Berita

Wamenlu Ikut Pertemuan di Yordania Bahas Status Yerusalem, Usul 5 Langkah Konkret

Wamenlu Ikut Pertemuan di Yordania sebagai bagian dari upaya diplomasi Indonesia untuk memperkuat posisi Palestina di kancah internasional. Wakil Menteri Luar

Desk Berita
Published Agustus 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
wamenlu-arrmanatha-nasir-dalam-pertemuan-tingkat-menteri-mengenai-yerusalem-di-amman-yordania-1786621649759_169
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Wamenlu Ikut Pertemuan di Yordania Bahas Status Yerusalem
  2. Related Reading

Wamenlu Ikut Pertemuan di Yordania Bahas Status Yerusalem

Wahanaberita.com – Wamenlu Ikut Pertemuan di Yordania sebagai bagian dari upaya diplomasi Indonesia untuk memperkuat posisi Palestina di kancah internasional. Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, hadir dalam forum multilateral yang membahas isu krusial terkait status Yerusalem serta kompleks Masjid Al-Aqsa. Menurut Vahd Nabyl, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, kehadiran ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam merespons berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel di wilayah Palestina.

Konteks Pertemuan dan Peserta yang Hadir

Forum internasional ini diselenggarakan di Yordania dengan tujuan membahas perkembangan terbaru di wilayah Palestina. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara, baik Menteri Luar Negeri maupun Wakil Menteri Luar Negeri. Delegasi dari Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, dan Tunisia turut serta dalam pertemuan ini. Sekjen Liga Arab juga hadir sebagai saksi dan penguat komitmen regional terhadap Palestina.

Pertemuan ini memperkuat respons terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh Israel di Palestina, termasuk terkait dengan status quo Yerusalem dan kompleks Masjid Al-Aqsa. Dan pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah negara, baik dari Menlu dan Wamenlu, dan juga para pejabat dari Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, dan negara-negara lain, dan juga Sekjen dari Liga Arab.

Kecaman dan Posisi Indonesia

Arrmanatha, yang lebih dikenal dengan panggilan Tata, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan kekerasan warga Israel serta pelanggaran hukum internasional oleh Israel di wilayah Palestina. Wilayah-wilayah yang menjadi perhatian utama meliputi Yerusalem Timur, kompleks Masjid Al-Aqsa, dan Tepi Barat. Indonesia menegaskan bahwa tindakan-tindakan unilateral tidak boleh dibiarkan dan dinormalisasi.

Pada pertemuan tersebut, Bapak Wakil Menteri Luar Negeri menyampaikan kecaman keras atas kekerasan warga Israel dan pelanggaran hukum internasional oleh Israel di wilayah Palestina, termasuk di wilayah Yerusalem Timur, di Masjid Al-Aqsa, dan juga di Tepi Barat yang tidak boleh dibiarkan dan dinormalisasi.

Lima Langkah Konkret Indonesia

Vahd Nabyl menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia mengajukan lima langkah konkret dalam merespons situasi Palestina. Langkah-langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan isu Palestina sebagai prioritas dalam politik luar negeri Indonesia. Pertama, Indonesia mengusulkan pembangunan strategi yang didasarkan pada persatuan. Kedua, mengambil langkah untuk menegakkan hukum internasional serta putusan Mahkamah Internasional. Ketiga, memperluas pengakuan internasional terhadap Palestina. Keempat, memperkuat upaya perlindungan terhadap Masjid Al-Aqsa. Kelima, mendukung rekonstruksi Gaza, persatuan Palestina, dan bantuan bagi UNRWA.

Dukungan dan Joint Statement

Pertemuan ini menghasilkan joint statement yang menyoroti poin-poin penting serta memperkuat institusi-institusi di Palestina sendiri di Yerusalem. Dokumen tersebut juga menolak tindakan-tindakan unilateral berupa pemindahan misi-misi diplomatik ke Yerusalem, dengan menekankan bahwa tindakan semacam itu melanggar hukum internasional. Vahd Nabyl menambahkan bahwa pernyataan pers tersebut juga menegaskan penolakan terhadap tindakan-tindakan unilateral, khususnya pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem, yang dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.

Partisipasi Indonesia dalam pertemuan ini kita artikan sebagai ketegasan komitmen nasional kita untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dan menegakkan hukum internasional dan mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pertemuan Yordania

Apa tujuan utama pertemuan di Yordania? Pertemuan ini bertujuan membahas status Yerusalem dan kompleks Masjid Al-Aqsa serta memperkuat respons global terhadap pelanggaran Israel di Palestina.

Siapa saja negara yang hadir dalam pertemuan? Negara-negara yang hadir meliputi Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, dan perwakilan dari berbagai negara lainnya termasuk Sekjen Liga Arab.

Apa lima langkah konkret yang diajukan Indonesia? Lima langkah tersebut adalah: membangun strategi persatuan, menegakkan hukum internasional, memperluas pengakuan Palestina, memperkuat perlindungan Masjid Al-Aqsa, dan mendukung rekonstruksi Gaza serta bantuan UNRWA.

Bagaimana posisi Indonesia terkait Yerusalem Timur? Indonesia menegaskan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina dan menolak pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem sebagai pelanggaran hukum internasional.

Leave a Comment