Bareskrim Ungkap Penjagaan Ketat di Kampung Narkoba Samarinda dengan Kode dan HT
Sistem Keamanan Terintegrasi di Kampung Narkoba
Bareskrim Ungkap Penjagaan Ketat Kampung Narkoba – Bareskrim Polri berhasil mengungkap struktur penjagaan yang ketat di kampung narkoba Samarinda. Operasi ini mengungkap cara para pelaku narkoba menggunakan kode rahasia dan alat komunikasi HT untuk mengendalikan akses ke wilayah transaksi. Tim penyidik menemukan bahwa pengawasan ini mencakup beberapa lapisan, mulai dari pemeriksaan di sekitar minimarket hingga pengawasan intensif di perempatan Blok F Gang Langgar.
“Sindikat narkoba ini mempekerjakan puluhan pengawas yang dikenal sebagai ‘sniper’. Mereka menggunakan kode ‘masuk-masuk’ sebagai tanda untuk memberi informasi secara tersirat kepada anggota lain, lalu berkomunikasi melalui HT. Pada malam hari, ada 31 sniper yang berjaga, sedangkan di siang hari jumlahnya mencapai 22 orang,”
Strategi Pengawasan Berlapis di Wilayah Strategis
Penjagaan di kampung narkoba Samarinda dibagi menjadi beberapa tahap. Di bagian luar, para sniper bertugas mengawasi kegiatan di sekitar minimarket dan jalan raya. Sementara itu, di area dalam, pengawasan lebih ketat, terutama di Blok F Gang Langgar, yang dianggap sebagai pusat utama distribusi narkoba. Anggota polisi mencatat bahwa sistem ini tidak hanya mengontrol pembeli, tetapi juga memastikan tidak ada orang asing yang memasuki zona transaksi.
“Di sepanjang jalur sebelum mencapai Blok F, terdapat 21 pengawas yang menggunakan HT untuk berkomunikasi. Mereka memegang peran penting dalam menuntun pembeli menuju lokasi penjualan. Sistem ini dirancang agar para pelaku narkoba tetap terlindungi dari penangkapan oleh aparat kepolisian,”
Kode Rahasia sebagai Alat Pengendali Akses
Sistem pengendalian akses di kampung narkoba Samarinda sangat bergantung pada kode rahasia yang dikuasai oleh para sniper. Kode ini digunakan untuk mengirimkan sinyal ke anggota lain, baik untuk memperingatkan adanya kecurigaan dari aparat maupun memastikan keberhasilan transaksi. Anggota penyidik menjelaskan bahwa kode ini dipelajari secara intensif oleh para pelaku narkoba, sehingga mereka bisa bertindak secara cepat dan terorganisir.
“Salah satu mekanisme kuncinya adalah penggunaan kode ‘masuk-masuk’ yang diberikan oleh sniper di minimarket. Kode ini menjadi indikator bahwa seseorang berhak masuk ke zona penjualan. Selain itu, para sniper juga mengawasi kendaraan yang melewati perempatan Blok F, sehingga hanya satu orang yang diizinkan masuk ke dalam,”
Proses Transaksi dan Harga Sabu di Kampung Narkoba
Setelah berhasil mencapai Blok F, pembeli narkoba langsung melakukan transaksi dengan para pelaku. Harga sabu kecil di kampung ini diperkirakan sebesar Rp150 ribu per klip, sementara jumlah transaksi bisa mencapai ratusan klip per hari. Selama operasi, penyidik menemukan bahwa para pelaku menggunakan kecanggihan alat seperti kamera, drone, dan samurai untuk memantau aktivitas di sekitar kampung.
“Pengguna yang berhasil sampai ke Blok F akan membayar sesuai jumlah kebutuhan. Misalnya, 1 klip kecil dihargai Rp150 ribu, dan klip besar bisa mencapai harga lebih tinggi. Selain itu, alat-alat seperti kamera dan drone juga ditemukan sebagai bagian dari strategi pengawasan,”
Operasi Merebut 11 Tersangka di Kampung Narkoba Samarinda
Tim gabungan Bareskrim berhasil menangkap 11 orang dari sindikat narkoba di kampung Samarinda. Operasi ini dilakukan setelah penyidik memperkuat investigasi selama empat tahun. Para tersangka ini dianggap sebagai bagian dari jaringan transaksi dan pengawasan yang terstruktur. Dittipid Narkoba Bareskrim Polri menegaskan bahwa kampung narkoba ini sudah beroperasi secara rutin selama beberapa tahun.
“Selama empat tahun, sindikat narkoba ini aktif mengendalikan wilayah kampung. Mereka menghindari penangkapan dengan memanfaatkan sistem pengawasan yang matang. Operasi kali ini merupakan kesempatan pertama bagi penyidik untuk mengungkap seluruh jaringan,”
“Dalam operasi tersebut, tim penyidik menyita berbagai perangkat seperti 2 kamera pengawas, 1 drone, dan samurai. Ini menunjukkan tingkat keterorganisasian yang tinggi di kampung narkoba tersebut. Selain itu, puluhan amplop dan PC merek ASUS juga berhasil diamankan,”
