri juga menerjunkan tim trauma healing yang bertugas memberikan pendampingan psikologis bagi warga terdampak gempa. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu pemulihan mental korban, terutama anak-anak dan lansia yang mengalami trauma akibat bencana serta kehilangan tempat tinggal secara mendadak.

Komitmen Pengiriman Berkelanjutan

Pengiriman bantuan dipastikan akan terus dilakukan secara bertahap berdasarkan pemutakhian data kebutuhan di lapangan. Rencana pengiriman lanjutan telah dijadwalkan pada Senin (17/8) serta hari-hari berikutnya hingga situasi dinyatakan aman dan seluruh titik terdampak terjangkau.

“Bantuan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Data kebutuhan akan terus kami perbarui dan kirimkan secara bertahap,” pungkasnya.

Tanya Jawab: Mabes Polri Turunkan K9 dan Logistik ke NTT

Apa saja yang dibawa dalam pengiriman terbaru? Tim SAR terdiri dari 21 personel dan sepuluh ekor anjing K9, ditambah paket logistik berbobot sekitar 2,5 ton yang berisi obat-obatan, tenda lapangan, bahan makanan, serta kebutuhan kelompok rentan.

Kapan pengiriman lanjutan dijad

Leave a Comment